Jilbab Dan Wanita Solehah

jilbab

Pertama kali saya ke Aceh, saya sangat terkesan melihat wanita-wanita di Aceh.  Hampir seluruh wanita di Aceh memakai jilbab. Mereka terlihat sebagai wanita-wanita sholehah dan sangat agamawi.

Namun saya sangat terkejut ketika mengetahui alasan mereka memakai jilbab. “Takut kena razia polisi syariat jika tidak memakai jilbab” kata mereka. Bahkan sebagian dari mereka mengaku akan melepas jilbabnya, ketika berada di luar kota Aceh.

Asal Mula Jilbab

Sebenarnya apa yang menjadi alasan diwajibkannya wanita Muslim memakai jilbab? Inilah pendapat Al-Quran tentang hal itu.

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Supaya mereka menutup kepala dan badan mereka dengan jilbabnya supaya mereka dapat dikenal orang, maka tentulah mereka tidak diganggu (disakiti) oleh laki-laki yang jahat” (Qs. 33:59).

Hadist Shahih Muslim 26 No. 5397 menulis: “Isteri-isteri nabi kita biasanya pergi ke lapangan terbuka pada malam hari untuk memenuhi panggilan alam (buang air besar dan kecil) tanpa kerudung atau hijab. Umar bin Khattab pernah memergoki dan mempermalu Sauda, salah satu isteri Nabi Muhammad, ketika sedang buang air”

Jika pada saat itu, mereka memikirkan perihal sarana pembuangan hajat seperti toilet, mungkin ayat ini tidak akan pernah diturunkan.  Mengingat setiap manusia pasti akan membuang hajat, tidak hanya wanita.  Lalu, mengapa hanya wanita yang diwajibkan memakai jilbab?

Wanita Sholehah Menurut Allah

Selain karena takut razia polisi syariah seperti wanita-wanita di Aceh, alasan lain wanita Muslim memakai jilbab agar terlihat lebih agamawi. Bahkan beberapa pria Muslim mengatakan, hanya ingin menikahi wanita berjilbab karena mereka adalah wanita sholehah.

Jelas penampilan lahiriah tidak menjamin seorang beriman atau tidak. Wanita sholelah adalah wanita yang mempunyai hubungan baik dengan Allah. Bukan hanya sekedar memakai jilbab. Kitab suci Injil berkata, “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu” (Injil, Surat 2 Timotius 3:5) Allah tidak menyukai penampilan lahiriah yang terkadang menipu.

Lalu wanita sholehah seperti apakah yang Allah kehendaki?  Simaklah ayat dalam Injil, Surat 1 Petrus 3:4-5, “Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah . . . . . menaruh pengharapannya kepada Allah. . . . ”

Isa Al-Masih Sumber Keselamatan, Bukan Jilbab

Isa Al-Masih adalah sumber pengharapan. Keselamatan yang dicari wanita sholehah tidak dapat diusahakan dengan memakai busana yang kelihatan agamawi. Seorang wanita sholehah, memiliki hati yang lemah-lembut. Ia membawa ketenteraman dimanapun ia berada, sehingga menjadi perhiasan yang sangat berharga bagi Allah.  Inilah jilbab wanita sholehah yang sesungguhnya.

[Staf Isa dan Islam – Rindukah saudara memiliki perhiasan yang sangat berharga bagi Allah? Artikel tentang Membersihkan Kenajisan Hati dapat membantu saudara menemukannya.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Apabila Anda memiliki keinginan untuk didoakan, silakan mengisi permohonan doa dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments   

# fadli 2012-08-25 09:31
*
Apa yang aneh dari berjilbab. Justru perintah menutup aurat itu sebagai penghargaan bagi kaum wanita. Karena bagi kami wanita seperti perhiasan yang sangat berharga bukan sampah. Silakan anda fikirkan sendiri bagaimana cara memperlakukan permata yang sangat berharga. Tentu anda akan rawat dan simpan di tempat yang sangat aman.

Bagi kami luar (lahiriyah) dan dalam (batiniyah) itu penting dan tidak akan bisa dipisahkan seperti jasad dan ruh. Siapa bilang tampilan luar tidak penting
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-08-29 11:53
~
Saudara Fadli,

Memang benar menutup aurat itu hal yang baik. Namun penampilan lahiriah tidak menjamin seorang beriman atau tidak.

Sekarang coba perhatikan alasan diwajibkan wanita Muslim memakai jilbab yang diutarakan dalam kitab saudara. “Supaya mereka menutup kepala dan badan mereka dengan jilbabnya supaya mereka dapat dikenal orang, maka tentulah mereka tidak diganggu (disakiti) oleh laki-laki yang jahat” (Qs. 33:59).

Pada point pertama mengatakan “supaya mereka dapat dikenal orang”, bukankah dengan memakai jilbab, kaum wanita akan susah dikenali apalagi dari belakang?

Lalu point kedua mengatakan “maka tentulah mereka tidak diganggu (disakiti) oleh laki-laki yang jahat”. Mengapa justru wanita yang diganggu? Menurut kami, justru kaum pria-lah yang harus diperingatkan supaya tidak berbuat jahat.

Lagi, seperti yang dikatakan Hadist Shahih Muslim 26 No. 5397, buang hajat di lapangan terbuka dan tidak memakai jilbab. Jika saat itu sudah ada toilet, akankah hadist ini diturunkan? Apakah hanya wanita saja yang buang hajat, lalu mengapa hanya wanita yang diwajibkan memakai jilbab?

Saudaraku, tidak berjilbab juga tidak berarti kaum wanita boleh berpakaian sesukanya. Kaum wanita tentu berpakai yang pantas, karena penampilan luar juga perlu.
~
DA
# irianto 2012-09-18 15:39
*
“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu , anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Supaya mereka menutup kepala dan badan mereka dengan jilbabnya supaya mereka dapat dikenal orang, maka tentulah mereka tidak diganggu (disakiti) oleh laki-laki yang jahat” (Qs. 73:59). Coba cek lagi, surat Al-Muzzamil hanya sampai ayat 20.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-22 09:51
~
Saudara Irianto,

Terimakasih atas koreksinya, kami sudah memperbaiki.

Kami senang Saudara bersedia membaca artikel yang terdapat dalam situs kami. Semoga bermanfaat bagi saudara Irianto.
~
DA
# Andreas Sukmono Jati 2012-09-19 16:09
*
Mohon di koreksi untuk dalil (alasan kuat) yang anda sampaikan ditulisan, seharusnya berbunyi:

"Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu , anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
(terjemah Qs 33:59)

Dari sisi kandungan dan rujukan ayat saja sudah salah.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-22 09:54
~
Saudara Andreas Sukmono Jati,

Terimakasih untuk koreksi yang telah saudara berikan. Terimakasih juga sudah bersedia membaca artikel yang terdapat dalam situs kami.

Mengenai isi kandungan. Apakah menurut saudara salah yang kami tulis? Mungkin saudara dapat menjelaskan maksud dari “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” kepada kita? Terimakasih.
~
DA
# Ade 2012-09-25 12:51
*
Ya Islam menganjurkan wanita untuk berjilbab (bertudung) dan itu juga anjuran dari nabi-nabi sebelum Muhammad SAW.

Injil, Surat 1 Korintus 11:1, "Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus."

Injil, Surat 1 Korintus 11:5, “Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.”
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-26 17:42
~
Saudara Ade,

Dalam Injil, Surat 1 Korintus ayat 11-12 seolah-oleh sangat menekankan wanita harus memakai penutup kepala, tetapi pandangan ini didukung oleh pemikiran akal sehat waktu itu. Bahwa sebaiknya ada perbedaan cara berpakaian antara pria dan wanita. Ini penting pada masa itu sebab umat Kristus harus berbeda penampilannya dengan orang-orang yang tidak mengenal Kristus.

Jadi, anjuran untuk menutup kepala bagi wanita adalah berkaitan dengan latar belakang budaya masa itu. Anjuran itu untuk melindungi kaum wanita. Agar mereka tidak dianggap pelacur karena kepalanya tidak bertudung dan memanjangkan rambutnya agar tidak dianggap lesbian.

Pengajarannya ini juga bisa diterapkan pada masa kini. Semua pengikut Kristus perlu berpenampilan yang mencerminkan wibawa Kristus.
~
DA
# velvet revolver 2012-10-27 20:27
*
Apakah semua wanita berjilbab sudah pasti suci? Saya kira tidak. Bahkan, saya lebih setuju, jika wanita tidak berjilbab tetapi "sehat iman" dibandingkan yang berjilbab dan ternyata (maaf) munafik.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-29 20:07
~
Saudara Velvet Revolver,

Kami sependapat dengan saudara, bahwa berjilbab bukan yang menjamin wanita suci. Jelas penampilan lahiriah tidak menjamin seorang beriman atau tidak.

Kitab suci Injil berkata, “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu” (Injil, Surat 2 Timotius 3:5). Allah tidak menyukai penampilan lahiriah yang terkadang menipu.

Dan inilah yang dikehandaki Allah: “Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah . . . menaruh pengharapannya kepada Allah . . . ” (Injil, Surat 1 Petrus 3:4-5).
~
DA
# soegeng 2012-11-01 10:40
*
Saya yakin bahwa agama yang dibawa Isa adalah agama yang lurus yang diturunkan oleh Tuhan.
 
Islam adalah penyempurna dari agama-agama sebelumnya, termasuk yang diajarkan Isa. Muhammad saw adalah penerus dari Isa, yang memberi petunjuk pada pengikut Isa yang tersesat supaya kembali ke jalan yang benar.

Begitu juga dengan jilbab dan kerudung. Islam menegaskan ajaran Injil yang mengajarkan supaya wanita memakai kerudung dengan kalimat seperti :

Injil, Surat 1 Korintus 11:6, “Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.”
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-02 16:11
~
Saudara Soegeng,

Terimakasih atas komentar saudara.

Isa Al-Masih datang ke dunia bukan atas misi suatu agama tertentu. Demikian juga nabi-nabi yang datang sebelumnya, mereka tidak ada yang datang ke dunia dengan membawa misi suatu agama.

Bagaimana dikatakan menyempurnakan ajaran Isa, sedangkan ajaran-ajaran dalam Al-Quran bertentangan dengan ajaran Isa Al-Masih. Jika saudara ingin membahas hal ini silakan kunjungi situs kami ini: www.isadanislam.com.

Tujuan Isa Al-Masih datang ke dunia hanya satu. Yaitu melepaskan manusia dari ikatan belenggu dosa, dan memberi hidup kekal kepada mereka.

Perhatikanlah perkataan Isa Al-Masih berikut ini, "Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Isa berkata, bahwa Dia adalah sang "Jalan". Melalui Dia orang dapat belajar mengenai "Kebenaran" tentang Allah dan menemukan "Hidup" bersama Allah.
~
DA
# soegeng 2012-11-01 10:49
*
Anda berkata : Pada poin pertama mengatakan “supaya mereka dapat dikenal orang”, bukankah dengan memakai jilbab, kaum wanita akan susah dikenali apalagi dari belakang?

Jawab : Bukan maksudnya mengenali siapa orangnya, tapi mengenali bahwa dia adalah wanita Muslim. Buat kami pria Muslim, jika dia berjilbab maka dia adalah Muslim, maka wajib bagi kami membantunya jika dia membutuhkan bantuan.

Membedakan antara wanita Muslim dan bukan Muslim adalah penting seperti jawaban anda sendiri mengenai perintah tundung Injil Korintus yang menurut anda untuk membedakan wanita baik-baik, pelacur dan lesbian.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-02 16:22
~
Saudara Soegeng,

Tentunya perintah ini diberikan dan dipraktekkan oleh orang Arab, tempat perintah itu diberikan. Sekarang coba pikirkan, jauh sebelum perintah itu ada pengikut Isa Al-Masih sudah memakai jilbab/tudung kepala. Nah, bukankah tidak semua yang berjilbab adalah Muslim, artinya tetap tidak dapat mengenalinya, bukan?

Namun berjilbab bukan yang menjamin wanita suci. Jelas penampilan lahiriah tidak menjamin seorang beriman atau tidak.

Wanita sholelah adalah wanita yang mempunyai hubungan baik dengan Allah. Bukan hanya sekedar memakai jilbab. Kitab suci Injil berkata, “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu” (Injil, Surat 2 Timotius 3:5). Allah tidak menyukai penampilan lahiriah yang terkadang menipu.
~
DA
# soegeng 2012-11-01 10:59
*
Anda bertanya : Mungkin saudara dapat menjelaskan maksud dari “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” kepada kita?

Ini petunjuk bahwa aurat yang harus ditutup adalah seluruh tubuh. Lalu mengapa banyak muslim membiarkan wajah dan telapak tangan terbuka? ini berdasar Qs 24:31; “...dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya...”

Tubuh wanita adalah perhiasan, begitu indahnya di mata pria, dan dilarang untuk ditampakkan kecuali yang biasa nampak. Para ulama menafsirkan yang biasa nampak itu adalah wajah dan telapak tangan.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-02 16:25
~
Saudara Soegeng,

Terimakasih atas penjelasan saudara tentang kutipan ayat di atas.

Artinya sama dengan perintah, supaya mereka menutup kepala dan badan mereka dengan jilbabnya.

Yang dimaksud dengan perhiasan wanita oleh Allah adalah “Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah . . . menaruh pengharapannya kepada Allah . . . ” (Injil, Surat 1 Petrus 3:4-5).
~
DA
# soegeng 2012-11-10 08:11
*
Anda berkata : Bagaimana dikatakan menyempurnakan ajaran Isa, sedangkan ajaran-ajaran dalam Al-Quran bertentangan dengan ajaran Isa Al-Masih

Betul memang ada yang berbeda, tapi tidak akan dibahas di sini karena jatah commentnya tidak akan cukup.

Tapi ada juga kan yang selaras, seperti perintah bertudung ini. Kalau Injil menyuruh bertudung, wanita Muslim pun bertudung, kenapa anda permasalahkan? Kenapa anda bukannya bangga karena wanita Muslim mengikuti ajaran Injil?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-14 16:34
~
Saudara Soegeng benar, jika saudara ingin membahas ajaran Al-Quran yang bertentangan dengan ajaran Isa Al-Masih silakan kunjungi situs kami ini: www.isadanislam.com yang membahas hal itu.

Saudara Soegeng, bukankah sah-sah saja jika kita menanyakan sesuatu yang menurut kita aneh dan tidak masuk akal. Sehingga kita dapat berbagi dan belajar bersama.

Perlu kami tekankan bahwa berjilbab bukan yang menjamin wanita suci. Jelas penampilan lahiriah tidak menjamin seorang beriman atau tidak.

Dan inilah yang dikehendaki Allah, “Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah . . . menaruh pengharapannya kepada Allah . . . ” (Injil, Surat 1 Petrus 3:4-5).
~
DA
# soegeng 2012-11-10 08:16
*
Anda berkata : Tentunya perintah ini diberikan dan dipraktekkan oleh orang Arab, tempat perintah itu diberikan. Sekarang coba pikirkan, jauh sebelum perintah itu ada pengikut Isa Al-Masih sudah memakai jilbab/tudung kepala. Nah, bukankah tidak semua yang berjilbab adalah Muslim, artinya tetap tidak dapat mengenalinya, bukan?

Begitulah, perintah itu diberikan oleh orang Arab dulu sekali, namun Al-Quran tidak hanya sebatas untuk orang Arab untuk masa 14 abad yang lalu.

Saat ini di Indonesia anda bisa melihat wanita berjilbab, anda tahu wanita itu Muslim atau bukan. Bahkan jilbab wanita Muslimpun berbeda dengan jilbab biarawati, masih bisa mengenali/membe dakannya.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-14 16:36
~
Saudara Soegeng,

Bukan saat ini yang kami utarakan di atas, tetapi pada saat perintah itu diberikan. Bukankah jauh sebelum perintah itu ada, pengikut Isa Al-Masih sudah memakai jilbab/tudung bukan? Jadi, bukankah tidak semua yang berjilbab adalah Muslim.

Sebaliknya bagaimana dengan alasan diwajibkannya wanita Muslim memakai jilbab menurut Hadist Shahih Muslim 26 No. 5397 menulis: “Isteri-isteri nabi kita biasanya pergi ke lapangan terbuka pada malam hari untuk memenuhi panggilan alam (buang air besar dan kecil) tanpa kerudung atau hijab. Umar bin Khattab pernah memergoki dan mempermalu Sauda, salah satu isteri Nabi Muhammad, ketika sedang buang air”

Jika pada saat itu, mereka memikirkan perihal sarana pembuangan hajat seperti toilet, mungkin ayat ini tidak akan pernah diturunkan. Mengingat setiap manusia pasti akan membuang hajat, tidak hanya wanita. Dengan kata lain ayat ini tidak relevan saat ini.
~
DA
# soegeng 2012-11-10 08:25
*
Anda berkata : Namun berjilbab bukan yang menjamin wanita suci. Jelas penampilan lahiriah tidak menjamin seorang beriman atau tidak.

Yang ini akur. Wanita berjilbab bisa berzinah, pria berbaju gamis bisa mencuri, pria berpeci bisa membunuh.

"Demikianlah (perintah Allah), dan barangsiapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar (perintah dan larangan) Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan (dalam) hati” (Qs 22:32).

Rasulullah bersabda: “Takwa itu terletak di sini”, sambil beliau menunjuk ke dada/hati beliau tiga kali [HR Muslim]

Penampilan lahiriah sangat tidak menjamin. Yang utama adalah kepatuhan batiniah di dalam hati. Bagi wanita Muslim, mengenakan jilbab adalah salah satu tanda ia patuh pada perintah Tuhan.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-14 16:38
~
Saudara Soegeng,

Firman Allah berkata, "Dari hati orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa napsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan" (Injil, Rasul Markus 7:21-22).

Ayat di atas menyatakan bahwa hati adalah tempat yang kotor. Lalu bagaimana hati yang kotor dapat berkenan kepada Allah? Untuk itulah manusia perlu dibersihkan hatinya dan untuk dapat benar-benar lepas dari dosa, manusia membutuhkan pertolongan.

Hanya Isa Al-Masih, akibat penyaliban-Nya, dapat menghapus kejahatan ini dari hati manusia. Ayat Allah di bawah ini menunjukkan peranan Isa Al-Masih dalam pembersihan hati dari dosa!

“. . . darah Yesus . . . menyucikan kita dari pada segala dosa” (Injil, Surat I Yohanes 1:7). Kami mnyarankan saudara dapat mengunjungi situs kami di tinyurl.com/6wf9w8k, Terimakasih.
~
DA dan Salma
# soegeng 2012-11-10 08:29
*
Anda berkata : Wanita sholehah adalah wanita yang mempunyai hubungan baik dengan Allah. Bukan hanya sekedar memakai jilbab. Kitab suci Injil berkata, “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu” (Injil, Surat 2 Timotius 3:5). Allah tidak menyukai penampilan lahiriah yang terkadang menipu.
~

Ini juga akur. Jadi seharusnya secara lahiriah mereka beribadah, dan secara batiniah juga harus beriman dengan benar. Jadi wanita Muslim jika ingin selamat, berjilbablah dengan baik dan rapi, dan lakukan perintah Tuhan dengan sungguh-sungguh dan jauhi larangan-Nya. Kalau wanita Muslim beriman tapi tidak berjilbab, dia masih melawan perintah Tuhan.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-14 16:40
~
Saudara Soegeng,

Sebagai orang yang beriman, tentu tidak akan hidup semaunya. Mengenai keselamatan, pengikut Isa Al-Masih tidak ada yang mengandalkan perbuatannya untuk selamat. Mereka bersandar penuh pada pengorbanan Isa Al-Masih yang sempurna. Isa Al-Masih adalah sumber keselamatan.

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (Injil, Surat II Korintus 5:21).

Keselamatan hanya berdasarkan pemberian/rahma t dari Allah. Sedangkan kami pengikut Isa Al-Masih melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya bukan supaya selamat. Tetapi mengasihi Allah, karena Allah telah terlebih dulu mengasihi kita. Kiranya saudarapun akur dengan kebenaran ini.

Jadi keselamatan yang dicari wanita sholehah tidak dapat diusahakan dengan memakai busana yang kelihatan agamawi.
~
DA
# soegeng 2013-01-02 01:33
*
Bismillah,

1. Bagaimana sikap anda terhadap perintah pada Injil bagi wanita untuk bertudung seperti pada 1 Korintus 11:5 - 11,13? Apakah anda memperhatikan, lalu melaksanakan atau hanya mengabaikan saja?

2. Bagaimana menurut anda tentang para biarawati yang bertudung? Kalau memang hatinya sudah suci, mengapa bertudung? Pernahkah anda mempermasalahka n tudung mereka seperti terhadap Muslimah?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-14 15:25
~
Saudara Soegeng,

Kita harus menimbang konteks suatu ayat, apakah hal tersebut ditujukan kepada kita dan harus kita laksanakan atau bukan; Dan sebenarnya ada banyak hal tertulis dalam Alkitab tetapi bukan merupakan “perintah” yang harus diikuti. 

Jadi setiap Firman yang tertulis memiliki konteks. Konteksnya apa? maka kita pahami setiap ayat-ayat yang tertulis sesuai "muatan" ayat itu.

Di masa kini, anjuran/pengaja ran tersebut tetap bisa dipakai sebagai pembelajaran. Tetapi selayaknya setiap orang percaya mengenakan pakaian yang sopan, meskipun tidak berkerudung.

Dan lagi, seorang wanita berkerudung atau tidak, tidak dapat menjamin ibadahnya berkenan di hadapan Allah dan juga tidak menambah “kemungkinan” dia dapat masuk sorga.
~
DA/SO
# soegeng 2013-01-17 23:14
*
Jadi menurut anda bagaimana konteksnya Injil 1 Korintus 11:5 - 11,13? Siapa wanita yang dimaksud pada Injil ini? Apakah wanita Kristen tidak termasuk yang diperintahkan bertudung? Mengapa? Bagaimana anda bisa menghakimi bahwa perintah Tuhan di Injil itu bukan perintah? Anda tidak takut melawan perintah Tuhan?

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui QS 2:42

Dan anda sindiran buat anda dari Tuhan: Apakah kamu beriman kepada sebagian AlKitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? QS 2:85.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-29 09:27
~
Saudara Soegeng,

Hal ini masalah bertudung bukanlah satu kewajiban bagi setiap pengikut Isa ketika berdoa. Sebab, perihal bertudung yang dijelaskan pada ayat tersebut hanya masalah kesopanan dan juga budaya di tempat itu. Isa tidak pernah memberi perintah kepada pengikut-Nya untuk menggunakan tudung kepala ketika berdoa.

Demikian juga dengan Muslim, setahu kami tidak ada perintah yang mengharuskan wanita menggunakan jilbab. Namun, kita dapat melihat cukup banyak wanita yang menggunakan jilbab. Walau kita sendiri tidak tahu apa tujuan mereka menggunakan jilbab. Apakah supaya terlihat taat atau memang dia merasa wajib menggunakan jilbab. Lalu, bagaimana dengan wanita yang tidak berjilbab, apakah lantas kita bisa menyimpulkan bahwa mereka bukan wanita yang taat? Tentu tidak bukan!

Penampilan lahiriah memang perlu, tetapi yang lebih perlu adalah hubungan baik dengan Allah. “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu” (Injil, Surat 2 Timotius 3:5). Apakah kita harus menipu Allah dengan penampilan lahiriah yang sepertinya seorang yang taat?

Simaklah ayat ini, “Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah . . . menaruh pengharapannya kepada Allah . . . ” (Injil, Surat 1 Petrus 3:4-5).

Keindahan hati seseorang lebih berharga di mata Allah daripada penampilan lahirian.
~
SO
# soegeng 2013-01-17 23:20
*
Kemudian kenapa anda menghapus komen yang menuliskan isi Injil 1 Korintus 11:5 - 11,13? Apakah anda takut terkuak kebenaran bahwa Injil juga memerintahkan para wanita untuk bertudung?

Kemudian bagaimana dengan para biarawati? Mengapa anda tidak menyindir mereka di artikel anda karena mereka bertudung seperti anda menyindir para Muslimah? Sudahkah anda menyuruh/memint a mereka melepaskan tudungnya?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-29 09:28
~
Saudara Soegeng,

Kami bukanlah seorang pencuri, kami juga bukan kumpulan orang-orang yang suka memutar-balikka n kebenaran firman Allah. Lalu, mengapa kami takut dengan komentar saudara?

Mengenai ayat yang saudara tanyakan, silakan lihat penjelasan kami pada komentar saudara di atas.

Tentang biarawati, sebelum kami menjawab, kami ingin bertanya kepada saudara: Mengapa seorang dokter ketika memeriksa pasiennya harus menggunakan jubah dokternya? Mengapa seorang hakim ketika bertugas harus menggunakan jubah? Mengapa seorang koki harus menggunakan baju khusus ketika memasak?

Saudara bertanya apakah kami sudah meminta seorang biarawati melepas jubah mereka. Pertanyaan kami, apakah saudara dapat meminta kepada seorang hakim, seorang dokter, bahkan seorang koki untuk melepas jubah mereka ketika sedang bertugas?
~
SO
# jhoni setiawani 2013-02-21 11:20
*
Kristen menyembah patung yang tidak pakai celana. Maklum kamu bilang yang penting hatinya bukan pakaiannya.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-02-25 16:25
~
Saudara Jhoni Setiawan,

Umat Kristen tidak menyembah patung. Tetapi menyembah Allah yang Esa, Allah yang hidup dan penuh kasih.

Saudara Jhoni, sering kami mendengar ejekan tersebut. Jika saudara sungguh mencari kebenaran dan mau berpikir tentu saudara tidak akan mengeluarkan ejekan seperti itu.

Mari kita perhatikan nubuatan tentang hal itu: "Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku." (Kitab, Mazmur 22:19). Dan digenapi ketika Isa Al-Masih disalib "Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi" (Injil, Rasul Besar Matius 27:35).

Tetapi inilah yang patut kita ketahui : "Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita" (Injil, Surat 1 Yohanes 3:16).

Isa Al-Masih sangat rela untuk menderita ganti kita. Adakah Saudara juga rela menyambut uluran tangan-Nya, untuk mau percaya kepada-Nya?
~
DA
# miun-soun 2013-04-03 12:27
*
Pemikiran yang bodoh! Coba pelajari Islam secara menyeluruh, bukan hanya sekedar membaca dan menganalisa. Lihat dan pelajari dengan guru-guru Islam dengan mendalam.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-04-10 16:03
~
Saudara Miun-Soun,

Hal bodoh apakah yang saudara Miun maksud? Adakah yang salah dari artikel di atas? Kiranya Saudara Miun berkenan memberitahu kami. Kami senang jika saudara Miun memberi masukan, pendapat atau berbagi ilmu di sini.
~
DA
# mujahidin 2013-04-03 22:50
*
Jilbab dan berbuat baik merupakan perintah wajib yang harus dilakukan oleh seorang Muslimah. Meninggalkan salah satu merupakan perbuatan dosa. Sangat tidak logis dan bertentangan dengan akal sehat, dosa seseorang ditanggung orang lain.

Al-Quran tidak akan sejalan dengan Injil. Karena Al-Quran terjaga kemurniannya. banyak orang hafal, di seluruh dunia sama tidak ada bedanya, dan tidak ada versi lain. Sedangkan Injil, tidak ada satupun orang yang hafal, dan ada banyak versi.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-04-10 16:29
~
Saudara Mujahidin,

Apakah dengan memakai jilbab dan berbuat baik dapat menjamin seseorang tidak berdosa? Tidak bukan!

Saudara Mujahidi, karena kasih Allah bagi kita Ia memberikan jalan keselamatan. Melalui penyaliban Isa Al-Masih menyatakan hikmat Allah dalam merencanakan suatu jalan keselamatan yang adil dan penuh dengan kasih. Kiranya kisah ini tinyurl.com/ccas4kb menjadi pemahaman baru bagi saudara.

Mengenai Al-Quran dan Alkitab silakan beralih ke situs ini: www.isadanislam.com dan www.isadanalquran.com. Jika ingin berdiskusi lebih inten dan di luar topik email kami di
~
DA
# soegeng 2013-04-19 01:12
*
Seragam koki dan dokter tidak bisa disamakan dengan kerudung biarawati. Pertama, seragam dokter dan koki dalam konteks pekerjaan duniawi, sedangkan kerudung biarawati dalam konteks religius.

Kedua, seragam dokter dan koki hanya digunakan ketika bertugas. Lalu apakah biarawati melepas kerudung mereka ketika mereka ke pasar atau keluar biara?

Saya tetap menyarankan agar anda meminta para biarawati melepas kerudung mereka seperti anda meminta para Muslimah melepas kerudungnya. Jangan diskriminatif. Ajaklah para biarawati melepas kerudung mereka karena kesucian bukan terletak pada kerudung mereka. Mereka bisa tetap berdoa dan tetap suci tanpa berkerudung, begitukan?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-04-19 15:55
~
Saudara Soegeng,

Maaf salah satu komentar saudara kami hapus, karena intinya sama.

Bagaimana kabar Saudara Soegeng, tentu baik bukan? Terimakasih sudah bersedia memberi komentar kembali. Bila Saudara Soegeng ingin berdiskusi lebih inten silakan email kami di

Seperti kami jelaskan di atas perihal tudung adalah masalah kesopanan dan budaya setempat. Jelas penampilan lahiriah tidak menjamin seorang beriman atau tidak, bukan? Namun, ketika tidak bertudung tentu wanita tetap berpakaian dengan sopan dan rapi.

Kami tidak mengatakan agar wanita Muslim melepas kerudung, tetapi menegaskan bahwa Keselamatan yan g dicari wanita sholehah tidak dapat diusahakan dengan memakai busana yang kelihatan agamawi.

Apakah menurut saudara Soegeng dengan berkerudung dapat menjamin seseorang selamat?
~
DA
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-08-30 09:16
~
Kepada seluruh pengunjung situs,

Terimakasih atas kesetiaan saudara-saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami.

Saran kami, dalam memberi komentar kiranya saudara dapat mengikuti aturan yang sudah kami cantumkan pada setiap artikel yang ada di situs ini.

Berikut kami copy kembali aturan tersebut:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian.
(3) Sebaiknya satu atau paling dua pertanyaan / konsep dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Masukan tidak boleh memakai singkatan-singk  atan, misalnya yg, dlm, sdh,dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.
(9) Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Kami mempersilakan Saudara mengemail  untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.
~
DA
# botasupal 2013-11-12 08:52
~
Terimakasih atas ulasan di atas, setelah membaca artikel di atas saya baru paham atas dasar Qs 33:59 bahwa kemudian kawan kita mengenakan jilbab. Yang ingin saya tanyakan apakah itu perintah datangnya dari Allah? Terimakasih.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-11-19 15:54
~
Saudara Botasupal,

Maaf kami tidak dapat menjawab pertanyaan saudara di sini, bila Saudara Botasupal ingin membahas tentang Al-Quran silakan bergabung di sini: tinyurl.com/kmvp3xj

Perlu kami sampaikan, topik di atas menekankan bahwa wanita solehah tidak dapat di nilai dari jilbab yang dikenakan. Jilbab adalah pakaian jasmani tidak lebih dari itu.

Wanita sholelah adalah wanita yang mempunyai hubungan baik dengan Allah. Bukan hanya sekedar memakai jilbab. Bagaimana dapat memiliki hubungan baik dengan Allah langkah-langkah di sini tinyurl.com/cy279xv akan menolong saudara memilikinya.
~
Daniar
# Ferri 2013-12-31 16:50
~
Ya memang benar, jangan menilai orang dari sampulnya saja.

Tapi ini kan perintah Allah bagi Muslimah untuk berjilbab. Agar wanita dapat terlindungi dari pandangan yang membuat zinah.

"Tetapi Aku berkata padamu: setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya , sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (Injil, Rasul Besar Matius 5:28).

Bukankah mencegah itu lebih baik dari pada mengobati? Cegahlah zinah itu.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-01-08 13:38
~
Saudara Ferri,

Faktanya, tidak sedikit wanita berjilbab yang hamil di luar nikah. Dan tidak sedikit pula wanita tidak berjilbab tetapi hidupnya benar dihadapan Allah.

Adalah baik bila melakukan aturan-aturan agama. Namun yang jelas aturan-aturan itu tidak dapat menyucikan hati kita. Firman Allah berkata, "Dari hati orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa napsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan" (Injil, Rasul Markus 7:21-22).

Jadi masalah ini perlu dibereskan. Hanya Isa Al-Masih, akibat penyaliban-Nya, dapat menghapus kejahatan ini dari hati manusia. Ayat Allah di bawah ini menunjukkan peranan Isa Al-Masih dalam pembersihan hati dari dosa!

“. . . darah Yesus . . . menyucikan kita dari pada segala dosa” (Injil, Surat I Yohanes 1:7).
~
Daniar
# indahnian 2014-01-21 15:41
~
Menurut saya jilbab / kerudung adalah budaya yang diadopsi oleh Islam dengan tujuan baik. Masalahnya apakah itu masih relevan dengan perkembangan jaman atau budaya segala tempat.

1. Orang berjilbab belum tentu solehah (malah bisa sebagai kedok) anda bisa tertipu. Yang katanya aurat suku-suku pedalaman tidak ada masalah dengan pakaian (tergantung otaknya ngeres apa tidak).

2. Wanita berjilbab sekarang cantik-cantik lho apa tidak tergoda tuh laki-laki (jadi apa masih relevan).

Menurut saya Injil, Surat 1 Petrus 3:4-5 paling relevan sampai kapan pun dan dimana saja, dan tidak menipu. Jadi jilbab bukan segala-galanya, juga tidak bisa untuk menjustifikasi kesolehahan seorang wanita.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-01-23 15:03
~
Saudara Indahnian,

Memang tidak jarang motifasi wanita Muslim berjilbab agar terlihat solehah, lebih cantik, atau terlihat sebagai wanita yang taat beragama. Jilbab yang sebatas pakaian jasmani tidak dapat dijadikan tolok-ukur tingkat kerohanian seseorang. Dengan kata lain, wanita berjilbab belum tentu lebih rohani dibanding wanita tidak berjilbab.

Ya, bila kita melihat wanita Muslim Indonesia dengan berbagai gaya jilbab yang dikenakan. Sehingga tampil cantik tentu mata/hati setiap pria akan tergoda, bukan? Jelas jilbab tidak dapat menjamin keselamatan wanita dari kejahatan ataupun menutupi dosa. Menurut kami, hati pria perlu dibersihkan dari dosa juga.

“Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan” (Injil, Rasul Markus 7:21). Berjilbab memang baik, tetapi yang lebih penting adalah menutup hati dari dosa-dosa yang akan membuat kita binasa selamanya, bukan?
~
Daniar
# usop 2014-03-29 12:15
~
Alangkah bagusnya topik artikel ini "Kerudung Muslimah dan Kerudung Biarawati". Agar kita dapat berbagi pengetahuan. Mau tanya, jika admin Kristen, kenapa hanya Biarawati yang bertudung?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-04-09 17:54
~
Saudara Usop,

Terimakasih untuk masukannya, topik yang menarik.

Mengapa hanya Biarawati yang bertudung? Bertudung bukanlah satu kewajiban bagi setiap pengikut Isa. Sebab, perihal bertudung hanya masalah kesopanan dan budaya setempat. Di masa kini, anjuran/pengaja ran tersebut tetap bisa dipakai maupun sebagai pembelajaran.

Namun inilah yang dikehendaki Allah: “Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah . . . menaruh pengharapannya kepada Allah . . . ” (Injil, Surat 1 Petrus 3:4-5).

Keindahan hati seseorang lebih berharga di mata Allah. Seorang wanita berkerudung atau tidak, tidak dapat menjamin ibadahnya berkenan di hadapan Allah dan juga tidak menambah “kemungkinan” dia dapat masuk sorga.
~
Daniar
# jasmin123 2014-04-10 16:54
~
Saya suka dengan wanita yang menjaga kehormatan bertudung. Wanita Kristen bertudung juga baik asal jangan munafik. Jangan memandang rendah wanita yang tidak bertudung. Dan jangan mengklaim bahwa wanita yang tidak bertudung adalah wanita yang tidak beriman.

Yang penting wanita tahu berpakaian sopan. Dan yang utama di hatinya ada iman Kristus dan menjalankan Firman-Nya. Maka sempurnalah wanita menjadi pengikut Kristus. Amin Kristus memberkati.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-04-23 15:28
~
Saudara Jasmin,

Terimakasih atas komentarnya.

Benar, Allah tidak menyukai penampilan lahiriah yang hanya untuk menipu. Kitab Allah berkata, “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu” (Injil, Surat 2 Timotius 3:5).

Kiranya menjadi pencerahan bagi saudara-saudara yang lain.
~
Daniar
# Pengamat 2014-06-03 19:31
~
Staff Isa Islam mengatakan bahwa kesucian itu pada ruh bukan pada tubuh, oleh karena itulah jilbab tidak bisa menyucikan.

Pertanyaannya: Kalau kesucian itu pada ruh, bukan pada tubuh, mengapa kalian harus menutupi kemaluan Yesus dengan kain?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-06-10 16:59
~
Saudara Pengamat,

Injil menjelaskan bahwa “dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat” (Injil, Rasul Besar Matius 15:19). Inilah yang perlu disucikan.

Membersihkan/menutupi tubuh dari kotoran jasmani adalah mudah, bukan? Namun bagaimana membersihkan hati dari kotoran dosa-dosa kita?
~
Daniar
# Pengamat 2014-10-15 00:30
~
Anda mengatakan kesucian itu pada hati, bukan pada penutup tubuh (hijab).
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-10-18 07:15
~
Salam Sdr. Pengamat,

Kami minta maaf karena komentar saudara sebagian telah kami hapus.

Jelas sekali kesucian seseorang berasal dari hatinya. Apakah saudara memiliki pendapat lain tentang hal tersebut?
~
Salma

Isadanislamstudi2

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer