Kesaksian Suwarni dari Jawa Timur

Simbol Poligami

Saya lahir dari latar belakang Islam Kejawen. Sehingga, walaupun keluarga kami taat beribadah dan berpuasa, tapi kami juga percaya pada dukun dan paranormal. Kami juga mempercayai adat-istiadat Jawa yang berhubungan dengan okultisme. Kami percaya hal itu tidak bertentangan dengan agama yang kami anut.

Menikah Dan Dipoligami

Setelah usia saya dewasa dan siap untuk menikah, saya menerima lamaran dari seorang pria yang saya cintai. Pernikahan yang bahagia sebagai sepasang suami isteri dan beberapa anak, adalah impian saya.

Namun kebahagiaan yang saya rasakan hanya sesaat. Di usia pernikahan kami yang baru satu tahun, suami saya menyatakan keinginannya untuk menikah lagi. Menurutnya, walau dia masih mencintai saya, tapi saya tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Sedangkan wanita yang akan dinikahinya itu, dapat memenuhi setiap kebutuhannya.

Dia meminta pengertian saya untuk mengijinkannya menikah lagi. Sebagai wanita Muslim, saya tidak dapat berbuat apa-apa selain mengijinkannya. Saya tidak dapat membantah keinginan suami saya. Islam tidak memperbolehkan isteri melarang suaminya berpoligami. Sebaliknya, sebagai isteri, seharusnya saya mendukung suami berpoligami.

Minta Bercerai

Keinginan suami untuk berpoligami tidak dapat saya tolerir. Saya sangat marah dan merasa dikhianati. Saya pun memutuskan untuk bercerai, walau saya masih mencintai dia.

Setelah bercerai dari suami, saya merasa depresi. Saya masih mencintainya dan tidak dapat melupakannya.

DukunMinta Pertolongan Dukun

Dalam keputus-asaan, saya menemui seorang dukun. Saya berharap, dukun tersebut dapat membantu, agar saya dapat melupakan mantan suami saya dan kembali melanjutkan hidup.

Dukun itu memberi saya sebuah jimat. Dia meminta saya untuk naik kereta api pada hari dan di tempat tertentu, lalu melempar jimat tersebut lewat jendela kereta api yang saya naiki. Saya melakukan semua yang diperintahkan dukun itu, tetapi tetap saja saya tidak dapat melupakan mantan suami saya.

Bertemu Seorang Kristen Dan Menerima Keselamatan

Dalam keadaan depresi, saya bertemu dengan seorang Kristen Jawa. Dia menjelaskan tentang Kabar Baik Keselamatan dan Isa Al-Masih. Setelah mendengarkan penjelasan dari teman Kristen tersebut, saya memutuskan untuk menerima Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Sejak menerima Keselamatan dari Isa Al-Masih, seluruh hidup saya dipulihkan. Damai sejahtera memasuki hati saya. Suka-cita yang belum pernah saya rasakan selama ini, menjadi bagian dari hidup saya.

Saya mulai menyaksikan kepada teman-teman dan keluarga saya mengenai Juruselamat yang saya temukan. Beberapa diantara mereka menjadi pengikut Isa Al-Masih. Tetapi beberapa juga sangat menentang. Saya menanggung penderitaan yang Al-Masih jelaskan akan terjadi.

Sekarang saya dapat merasakan kebahagiaan. Saya tidak lagi merasa putus-asa karena dikhianati suami. Sekarang saya telah menjadi hamba Tuhan. Kerinduan saya adalah agar pelayanan saya menghasilkan buah, dan membawa banyak jiwa pada Al-Masih. Semoga kesaksian saya ini dapat menguatkan saudara.

[Staf Isa dan Islam – Apakah saudari pembaca rindu mengalami Keselamatan dan damai sejahtera seperti yang dialami Suwarni di atas? Artikel tentang Keselamatan pada tautan ini dapat membantu saudara menemukannya.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Apabila Anda memiliki keinginan untuk didoakan, silakan mengisi permohonan doa dengan cara klik link ini.

Untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments   

# pengikut_nabi_isa 2012-09-09 07:02
*
Kepercayaan dia kepada dukun dan para normal itu sendiri menunjukkan sebenarnya dia telah keluar dari agama Islam. Islam mengharamkan menggunakan pawang dan bomoh. Saya merasa dia telah disesatkan oleh setan karena tidak memahami Islam yang sebenarnya.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-13 11:05
~
Islam adalah agama yang menolak keras pada penyembahan berhala atau menduakan Allah. Namun kita juga tidak dapat menutup mata pada kenyataan yang ada, dimana orang-orang Islam juga percaya pada kekuatan gaib. Kesaksian di atas hanyalah salah satu dari sekian banyak umat Muslim yang percaya pada tahayul. Dan yang menyedihkan, tidak sedikit orang-orang yang mereka sebut sebagai “orang pintar” itu adalah seorang yang agamawi.

Bahkan pada ritualnya, sang “orang pintar” itu menggunakan ayat-ayat Al-Quran dan berdoa pada Allah. Sekilas memang terlihat cukup rohani.

Mungkinkah dalam Islam ada satu kepercayaan pada kekuatan gaib? Sebuah sumber mengatakan bahwa Muhammad pun mempunyai seorang jin yang selalu setia mendampinginya.

Jin sama dengan iblis. Dan inilah perkataan Kitab Suci tentang iblis, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keing inan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta” (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:44).
~
SO
# Pengikut_nabi_isa 2012-09-13 12:07
*
Saya pun tidak pernah mendengar bahwa nabi Muhammad mempunyai jin.

Iya, memang benar, jin adalah kategori iblis dan orang yang meminta pertolongan iblis, sudah keluar dari agama Islam.

Kita menyembah Allah yang satu, tapi pemahaman kita terhadap-Nya berbeda.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-18 14:17
~
Ada satu pengajaran yang mengatakan bahwa Muhammad mempunyai jin yang selalu menyertai dia. Dan juga dikatakan bahwa Muhammad banyak mengislamkan jin. Mungkin itulah sebabnya dalam Al-Quran terdapat ayat-ayat jin. Sehingga pantas untuk dipertanyakan apakah benar Al-Quran adalah wahyu dari Allah?

Tentu Tuhan yang menciptakan jagat raya ini beserta isinya adalah satu. Namun sulit untuk mengakui begitu saja bahwa Allah yang berbicara dalam kitab suci Islam dengan Allah yang berbicara dalam kitab-kitab sebelumnya adalah Allah yang sama. Sebab isi dari kitab tersebut terdapat beberapa yang bertentangan. Bila Allah yang berbicara adalah sama, maka seharusnya Dia pun akan memberi pengajaran yang sama, bukan bertentangan.
~
SO
# herman muslim 2012-09-15 10:52
*
Kepada staff Isa Islam dan Kaum Wanita

Mungkin anda belum memahami bahwa jin adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Dan jin pada dasarnya sama seperti manusia ada yang beriman juga ada yang kafir. Tentu saja Islam percaya kepada yang ghaib karena ghaib itu bukan alam manusia. Allah itu tidak berada di alam manusia makanya kita percaya kepada yang ghaib.

Yang jadi masalah orang yang percaya dukun, atau orang pintar, dia telah menduakan Allah. Dia telah meminta kepada selain Allah itu masalahnya. Nah dari artikel di atas saja Suwarni sudah percaya sama dukun. Keislamannya sudah tidak sempurna. Wajar saja kalau dia dengan mudahnya berpindah agama. sangat wajar sekali.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-20 16:43
~
Saudara Herman Muslim,

Jin sama dengan iblis. Dan inilah kata Alkitab tentang iblis, "Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keing  inan bapakmu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Keti ka ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta " (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:44).

Saudaraku, bukankah umat Islam juga percaya akan kekuatan gaib? Dan itulah yang dilakukan oleh saudari Suwarni. Namun itu tidak memberikan jalan keluar dan kedamaian di hatinya.

Ketika ia memutuskan untuk menerima Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat -nya, seluruh hidupnya dipulihkan dan sukacita sejati ada dalam hatinya.
~
DA
# sholeh 2012-09-28 13:12
*
Meminta pertolongan kepada dukun atau jin atau semacamnya hukumnya sirik dalam Islam. Tidak ada pembenaran sama sekali. Sedang berdoa atau meminta kepada Allah memang diperintahkan sebagai wujud hamba dengan Allah.

Anda jangan mencampur aduk yang hak dengan yang batil. Pelanggaran individu bukan alasan menyalahkan agama. Kecuali ada perintah yang menyuruh untuk itu. Semua agama ada hukum dan pertanggungan-j awabnya. Anda tidak perlu mengurusi Islam apalagi mencampur dengan hal diluar Islam.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-03 17:14
~
Saudara Sholeh,

Bagaimana dengan Qs 72:6, bahwa manusia boleh atau dapat meminta pertolongan dan perlindungan pada jin-jin. Apakah hal ini tidak berarti “Menyekutukan” Allah yang Maha Esa itu?

Jadi, apakah individu itu salah jika minta pertolongan pada jin? Tentu tidak, karena Al-Quran mengajarkan demikian.

Kami tidak bertujuan untuk mengurusi Islam, tetapi kami ingin berdiskusi dan belajar bersama.
~
DA
# firdaus 2012-10-01 09:36
*
Dari kisah di atas saya bisa memaklumi bagaimana perasaan Suwarni yang tidak mau dipoligami.

Namun, dilihat dari sebab alasan tidak mampu melayani kebutuhan suami dalam hal apa di sini tidak jelas. Maka dalam ajaran Islam persoalan kehidupan nyata di masyarakat seperti ini ada jawab dan aturannya untuk kebahagian bersama. Karena jika Ibu Suwarni tak mampu melayani kebutuhan suami, maka akan mengurangi tujuan pernikahan itu dan menyiksa perasaan suami yang sebagai manusia perlu dilayani kebutuhannya.

Kita jangan menutup mata tentang ini dan pura-pura tidak tahu, tentang lebih baik ada aturan atau keterbukaan daripada sembunyi-sembun yi ini menyangkut jasmani dan rohani.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-03 17:16
~
Saudara Firdaus,

Demikianlah yang dirasakan oleh Muhammad ketika anaknya hendak dipoligami.

“Saya tidak ijinkan, sama sekali, saya tidak ijinkan, kecuali bila anak Abi Thalib (Ali) menceraikan anakku dahulu. Fatimah adalah bagian dari diriku: Apa yang meresahkan dia, akan meresahkan diriku, dan apa yang menyakiti hatinya, akan menyakiti hatiku juga” (Jami’ al-Ushul, JuZ XII, 162, nomor hadist: 9026).

Ternyata Muhammad tahu bahwa poligami hanya akan menyakiti hari seorang wanita.

Dari alasan poligami yang anda sebutkan, benarkah Allah hanya mengutamakan perasaan dan kebutuhan pria saja? Apapun alasannya, baik suatu keharusan atau pun tidak, poligami tetaplah bukan ajaran dari Allah. Sebab sejak semula Allah telah menetapkan seorang suami hanya berhak atas satu isteri, demikian sebaliknya (Taurat, Kitab Kejadian 2:24).
~
DA
# Park muslim 2012-11-04 23:03
*
Saya membaca beberapa komentar dan balasan admin, rasanya membuat hati jauh dari rahmat Allah swt. Siapapun kita hendaklah kita sadar bahwa kita ada di muka bumi ini untuk menjadi wakil Allah swt. Allah telah turunkan utusan-utusan-N ya untuk kita teladani. Allah telah turunkan kitab-kitab-Nya untuk kita pelajari dan amalkan.

Renungkanlah, tidak sulit bagi Allah untuk menjadikan manusia ini menjadi umat yang satu. Tetapi Allah hendak menguji kita semua. Apakah kita akan tetap menyekutukan Allah atau tidak?

Renungkanlah dan kembalilah pada tauhid dan rukunlah dengan sesama. Apa yang kamu yakini, jalanilah dan biarlah mereka menjalankan apa yang mereka yakini. Jangan merasa diri paling benar karena kebenaran itu milik Allah swt. Salam dalam ketenangan.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-05 15:58
~
Saudara Park Muslim,

Kami menghargai pandangan saudara. Adakah yang membuat hati saudara jauh dari rahmat Allah?

Di atas adalah kesaksian Ibu Suwarni yang mengalami rahmat Allah, yaitu pemberian keselamatan karena anugerah. Demikian pengikut Isa Al-Masih yakin akan keselamatan kekal, hanya karena rahmat Allah. Isa Al-Masih disebut “rahmat” dari Allah (Qs 19:21).

Penjelasan selengkapnya silakan baca dan renungkan di url ini: tinyurl.com/cx67lhz

Kami sependapat dengan saudara bahwa kerukunan sangat penting, sehingga kita dapat hidup berdampingan dengan sukacita. Kami juga tidak membenarkan atau pun berusaha mencari kebenaran diri sendiri.

Namun kalau kebenaran Allah sudah dinyatakan, sebagaimana kisah nyata yang dialami oleh Ibu Suwarni maka tidak ada seorang pun yang dapat membelenggu kebenaran itu.

Allah adalah kebenaran, demikian Isa Al-Masih menyatakan diri-Nya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
DA
# Pemburu Domba 2013-05-11 20:26
*
Saya sangat bangga dan hormat kepada para Wali Songo dan Ulama terdahulu, mereka menyebarkan Islam dengan teladan, kasih sayang, dan sama sekali tanpa tipu muslihat.

Bukan dengan mengadakan acara yang bertema "Khusus Dewasa" pada tengah malam. Tapi berisi kesaksian palsu. Bukan juga dengan membuat website yang berprilaku seperti orang suci, seolah-olah tahu seluk beluk agama lain. Tapi malah memojokkan dan mengintimidasi agama tertentu. Bukan juga dengan iming-imimgi se-dus Indomie atau beasiswa. Bukan juga dengan teknik hamilisasi dan penculikan wanita.

Oh iya min, komentarnya cuma 1 kolom ya? Pengunjung hanya dapat berkomentar tanpa dapat membalas komentar admin. Kenapa demikian? Takut kalah debat ya?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-05-15 16:14
~
Saudara Pemburu Domba,

Terimakasih atas komentar saudara. Kami juga menghargai pandangan saudara.

Saudara Pemburu, tidak ada seorangpun yang dapat menjadi pengikut Isa Al-Masih karena “iming-iming” atau apalah seperti yang saudara sebutkan maupun keinginannya sendiri. Dan tidak ada seorangpun yang dapat mengasihi Allah, tetapi Allah yang terlebih dahulu mengasihi kita.

“Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita” (Injil, Surat 1 Yohanes 4:19).

Hanya orang yang sungguh-sungguh mau diselamatkan yang menerima kasih Allah. Akibatnya ia akan menyadari tentang dosa, pertobatan dan kebutuhan akan Juruselamat. Seperti yang dialami Ibu Suwarni, yaitu mengalami Keselamatan dan damai sejahtera di dalam Isa Al-Masih.

Memang kami membatasi komen hanya satu kolom, tentu saja kami persilakan saudara untuk menanggapi komentar. Namun bila saudara Pemburu ingin berdiskusi secara detail dan intens, silakan langsung menghubungi staf kami di: .

Terimakasih atas perhatiannya.
~
DA
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-08-30 09:54
~
Terimakasih atas kesetiaan saudara-saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami.

Dalam memberi komentar kiranya saudara dapat mengikuti aturan yang sudah kami cantumkan pada setiap artikel yang ada di situs ini.

Berikut kami copy kembali aturan tersebut:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian.
(3) Sebaiknya satu atau paling dua pertanyaan / konsep dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Masukan tidak boleh memakai singkatan-singk  atan, misalnya yg, dlm, sdh,dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.
(9) Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Kami mempersilakan Saudara mengemail  untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.
~
DA
# Gasim Ibnu Achmad 2013-09-01 03:15
*
Salam,

Anda salah arti ya, Qs 72:6. Coba dicerna dulu.

Satu lagi anda melakukan kesalahan, saya revisi ya. Cerita itu tidak bisa dipotong-potong , begini. Ali ingin menikahi putri Abu Jahl. Fatimah menangis dan mengadu ke Rasulullah. Beliaupun berkata sesuai dengan apa yang disampaikan di atas komen saya ini, kenapa Muhammad mengeluarkan kata itu? Karena Muhammad tidak rela anaknya dimadu oleh putri dari musuh Allah, Abu Jahl. Beliau tidak mau berbesan dengan musuh Allah, bukan tidak mengizinkan, bahkan istri Ali ada 8 totalnya termasuk Fatimah.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-09-03 15:56
~
Saudara Gasim,

Maaf kami menjadikan satu komentar saudara. Kami ingatkan, silakan memperhatikan aturan dalam memberi komentar.

Bila menurut Saudara Gasim yang kami tulis salah, silakan saudara memberi penjelasannya.

Saudara Gasim, menurut saudara apa yang membuat Fatimah menangis dan mengadu kepada ayahnya? Bukankah karena suaminya ingin menikah lagi dengan wanita lain. Itulah yang menyakitkan hati Fatimah, bukan?

Saudara Gasim, bukankah pria Muslim hanya boleh menikah dengan empat wanita saja. Sedangkan yang lebih dari empat hanya nabi saudara saja? “ . . . maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat” (Qs 4:3). Mengapa Ali dapat menikah dengan 8 wanita, boleh dijelaskan?
~
DA
# abdillah 2013-09-26 11:46
*
Iya, Tuhan saudara itu Isa Al-Masih, Ia adalah Allah yang menjelma sebagai manusia. Orang Islam semua tahu itu. Kalian sudah selamat itu pasti, karena ada Penebusnya, enak bukan?

Makanya kalau jadi orang Kristen tidak usah susah-susah ibadah. Bersyukur aja atas semua itu sudah cukup, oke?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-09-27 16:03
~
Saudara Abdillah,

Lalu bagaimana dengan saudara, apa sudah yakin selamat?
Benar, seseorang tidak perlu bekerja untuk menerima keselamatan karena keselamatan adalah anugerah Allah. Ia hanya perlu menerima Isa Al-Masih sebagai Penyelamat-Nya.

Saudara Abdillah, seseorang yang sudah menerima keselamatan dari Isa Al-Masih, mereka diwajibkan untuk melakukan amal dan ibadah. Namun motifasi mereka melakukan hal tersebut bukan untuk mendapatkan keselamatan sorgawi, tetapi lebih kepada ungkapan rasa syukur, atas keselamatan yang telah diterima dari Isa Al-Masih.

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (Injil, Surat Efesus 2:10).
~
DA
# Widodo 2013-12-29 09:56
~
Yesus adalah penebus umat manusia. Tapi kenapa banyak umat manusia yang mengalami nasib yang menyedihkan akibat dosa mereka. Kemiskinan, bencana alam, mati ditabrak kereta. Sedang Yesus masih mati terhormat di kayu salib. Berarti Yesus setengah hati menebus umat manusia.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-01-08 13:35
~
Saudara Widodo,

Dengan sepenuh hati Isa Al-Masih menyerahkan nyawaNya untuk menebus manusia dari hukuman dosa. Kitab Suci mengatakan bahwa Ia sendirilah yang telah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita: "Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita" (Injil, Surat Pertama Rasul Yohanes 3:16).

Saudara Widodo, penebusan dari Isa Al-Masih berlaku bagi mereka yang percaya dan menerima-Nya sebagai Juruselamat secara pribadi. Peristiwa menyedihkan itu ada 2 kemungkinan. Pertama karena kesalahan manusia, kedua karena Tuhan memang ijinkan itu terjadi pada manusia.

Ketika itu terjadi pada orang percaya, Allah memberikan sukacita dan pengharapan. “Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami” (Injil, Surat 2 Korintus 4:17).
~
Daniar
# Ferri 2013-12-31 09:15
~
Qs 72:6, Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

Apa tidak jelas bahwa orang yang meminta bantuan sama jin itu dosanya bertambah?

Orang yang masih meminta bantuan dengan jin dan dukun (tukang sihir) berarti melakukan perbuatan dosa. Jelas sekali orang yang ada di kisah tersebut bukan orang yang benar-benar mengimani Islam, kalau dia mengimani Islam seharusnya dia tahu perbuatan dosa itu dilarang.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-01-08 13:36
~
Saudara Ferri,

Itulah kenyataan yang ada, dimana orang-orang Islam juga percaya pada kekuatan gaib. Kesaksian di atas hanyalah salah satu dari sekian banyak umat Muslim yang percaya pada tahayul. Dan yang menyedihkan, tidak sedikit orang-orang yang mereka sebut sebagai “orang pintar” itu adalah seorang yang agamawi.

Bahkan pada ritualnya, sang “orang pintar” itu menggunakan ayat-ayat Al-Quran dan berdoa pada Allah. Sekilas memang terlihat cukup rohani.

Ketika ia memutuskan untuk menerima Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat-nya , seluruh hidupnya dipulihkan dan sukacita sejati ada dalam hatinya.
~
Daniar

Isadanislamstudi2

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer