Ajaran Islam Akan Pernikahan Siri

pernikahan muslim

Di Indonesia, nikah siri adalah suatu fenomena yang menimbulkan pro dan kontra. Di awal tahun ini, setidaknya ada tujuh puluh pasangan nikah siri yang melakukan pernikahan sah secara massal. Tujuannya, agar pasangan-pasangan tersebut mendapatkan legalitas pernikahan. Ironisnya, pasangan ini sudah hidup bersama selama 10-20 tahun.

Selain itu, di tahun sebelumnya tercatat 250 pasangan nikah siri mengajukan sidang "isbat", yaitu pengakuan negara terhadap pernikahan. Informasi ini hanya terjadi di satu kota, belum lagi di kota-kota lain.

Alasan Nikah Siri

Secara umum, alasan seseorang menikah siri, selain karena tidak membutuhkan biaya besar, juga karena praktis. Dan alasan utamanya supaya terhindari dari ikatan tanggung-jawab dalam pernikahan.

Secara agama, nikah siri dianggap sah karena telah mengikuti rukun-rukun perkawinan. Ada wali, dua orang saksi, dan ijab qabul. Tetapi secara hukum negara tidak sah!

Nikah Siri Diskriminasikan Wanita

Nikah siri membuat posisi wanita menjadi lemah, karena sewaktu-waktu sang suami dapat mengabaikan kewajibannya untuk menafkahi istri dan anak-anaknya. Dalam hal persengketaan, isteri tidak dapat menuntuk haknya, karena pernikahan tidak sah secara hukum negara.

Hal ini sebenarnya bertentangan dengan yang dijelaskan Muhammad: "Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf"  (Qs 2:233).  Artinya, suami harus menafkahi keluarganya sesuai dengan kondisi dan tradisi yang berlaku, tergantung waktu, tempat, kemudahan dan kesulitannya.

Permasalahan yang timbul akibat nikah siri diantaranya, anak kesulitan memiliki surat-surat sah dari negara. Psikologis anak terganggu karena kehilangan figur dan teladan ayah. Masyarakat menilai pasangan ini berzinah, karena tidak mempunyai surat nikah.

Ajaran Isa Al-Masih Tentang Pernikahan

Isa Al-Masih memandang pernikahan suci dan sakral. Kitab Suci Injil menuliskan, "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging"  (Taurat, Kitab Kejadian 2:24).

Ayat ini memberi petunjuk yang jelas, bahwa sejak semula Allah yang menetapkan pernikahan. Tidak dapat dipisahkan karena alasan apa pun dan oleh siapapun. Sedangkan dalam nikah siri, ketika suami tidak menyukai lagi maka dia bisa meninggalkan isterinya kapan saja.

Hal ini sangat bertentangan sekali dengan ajaran Isa Al-Masih, yang berkata "Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri …" (Injil, Surat Efesus 5:33).  Berarti suami harus mengasihi dan menerima isterinya dalam kondisi apa pun.

Pernikahan Kiasan Keindahan Kekekalan di Sorga

Allah dalam Kitab Suci menekankan kekudusan pernikahan.  Walaupun tidak ada pernikahan di sorga, Allah memakai gambaran pernikahan untuk merujuk keindahan mereka yang telah ditebus dari ikatan dosa oleh Isa Al-Masih.

Ayat suci berbunyi, "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, dan mempelai Anak Domba" (Injil, Kitab Wahyu 21:9).

Ayat di atas merupakan kiasan dan metafora Allah untuk menunjukkan keindahan dalam sorga, bagi mereka yang telah diselamatkan melalui penyaliban Isa Al-Masih, Kalimat Allah. Demikianlah, Saudara juga dapat menjadi pengantin perempuan sorgawi.

[[Staf Isa dan Kaum Wanita –  Artikel pada tautan ini dapat membantu saudara untuk mengetahui pernikahan yang sakral menurut Isa Al-Masih.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Apabila Anda memiliki keinginan untuk didoakan, silakan mengisi permohonan doa dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments   

# fadli 2012-08-24 16:41
*
Kenapa anda harus bingung? Qs 2:233 yang anda cantumkan itu sudah cukup jelas untuk menjawab pertanyaan anda.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-08-30 17:46
~
Saudara Fadli, kami tidak bingung.

Justru kami bingung dengan pernyataan saudara di atas. Mungkin saudara dapat menjelaskan kepada kami pertanyaan kami yang mana yang saudara maksud, yang jawabannya ada dalam Qs 2:233 menurut saudara?
~
DA
# arie 2012-08-27 13:15
*
Anda membahas nikah siri tapi yang disebut syarat nikah biasa. Ya jelaslah, kalau dimasa Rasullullah saw, tidak ada syarat nikah harus punya buku nikah dan didaftarkan di KUA atau pengadilan negeri.

Definisi dari pernikahan siri itu; Pertama; pernikahan tanpa wali.
Pernikahan semacam ini dilakukan secara rahasia (siri) dikarenakan pihak wali perempuan tidak setuju. Atau karena menganggap absah pernikahan tanpa wali. Atau hanya karena ingin memuaskan nafsu syahwat belaka tanpa mengindahkan lagi ketentuan-keten tuan syariat.

Ada yang nikah siri disebabkan karena takut ketahuan melanggar aturan negara. Ada pernikahan yang dirahasiakan karena pertimbangan-pe rtimbangan tertentu; misalnya karena takut mendapatkan tanggapan negatif atau karena pertimbangan lain. Itu arti nikah siri (rahasia).
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-08-30 17:50
~
Saudara Arie,

Terima kasih untuk definisi pernikahan siri yang saudara jelaskan. Artinya nikah siri tidak relevan untuk zaman ini.

Kami mengutip salah satu definisi pernikahan siri yang saudara tuliskan: “Ada yang nikah siri disebabkan karena takut ketahuan melanggar aturan negara”.

Apakah menurut saudara manfaat dari nikah siri dari definisi di atas? Bukankah pernikahan tersebut belum sah secara hukum negara. Sehingga membuat posisi wanita menjadi lemah. Karena sewaktu-waktu sang suami dapat mengabaikan kewajibannya untuk menafkahi isteri dan anak-anaknya. Jadi dalam hal persengketaan, istri tidak dapat menuntut haknya.

Dengan kata lain pernikahan siri hanya menguntungkan pihak pria, tetapi menjadi penderitaan bagi wanita dan anak-anaknya.
~
DA
# mustafa 2012-09-28 10:01
*
Terlepas dari nikah biasa atau nikah siri. Pada intinya nikah adalah sunnah yang diwajibkan dan harus sesuai dengan syarat dan kewajibannya. Masalah siapa yang menjalani tergantung pada individu bukan agama. Agama sudah memberi penjelasan cukup tentang hukum dan aturan agama.

Sedang poligami dalam Islam memang ada juga harus sesuai syarat-syaratny a. Sedangkan sesuai atau tidaknya dengan hukum negara saya tanya pada anda. Memangnya anda melihat negara ini negara Islam apa? Bukankah kita negara yang berasaskan pancasila?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-03 17:23
~
Saudara Mustafa,

Tentunya suatu pernikahan akan dianggap sah jika memenuhi segala persyaratan. Dan suatu pernikahan tentunya mendambakan pernikahan yang harmonis dan langgeng, bukan. Namun nikah siri membuat posisi wanita menjadi lemah, karena sewaktu-waktu sang suami dapat mengabaikan kewajibannya untuk menafkahi istri dan anak-anaknya. Dalam hal persengketaan, istri tidak dapat menuntut haknya, karena pernikahan tidak sah secara hukum negara.

Bila saudara ingin membahas tentang poligami, silakan beralih pada artikel ini: tinyurl.com/9aqhwcr
~
DA
# mustafa 2012-09-28 10:16
*
Soal relevan atau tidak nikah siri untuk jaman sekarang bukan itu masalahnya. Masalahnya bagaimana individu yang menjalaninya sesuai tidak dengan syarat dan ketentuannya. Kalau tidak sesuai jangan salahkan agama.

Maaf saudara yang punya situs, isi Al-Quran tak bisa diubah sedikitpun untuk menyesuaikan keadaan jaman. Sebagaimana kalian mengubah atau mengolah alih kitab Injil sesuai kebutuhan. Karena Al-Quran suci datang dari Allah bukan dari manusia yang memiliki keterbatasan akal pikiran tak ada tawar menawar. Hanya kembali kepada individu atau manusianya, Islam agama yang sempurna.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-03 17:24
~
Saudara Mustafa,

Bagaimana menurut saudara, relevankah nikah siri untuk jaman ini?
Dalam nikah siri, ketika suami tidak menyukai lagi maka dia bisa meninggalkan isterinya kapan saja. Bukankah permasalahan ini akan timbul, yaitu anak kesulitan memiliki surat-surat sah dari negara. Psikologis anak terganggu karena kehilangan figur dan teladan ayah. Masyarakat menilai pasangan ini berzinah, karena tidak mempunyai surat nikah.

Mungkinkah wanita salah karena bersedia dinikahi siri? Tidak juga. Karena Islam mengajarkan.

Bila saudara ingin membahas tentang Al-Quran dan Injil, silakan bergabung pada situs kami yang membahas hal tersebut di: www.isadanislam.com.
~
DA
# badrun 2012-09-28 20:52
*
Soal nikah siri kita kembali pada konsep dasar tentang nikah sudah diatur dengan baik dalam Islam. Tinggal bagaimana seseorang yang menjalani. Jika sudah menyangkut seseorang atau kelompok tidak perlu mengatasnamakan atau menyalahkan agama. Yang salah orangnya masa agama yang disalahkan ini tidak relevan.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-03 17:25
~
Saudara Badrun,

Tentunya suatu pernikahan akan dianggap sah jika memenuhi segala persyaratannya. Dan suatu pernikahan tentunya mendambakan pernikahan yang harmonis dan langgeng, bukan? Namun nikah siri membuat posisi wanita menjadi lemah, karena sewaktu-waktu sang suami dapat mengabaikan kewajibannya untuk menafkahi istri dan anak-anaknya. Dalam hal persengketaan, istri tidak dapat menuntut haknya, karena pernikahan siri tidak sah secara hukum negara.

Mungkinkah wanita salah karena bersedia dinikahi siri? Tidak juga. Karena Islam mengajarkan.
~
DA
# iqbal 2012-09-29 12:54
*
Nikah siri sah menurut agama Islam asalkan sesuai dengan syarat dan rukunnya. Hanya syaratnya cukup sulit bagi orang kebanyakan karena itu Islam membolehkan. Tapi menyuruh untuk tidak, bila tidak mampu mencukupi syarat yang ditentukan.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-03 17:26
~
Saudara Iqbal,

Tentunya suatu pernikahan akan dianggap sah jika memenuhi segala persyaratannya. Namun nikah siri secara hukum negara tidak sah. Kalau tidak keberatan mungkin saudara dapat menjelaskan di sini syarat dan rukunnya nikah siri. Saudara mengatakan syaratnya sulit, tetapi anehnya banyak yang melakukannya.
~
DA
# suci 2012-10-03 11:03
*
Tidak akan ada habisnya jika kita membahas segala perbedaan yang ada disekitar kita. Namun satu hal yang menyamakannya adalah tujuan cita-cita itu sendiri. Dimana agama berperan untuk meluruskan jalan hidup manusia terlepas dari apapun agamanya. Tujuannya sama-sama mencari kebahagiaan atau kedamaian dunia-akhirat.

Perbedaan adalah wujud keanekaragaman masyarakat atau budaya dari itu semua mari kita saling menghormati dan menjalankan kepercayaan masing-masing sebagaimana falsafah bangsa kita Pancasila.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-05 08:41
~
Saudara Suci,

Semua agama berfokus pada jalan keselamatan, kedamaian di dunia dan akhirat. Mengenai hal itu silakan baca di url ini tinyurl.com/9or9rs9

Kami sependapat dengan saudara, bahwa toleransi sangat penting, sehingga kita dapat hidup berdampingan dengan baik di negeri tercinta Indonesia.

Memang setiap orang mesti berpegang pada agamanya sendiri. Tetapi pantas juga kalau setiap orang melakukan penilaian atas agamanya sendiri.

Bagaimana menurut saudara, bukankah "pernikahan siri hanya menguntungkan pihak pria, tetapi menjadi penderitaan bagi wanita dan anak-anaknya".
~
DA
# website sara 2012-11-10 18:41
*
Staff Isa, apa staff lagi belajar mengenai nikah siri. Sepertinya dia mau nikah siri juga, hati-hati nanti dibaptis.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-12 16:15
~
Saudara Website Sara,

Pernikahan adalah suci dan sakral di hadapan Allah. Kitab Suci Allah menuliskan, "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging" (Taurat, Kitab Kejadian 2:24).

Ayat ini memberi petunjuk yang jelas, bahwa sejak semula Allah yang menetapkan pernikahan. Tidak dapat dipisahkan karena alasan apa pun dan oleh siapapun. Sedangkan dalam nikah siri, ketika suami tidak menyukai lagi maka dia bisa meninggalkan istrinya kapan saja.

Nah, dari sini bukankah kita dapat belajar bagaimana kebenaran Allah?
~
DA
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-08-30 09:11
~
Terima kasih atas kesetiaan saudara-saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami.

Saran kami, dalam memberi komentar kiranya saudara dapat mengikuti aturan yang sudah kami cantumkan pada setiap artikel yang ada di situs ini.

Berikut kami copy kembali aturan tersebut:
(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian.
(3) Sebaiknya satu atau paling dua pertanyaan / konsep dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Masukan tidak boleh memakai singkatan-singk  atan, misalnya yg, dlm, sdh,dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.
(9) Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Kami mempersilakan Saudara mengemail  untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.
~
DA
# Adimuyo Raharjo 2013-11-04 12:31
~
Saudara Staf IDI,
Dalam Al-Quran, Allah menyebut akad nikah dengan perjanjian yang kuat sebagaimana yang Allah tegaskan di Qs 4:21. Surat nikah ditujukan untuk mewujudkan hal ini. Pasangan suami-istri setelah akad nikah akan lebih terikat dengan perjanjian yang bentuknya tertulis.

Nikah siri dalam presepsi masyarakat dipahami dengan 2 bentuk pernikahan:
Pertama, Nikah tanpa wali yang sah dari pihak wanita.
Kedua, Nikah di bawah tangan, artinya tanpa adanya pencatatan dari lembaga resmi negara (KUA).

Nikah siri tersebut statusnya tidak sah, sebagaimana yang ditegaskan mayoritas ulama. Pemerintah telah menetapkan aturan agar semua bentuk pernikahan dicatat oleh lembaga resmi yaitu KUA sesuai (Qs 4:59).
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-11-13 15:55
~
Saudara Adimuyo Raharjo,

Memang di Indonesia nikah siri menimbulkan pro dan kontra, seperti yang saudara sampaikan. Tetapi secara agama, nikah siri dianggap sah bila telah mengikuti rukun-rukun perkawinan. Ada wali, dua orang saksi, dan ijab qabul. Tetapi secara hukum negara tidak sah! Karena tidak dicatat oleh lembaga resmi.

Mengingat permasalahan yang akan timbul dalam pernikahan siri, yaitu penderitaan bagi istri dan anak. Mungkinkah wanita salah karena bersedia dinikahi siri? Tidak juga. Karena Islam mengajarkan.

Menurut Saudara Adimuyo mayoritas ulama menganggap pernikahan siri tidak sah, mungkin ini salah satu bentuk keprihatinan mereka akibat dari pernikahan siri.

Isa Al-Masih memandang pernikahan suci dan sakral. Dia menegaskan bahwa pernikahan tidak dapat dipisahkan karena alasan apa pun dan oleh siapapun.

“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6).
~
Daniar
# Pengamat 2014-06-13 09:08
~
Kalau Yesus mengajarkan bahwa pernikahan itu suci dan sakral, mengapa Dia sendiri justru tidak menikah?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-06-25 16:41
~
Saudara Pengamat benar, Isa Al-Masih mengajarkan bahwa pernikahan itu suci dan sakral. Sehingga dalam firman-Nya, Isa menegaskan bahwa pernikahan satu pria dan satu wanita menjadi satu dan untuk selamanya.

“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Injil, Rasul Besar Matius 19:6).

Saudaraku, Isa Al-Masih datang ke dunia bukan untuk menikah. Dalam Injil, Rasul Markus 10:45 memberitahu kita mengapa Isa Al-Masih datang, “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”.

Lalu bagaimana tanggapan saudara dengan pernikahan siri?
~
Daniar
# syahril 2014-08-17 22:42
~
Saudara staf nikah siri itu adalah ungkapan dari masyarakat yang menyatakan bahwa sepasang kekasih yang telah sah dalam hukum agama tapi belum sah dalam hukum negara. Agama yang dimaksud bukan cuma Islam tapi Kristen dan agama lain juga. Hukum negara tentang pernikahan itu dibuat ketika negara itu terbangun. Dan berguna untuk pendataan penduduk.

Pada dasarnya nikah itu sama semua. Yang jelas sah ya sah. Perihal lepas tanggung jawab sebenarnya tidak ada yang boleh lepas tanggung jawab ketika mengatakan janji suci. Karena menyebut nama Allah di dalamnya. Tapi ada baiknya kita juga mendaftarkan pernikahan kita itu ke negara. Maka dari itu sekali lagi saya tegaskan jangan pernah salahkan agamanya karena agama tidak pernah salah melainkan salahkan orangnya Islam maupun non. Yang terbujuk hawa nafsu syaitan.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-08-19 15:27
~
Saudara Syahril,

Sepengetahuan kami hanya Islam yang mengajarkan pernikahan siri.

Kami sependapat dengan Sdr. Syahril, bahwa sebenarnya tidak ada yang boleh lepas tanggung jawab karena sudah berjanji di hapadan Allah. Namun bila dalam pernikahan siri, maka janji itu tinggal kenangan. Karena nikah siri membuat posisi wanita menjadi lemah, sewaktu-waktu sang suami dapat mengabaikan kewajibannya untuk menafkahi istri dan anak-anaknya. Dalam hal persengketaan, isteri tidak dapat menuntut haknya, karena pernikahan tidak sah secara hukum negara.
~
Daniar
# Pengamat 2014-10-29 01:53
Saudara Staff Isa dan Islam:Semua yang diciptakan dimuka bumi ini pasti memiliki manfaat.Apalagi 'yang diciptakan' itu adalah bagian tubuh Tuhan sendiri.Bolehka h saya bertanya:Apa manfaat dari kemaluan tuhan Yesus?

Isadanislamstudi2

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer