Jilbab Dan Wanita Solehah

jilbab

Pertama kali saya ke Aceh, saya sangat terkesan melihat wanita-wanita di Aceh.  Hampir seluruh wanita di Aceh memakai jilbab. Mereka terlihat sebagai wanita-wanita sholehah dan sangat agamawi.

Namun saya sangat terkejut ketika mengetahui alasan mereka memakai jilbab. “Takut kena razia polisi syariat jika tidak memakai jilbab” kata mereka. Bahkan sebagian dari mereka mengaku akan melepas jilbabnya, ketika berada di luar kota Aceh.

Asal Mula Jilbab

Sebenarnya apa yang menjadi alasan diwajibkannya wanita Muslim memakai jilbab? Inilah pendapat Al-Quran tentang hal itu.

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Supaya mereka menutup kepala dan badan mereka dengan jilbabnya supaya mereka dapat dikenal orang, maka tentulah mereka tidak diganggu (disakiti) oleh laki-laki yang jahat” (Qs. 33:59).

Hadist Shahih Muslim 26 No. 5397 menulis: “Isteri-isteri nabi kita biasanya pergi ke lapangan terbuka pada malam hari untuk memenuhi panggilan alam (buang air besar dan kecil) tanpa kerudung atau hijab. Umar bin Khattab pernah memergoki dan mempermalu Sauda, salah satu isteri Nabi Muhammad, ketika sedang buang air”

Jika pada saat itu, mereka memikirkan perihal sarana pembuangan hajat seperti toilet, mungkin ayat ini tidak akan pernah diturunkan.  Mengingat setiap manusia pasti akan membuang hajat, tidak hanya wanita.  Lalu, mengapa hanya wanita yang diwajibkan memakai jilbab?

Wanita Sholehah Menurut Allah

Selain karena takut razia polisi syariah seperti wanita-wanita di Aceh, alasan lain wanita Muslim memakai jilbab agar terlihat lebih agamawi. Bahkan beberapa pria Muslim mengatakan, hanya ingin menikahi wanita berjilbab karena mereka adalah wanita sholehah.

Jelas penampilan lahiriah tidak menjamin seorang beriman atau tidak. Wanita sholelah adalah wanita yang mempunyai hubungan baik dengan Allah. Bukan hanya sekedar memakai jilbab. Kitab suci Injil berkata, “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu” (Injil, Surat 2 Timotius 3:5) Allah tidak menyukai penampilan lahiriah yang terkadang menipu.

Lalu wanita sholehah seperti apakah yang Allah kehendaki?  Simaklah ayat dalam Injil, Surat 1 Petrus 3:4-5, “Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah . . . . . menaruh pengharapannya kepada Allah. . . . ”

Isa Al-Masih Sumber Keselamatan, Bukan Jilbab

Isa Al-Masih adalah sumber pengharapan. Keselamatan yang dicari wanita sholehah tidak dapat diusahakan dengan memakai busana yang kelihatan agamawi. Seorang wanita sholehah, memiliki hati yang lemah-lembut. Ia membawa ketenteraman dimanapun ia berada, sehingga menjadi perhiasan yang sangat berharga bagi Allah.  Inilah jilbab wanita sholehah yang sesungguhnya.

[Staf Isa dan Islam – Rindukah saudara memiliki perhiasan yang sangat berharga bagi Allah? Artikel tentang Membersihkan Kenajisan Hati dapat membantu saudara menemukannya.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Apabila Anda memiliki keinginan untuk didoakan, silakan mengisi permohonan doa dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments   

# fadli 2012-08-25 09:31
*
Apa yang aneh dari berjilbab. Justru perintah menutup aurat itu sebagai penghargaan bagi kaum wanita. Karena bagi kami wanita seperti perhiasan yang sangat berharga bukan sampah. Silakan anda fikirkan sendiri bagaimana cara memperlakukan permata yang sangat berharga. Tentu anda akan rawat dan simpan di tempat yang sangat aman.

Bagi kami luar (lahiriyah) dan dalam (batiniyah) itu penting dan tidak akan bisa dipisahkan seperti jasad dan ruh. Siapa bilang tampilan luar tidak penting
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-08-29 11:53
~
Saudara Fadli,

Memang benar menutup aurat itu hal yang baik. Namun penampilan lahiriah tidak menjamin seorang beriman atau tidak.

Sekarang coba perhatikan alasan diwajibkan wanita Muslim memakai jilbab yang diutarakan dalam kitab saudara. “Supaya mereka menutup kepala dan badan mereka dengan jilbabnya supaya mereka dapat dikenal orang, maka tentulah mereka tidak diganggu (disakiti) oleh laki-laki yang jahat” (Qs. 33:59).

Pada point pertama mengatakan “supaya mereka dapat dikenal orang”, bukankah dengan memakai jilbab, kaum wanita akan susah dikenali apalagi dari belakang?

Lalu point kedua mengatakan “maka tentulah mereka tidak diganggu (disakiti) oleh laki-laki yang jahat”. Mengapa justru wanita yang diganggu? Menurut kami, justru kaum pria-lah yang harus diperingatkan supaya tidak berbuat jahat.

Lagi, seperti yang dikatakan Hadist Shahih Muslim 26 No. 5397, buang hajat di lapangan terbuka dan tidak memakai jilbab. Jika saat itu sudah ada toilet, akankah hadist ini diturunkan? Apakah hanya wanita saja yang buang hajat, lalu mengapa hanya wanita yang diwajibkan memakai jilbab?

Saudaraku, tidak berjilbab juga tidak berarti kaum wanita boleh berpakaian sesukanya. Kaum wanita tentu berpakai yang pantas, karena penampilan luar juga perlu.
~
DA
# irianto 2012-09-18 15:39
*
“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu , anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Supaya mereka menutup kepala dan badan mereka dengan jilbabnya supaya mereka dapat dikenal orang, maka tentulah mereka tidak diganggu (disakiti) oleh laki-laki yang jahat” (Qs. 73:59). Coba cek lagi, surat Al-Muzzamil hanya sampai ayat 20.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-22 09:51
~
Saudara Irianto,

Terimakasih atas koreksinya, kami sudah memperbaiki.

Kami senang Saudara bersedia membaca artikel yang terdapat dalam situs kami. Semoga bermanfaat bagi saudara Irianto.
~
DA
# Andreas Sukmono Jati 2012-09-19 16:09
*
Mohon di koreksi untuk dalil (alasan kuat) yang anda sampaikan ditulisan, seharusnya berbunyi:

"Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu , anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
(terjemah Qs 33:59)

Dari sisi kandungan dan rujukan ayat saja sudah salah.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-22 09:54
~
Saudara Andreas Sukmono Jati,

Terimakasih untuk koreksi yang telah saudara berikan. Terimakasih juga sudah bersedia membaca artikel yang terdapat dalam situs kami.

Mengenai isi kandungan. Apakah menurut saudara salah yang kami tulis? Mungkin saudara dapat menjelaskan maksud dari “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” kepada kita? Terimakasih.
~
DA
# Ade 2012-09-25 12:51
*
Ya Islam menganjurkan wanita untuk berjilbab (bertudung) dan itu juga anjuran dari nabi-nabi sebelum Muhammad SAW.

Injil, Surat 1 Korintus 11:1, "Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus."

Injil, Surat 1 Korintus 11:5, “Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.”
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-26 17:42
~
Saudara Ade,

Dalam Injil, Surat 1 Korintus ayat 11-12 seolah-oleh sangat menekankan wanita harus memakai penutup kepala, tetapi pandangan ini didukung oleh pemikiran akal sehat waktu itu. Bahwa sebaiknya ada perbedaan cara berpakaian antara pria dan wanita. Ini penting pada masa itu sebab umat Kristus harus berbeda penampilannya dengan orang-orang yang tidak mengenal Kristus.

Jadi, anjuran untuk menutup kepala bagi wanita adalah berkaitan dengan latar belakang budaya masa itu. Anjuran itu untuk melindungi kaum wanita. Agar mereka tidak dianggap pelacur karena kepalanya tidak bertudung dan memanjangkan rambutnya agar tidak dianggap lesbian.

Pengajarannya ini juga bisa diterapkan pada masa kini. Semua pengikut Kristus perlu berpenampilan yang mencerminkan wibawa Kristus.
~
DA
# velvet revolver 2012-10-27 20:27
*
Apakah semua wanita berjilbab sudah pasti suci? Saya kira tidak. Bahkan, saya lebih setuju, jika wanita tidak berjilbab tetapi "sehat iman" dibandingkan yang berjilbab dan ternyata (maaf) munafik.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-29 20:07
~
Saudara Velvet Revolver,

Kami sependapat dengan saudara, bahwa berjilbab bukan yang menjamin wanita suci. Jelas penampilan lahiriah tidak menjamin seorang beriman atau tidak.

Kitab suci Injil berkata, “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu” (Injil, Surat 2 Timotius 3:5). Allah tidak menyukai penampilan lahiriah yang terkadang menipu.

Dan inilah yang dikehandaki Allah: “Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah . . . menaruh pengharapannya kepada Allah . . . ” (Injil, Surat 1 Petrus 3:4-5).
~
DA
# soegeng 2012-11-01 10:40
*
Saya yakin bahwa agama yang dibawa Isa adalah agama yang lurus yang diturunkan oleh Tuhan.
 
Islam adalah penyempurna dari agama-agama sebelumnya, termasuk yang diajarkan Isa. Muhammad saw adalah penerus dari Isa, yang memberi petunjuk pada pengikut Isa yang tersesat supaya kembali ke jalan yang benar.

Begitu juga dengan jilbab dan kerudung. Islam menegaskan ajaran Injil yang mengajarkan supaya wanita memakai kerudung dengan kalimat seperti :

Injil, Surat 1 Korintus 11:6, “Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.”
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-02 16:11
~
Saudara Soegeng,

Terimakasih atas komentar saudara.

Isa Al-Masih datang ke dunia bukan atas misi suatu agama tertentu. Demikian juga nabi-nabi yang datang sebelumnya, mereka tidak ada yang datang ke dunia dengan membawa misi suatu agama.

Bagaimana dikatakan menyempurnakan ajaran Isa, sedangkan ajaran-ajaran dalam Al-Quran bertentangan dengan ajaran Isa Al-Masih. Jika saudara ingin membahas hal ini silakan kunjungi situs kami ini: www.isadanislam.com.

Tujuan Isa Al-Masih datang ke dunia hanya satu. Yaitu melepaskan manusia dari ikatan belenggu dosa, dan memberi hidup kekal kepada mereka.

Perhatikanlah perkataan Isa Al-Masih berikut ini, "Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Isa berkata, bahwa Dia adalah sang "Jalan". Melalui Dia orang dapat belajar mengenai "Kebenaran" tentang Allah dan menemukan "Hidup" bersama Allah.
~
DA
# soegeng 2012-11-01 10:49
*
Anda berkata : Pada poin pertama mengatakan “supaya mereka dapat dikenal orang”, bukankah dengan memakai jilbab, kaum wanita akan susah dikenali apalagi dari belakang?

Jawab : Bukan maksudnya mengenali siapa orangnya, tapi mengenali bahwa dia adalah wanita Muslim. Buat kami pria Muslim, jika dia berjilbab maka dia adalah Muslim, maka wajib bagi kami membantunya jika dia membutuhkan bantuan.

Membedakan antara wanita Muslim dan bukan Muslim adalah penting seperti jawaban anda sendiri mengenai perintah tundung Injil Korintus yang menurut anda untuk membedakan wanita baik-baik, pelacur dan lesbian.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-02 16:22
~
Saudara Soegeng,

Tentunya perintah ini diberikan dan dipraktekkan oleh orang Arab, tempat perintah itu diberikan. Sekarang coba pikirkan, jauh sebelum perintah itu ada pengikut Isa Al-Masih sudah memakai jilbab/tudung kepala. Nah, bukankah tidak semua yang berjilbab adalah Muslim, artinya tetap tidak dapat mengenalinya, bukan?

Namun berjilbab bukan yang menjamin wanita suci. Jelas penampilan lahiriah tidak menjamin seorang beriman atau tidak.

Wanita sholelah adalah wanita yang mempunyai hubungan baik dengan Allah. Bukan hanya sekedar memakai jilbab. Kitab suci Injil berkata, “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu” (Injil, Surat 2 Timotius 3:5). Allah tidak menyukai penampilan lahiriah yang terkadang menipu.
~
DA
# soegeng 2012-11-01 10:59
*
Anda bertanya : Mungkin saudara dapat menjelaskan maksud dari “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” kepada kita?

Ini petunjuk bahwa aurat yang harus ditutup adalah seluruh tubuh. Lalu mengapa banyak muslim membiarkan wajah dan telapak tangan terbuka? ini berdasar Qs 24:31; “...dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya...”

Tubuh wanita adalah perhiasan, begitu indahnya di mata pria, dan dilarang untuk ditampakkan kecuali yang biasa nampak. Para ulama menafsirkan yang biasa nampak itu adalah wajah dan telapak tangan.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-02 16:25
~
Saudara Soegeng,

Terimakasih atas penjelasan saudara tentang kutipan ayat di atas.

Artinya sama dengan perintah, supaya mereka menutup kepala dan badan mereka dengan jilbabnya.

Yang dimaksud dengan perhiasan wanita oleh Allah adalah “Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah . . . menaruh pengharapannya kepada Allah . . . ” (Injil, Surat 1 Petrus 3:4-5).
~
DA
# soegeng 2012-11-10 08:11
*
Anda berkata : Bagaimana dikatakan menyempurnakan ajaran Isa, sedangkan ajaran-ajaran dalam Al-Quran bertentangan dengan ajaran Isa Al-Masih

Betul memang ada yang berbeda, tapi tidak akan dibahas di sini karena jatah commentnya tidak akan cukup.

Tapi ada juga kan yang selaras, seperti perintah bertudung ini. Kalau Injil menyuruh bertudung, wanita Muslim pun bertudung, kenapa anda permasalahkan? Kenapa anda bukannya bangga karena wanita Muslim mengikuti ajaran Injil?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-14 16:34
~
Saudara Soegeng benar, jika saudara ingin membahas ajaran Al-Quran yang bertentangan dengan ajaran Isa Al-Masih silakan kunjungi situs kami ini: www.isadanislam.com yang membahas hal itu.

Saudara Soegeng, bukankah sah-sah saja jika kita menanyakan sesuatu yang menurut kita aneh dan tidak masuk akal. Sehingga kita dapat berbagi dan belajar bersama.

Perlu kami tekankan bahwa berjilbab bukan yang menjamin wanita suci. Jelas penampilan lahiriah tidak menjamin seorang beriman atau tidak.

Dan inilah yang dikehendaki Allah, “Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah . . . menaruh pengharapannya kepada Allah . . . ” (Injil, Surat 1 Petrus 3:4-5).
~
DA
# soegeng 2012-11-10 08:16
*
Anda berkata : Tentunya perintah ini diberikan dan dipraktekkan oleh orang Arab, tempat perintah itu diberikan. Sekarang coba pikirkan, jauh sebelum perintah itu ada pengikut Isa Al-Masih sudah memakai jilbab/tudung kepala. Nah, bukankah tidak semua yang berjilbab adalah Muslim, artinya tetap tidak dapat mengenalinya, bukan?

Begitulah, perintah itu diberikan oleh orang Arab dulu sekali, namun Al-Quran tidak hanya sebatas untuk orang Arab untuk masa 14 abad yang lalu.

Saat ini di Indonesia anda bisa melihat wanita berjilbab, anda tahu wanita itu Muslim atau bukan. Bahkan jilbab wanita Muslimpun berbeda dengan jilbab biarawati, masih bisa mengenali/membe dakannya.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-14 16:36
~
Saudara Soegeng,

Bukan saat ini yang kami utarakan di atas, tetapi pada saat perintah itu diberikan. Bukankah jauh sebelum perintah itu ada, pengikut Isa Al-Masih sudah memakai jilbab/tudung bukan? Jadi, bukankah tidak semua yang berjilbab adalah Muslim.

Sebaliknya bagaimana dengan alasan diwajibkannya wanita Muslim memakai jilbab menurut Hadist Shahih Muslim 26 No. 5397 menulis: “Isteri-isteri nabi kita biasanya pergi ke lapangan terbuka pada malam hari untuk memenuhi panggilan alam (buang air besar dan kecil) tanpa kerudung atau hijab. Umar bin Khattab pernah memergoki dan mempermalu Sauda, salah satu isteri Nabi Muhammad, ketika sedang buang air”

Jika pada saat itu, mereka memikirkan perihal sarana pembuangan hajat seperti toilet, mungkin ayat ini tidak akan pernah diturunkan. Mengingat setiap manusia pasti akan membuang hajat, tidak hanya wanita. Dengan kata lain ayat ini tidak relevan saat ini.
~
DA

Isadanislamstudi2

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer