Muhammad Mendukung Dan Melarang Poligami!

poligami

Poligami adalah bentuk pernikahan agama Islam yang dihalalkan. Memang tidak semua umat Muslim setuju dengan poligami, terutama kaum wanita.

Bila demikian situasinya, apa sebenarnya kata kitab suci tentang poligami?

Poligami Mendukung Muhammad

Muhammad mengizinkan umat Muslim memiliki hingga empat isteri sekaligus. "Maka kawinilah oleh mu perempuan yang baik bagi kamu, kedua, ketiga atau keempat orang" (Qs 4:3).

Jelas ayat ini tidak berlaku bagi Muhammad, sebab ia sendiri memiliki lebih dari empat istri. Ini pengecualian bagi Muhammad. "Wahai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu . . . . . , sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mu'min supaya tidak menjadi kesempitan bagimu" (Qs 33:50).

Muhammad Melarang Anaknya di Poligami

Sekalipun Muhammad menyetujui poligami, tetapi ketika anaknya Fatimah akan dipoligami, Muhammad marah besar. Ia berkata: "Saya tidak ijinkan, sama sekali, saya tidak ijinkan, kecuali bila anak  Abi Thalib (Ali) menceraikan anakku dahulu. Fatimah adalah bagian dari diriku: Apa yang meresahkan dia, akan meresahkan diriku, dan apa yang menyakiti hatinya, akan menyakiti hatiku juga" (Jami' al-Ushul, JuZ XII, 162, nomor hadist: 9026).

Hadist di atas menjelaskan, bahwa sebenarnya Muhammad menyadari poligami menyakiti hati wanita. Itu sebabnya dia melarang anaknya dipoligami.  Sebagai orang tua, Muhammad merasa terluka bila anaknya dipoligami. Diapun memilih lebih baik anaknya diceraikan dari pada dipoligami.

Tetapi mengapa justru Muhammad memberi teladan poligami dan menghalalkan poligami?

Poligami Merugikan dan Menyakiti Kaum Wanita

Seorang teman Muslimah saya, baru mengetahui bahwa dia bukanlah satu-satunya isteri dari suaminya, setelah mereka menikah beberapa bulan. Setelah anak pertama mereka lahir, suaminya pergi ke kota lain dengan alasan mencari pekerjaan. Sayangnya, sang suami pergi bukan untuk mencari pekerjaan, melainkan untuk menikah lagi.

Hingga saat ini, suaminya tidak pernah pulang dan tidak menafkahinya, sehingga dia sangat menderita.

Kisah seperti di atas sudah biasa terjadi. Dan wanitalah yang menjadi korban. Tidak ada wanita yang rela membagi suaminya dengan wanita lain. Poligami hanya membawa penderitaan bagi kaum wanita. Dan inilah ajaran yang diijinkan Muhammad!

Isa Al-Masih Menentang Poligami

Isa Al-Masih sangat menentang poligami. Allah menghendaki, seorang suami hanya berhak atas satu isteri.  "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6).

Lebih tegas lagi Kitab Suci Injil menulis, "Diaken [imam jemaah] haruslah seorang suami dari satu istri…" (Injil, Surat 1 Timotius 3:12). Tentu seorang yang tidak mampu menjadi imam yang baik bagi keluarganya, tidak mungkin dapat menjadi pemimpin yang baik bagi jemaah.

Tidak dapat disangkal bahwa poligami membawa penderitaan bagi wanita. Seseorang yang mengerti ajaran Isa Al-Masih akan memahami bahwa poligami bukanlah ajaran yang diajarkan Allah.

[Staf Isa dan Kaum Wanita – Apakah saat ini saudari hidup dalam poligami? Datanglah pada Isa Al-Masih, Dia dapat melepaskan saudari dari beban yang menghimpit dan memberi kelegaan. Inilah kesaksian dari seorang ibu yang telah menerima kelegaan dari Isa Al-Masih.

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Apabila Anda memiliki keinginan untuk didoakan, silakan mengisi permohonan doa dengan cara klik link ini.

Untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments   

# Jenni 2012-08-07 11:05
*
Saya sangat senang membaca artikel ini. Namun, sangat disayangkan banyak orang-orang telah dibutakan oleh ajaran Muhammad, yang memperbolehkan poligami dan itu sangat merugikan para wanita.

Sebaliknya banyak orang menolak Isa Al-Masih. Padahal Isa Al-Masih yang begitu memperhatikan semua wanita. Dan wanita tidak dipandang sebelah mata dihadapan Isa Al-Masih.

Mana yang harus kita pilih? Ajaran yang melindungi wanita atau yang merugikan wanita?

Semoga setiap wanita yang membaca artikel ini dapat berpikir lebih lagi tentang keyakinannya.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-08-08 13:05
~
Saudari Jenni,

Terima kasih sudah mengunjungi situs kami dan bersedia memberi komentar.

Kiranya komentar saudari dapat membuka wawasan, khususnya teman-teman wanita yang mengunjungi situs ini. Sehingga ada keberanian dari mereka untuk mempelajari lebih lagi keyakinan mereka.
~
SO
# ♥ KEBENARAN ♥ 2012-08-07 16:06
*
Sesungguhnya Tuhan sangat baik, Dia sangat setia dan adil, karena itu Tuhan mengajarkan keadilan dan kebenaran terhadap kita untuk memperoleh sukacita.

Sebelumnya kita tahu, pada mulanya juga Tuhan menciptakan manusia pertama yaitu Adam (seorang pria). Karena Adam hidup di dunia sendiri dan karena kasih Allah, diciptakan-Nya seorang daripadanya sebagai pasangan hidupnya yang dengan cara, Allah mengambil hanya 1 (satu) dari tulang rusuk Adam (bukan 2,3 dst..) dan diciptakan-Nya Hawa (seorang wanita).

Jadi kesimpulannya adalah, Tuhan memberikan kita pendamping hidup satu.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-08-08 13:09
~
Seorang pria cukuplah dengan satu istri. Demikian sebaliknya, seorang istri hanya berhak dengan satu suami. Sehingga mereka bukan lagi dua, tetapi telah menjadi satu, sebagaimana yang telah difirmankan Allah.

"Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Markus 10:7-9).
~
SO
# fahry sahab 2012-08-20 16:39
*
Poligami dalam Kristen,

Taurat, Kitab Ulangan 21:15-16 dan Taurat, Kitab Keluaran 21:10 menjelaskan beberapa aturan hukum beristri lebih dari satu.

Dalam Alkitab pun terdapat puisi tentang poligami (Kitab Kidung Agung 6:8-9).
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-08-29 16:23
~
Bila seorang mencari dalam Alkitab tentang ayat yang "sepertinya" mengijinkan poligami, mereka akan menemukan beberapa ayat. Tapi benarkah Allah memperbolehkan poligami? Jelas tidak!

Aturan-aturan di atas Allah tetapkan karena Dia tahu hati manusia jahat, kotor, keras tengkuk. Allah memberi aturan tersebut, setidaknya dapat melindungi orang yang diperalat sang pria, misalnya kaum wanita.

Salah satu ajaran Isa Al-Masih adalah memperbaiki kehidupan sosial yang dirusak tersebut. Terutama oleh pria. Isa Al-Masih juga mengajarkan bahwa menceraikan istri salah dan merupakan dosa besar.

Perhatikanlah ayat ini: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah" (Injil, Rasul Besar Matius 19:3-9).

Perhatikan tekanan Isa Al-Masih, “Sejak semula tidaklah demikian.” Dengan kata lain sejak semula di Taman Firdaus tidak ada perceraian, tidak ada poligami, tidak ada perbudakan. Isa Al-Masih menekankan, satu istri saja seumur hidup!

Bila memang Muhammad adalah nabi penyempurna, mengapa ajaran yang telah diperbaiki Isa Al-Masih justru diperburuk oleh Muhammad dengan kembali pada zaman dimana manusia merusak ketetapan yang Allah berikan?
~
SO
# arie 2012-08-24 16:09
*
Di Islam poligami boleh dengan persyaratan yang berat dan boleh berarti itu sebuah pilihan, bukan kewajiban.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-08-29 16:23
~
Apapun alasannya, poligami bukanlah ajaran yang mendatangkan damai sejahtera bagi kedua belah pihak. Poligami hanya menguntungkan kaum pria.

Allah tidak pernah memberi wahyu yang hanya memberi keuntungan pada gender tertentu dan merugikan gender lain. Allah selalu memberi aturan yang mendatangkan damai sejahtera, baik bagi wanita maupun pria. Sebab Dia adalah Allah yang Maha Adil. Dia tidak pernah meninggikan satu gender di atas gender lain.

Bila demikian, dapatkah poligami dikatakan sebagai ajaran dari Allah?
~
SO
# yuli 2012-08-25 07:53
*
Saudara Fahri dan Ulgan,

Kitab Keluaran merupakan Taurat atau aturan yang diberikan Tuhan kepada bangsa Israel umat pilihan-Nya. Kitab Kidung Agung merupakan Kitab Raja Sulaeman/Raja Salomo (bangsa Israel) yang memang pada saat itu Raja Salomo terkenal akan hikmat dan kebijaksanaan, sehingga mempunyai banyak selir.

Dan mengenai silsilah Nabi Isa memang benar banyak terjadi poligami mulai dari Nabi Ibrahim (Sara, Hagar dan Ketura) dan Nabi Ibrahim berpoligami atas saran dari Sara istri sahnya, sehingga mengawini budak Sara yaitu Hagar. Sedangkan Yakub terjadi poligami karena telah ditipu oleh pamannya Laban. Karena budaya Timur Tengah adalah berkerudung dan menutupi muka, sehingga ia tidak mengetahui kalau yang dikawini adalah Lea bukan Rahel.

Dan Nabi Isa menegaskan di Sorga tidak ada kawin mengawin lagi.
# musafir 2012-08-29 09:04
*
Poligami tidak dilarang, tapi tidak juga dianjurkan. Semacam sebuah pilihan dengan konsekuensi yang harus ditanggung yang telah membuat pilihan, dan poligami bukanlah dosa.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-08-30 17:34
~
Saudara Musafir,

Pernahkan saudara berpikir mengapa Muhammad melakukan/menco ntohkan poligami? Namun di sisi lain tidak terima anaknya dipoligami, karena akan menyakiti hati anaknya otomatis menyakiti hatinya? Jadi, dalam hal ini pilihan suami untuk berpoligami, konsekuensinya di tanggung oleh istri. Karena ia harus menderita secara batin.

Nah, bagaimana menurut saudara apakah menyakiti hati orang lain itu tidak berdosa?

Namun dalam hal pernikahan Isa Al-Masih tegas. “Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging” (Injil, Rasul Besar Matius 19:5).

Artinya Allah menghendaki, seorang suami hanya berhak atas satu istri.
~
DA
# Mas Supri 2012-08-29 14:39
*
Banyak orang yang tidak memahami sejarah syariat Islam seperti haji, pengharaman minum arak/riba/zina/ memakan babi, rajam, sampai poligami.

Rasulullah tidak mengajarkan syariat baru. Semua aturan-aturan tersebut sudah ada sebelum Islam . Nabi Muhammad hanya melakukan modifikasi saja pada beberapa syariat dan aturan. Salah satunya poligami. Yang tadinya dilakukan orang Arab pra Islam tanpa batas kemudian oleh Nabi dibatasi menjadi empat istri sesuai perintah dari Allah.

Meski Islam itu untuk seluruh umat manusia, namun dalam konteks mengenalkan agama tersebut haruslah tetap mengacu dan berkompromi pada ritual dan budaya lokal Arab agar tetap bisa diterima masyarakat pada saat itu (Qs 14:4).
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-08-30 17:43
~
Saudara Mas Supri,

Mungkin seperti penjelasan di artikel ini yang saudara maksud, tinyurl.com/cmmdk6r 
Atau boleh saudara membagikan informasi tersebut kepada kami.

Yang menjadi pertanyaan kami. Benarkah firman Allah dapat dimodifikasi/di atur oleh manusia?

Benarkah Allah menyesatkan manusia, notabene ciptaan yang dikasihi-Nya? Seperti ayat yang saudara berikan: “. . . Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana” (Qs14:4).

Tidak demikian dalam Injil, justru Allah menginginkan manusia tidak binasa tetapi beroleh hidup kekal.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya [Kalim at-Nya] yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Allah dalam Alkitab mengasihi manusia.  Ia menjamin keselamatan kita melalui pengorbanan-Nya yang paling sempurna. “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh” (Injil, Surat 1 Petrus 2:24).
~
DA
# pengikut_nabi_isa 2012-09-09 06:30
*
Tujuan asal membenarkan poligami adalah untuk membantu wanita-wanita yang kehilangan suami ketika berperang ke jalan Allah. Untuk membebaskan dari menjadi hamba-hamba. Ada juga hadiah-hadiah dari raja-raja yang ingin berdamai dengan rasulullah.

Istri pertamanya adalah Khatijah, selepas kematian Khatijah Nabi Muhammad SAW cuma mengawini seorang perawan. Kebanyakan istri-istri yang di kawini nabi Muhammad adalah selepas berkembangnya Islam.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-12 12:15
~
Saudara Pengikut Nabi Isa,

Terima kasih atas penjelasan Saudara tentang tujuan dibenarkan poligami.

Dari penjelasan saudara, poligami dibenarkan untuk menikahi wanita-wanita yang suaminya mati berperang dengan tujuan membantu. Menikahi hamba-hamba dengan tujuan membebaskan, dan menikahi seseorang sebagai hadiah dari raja.

Benar begitu? Artinya poligami tidak berlaku/tidak relevan pada saat ini, khususnya di Negara tercinta ini. Karena saat ini tidak ada penjajahan, dan kalaupun ada janda-janda yang ditinggal mati suaminya karena perang janda itu sudah sangat tua. Maukah para kaum pria Muslim menikahinya untuk menolongnya?

Juga tidak ada hamba-hamba (budak) dari rampasan perang, yang dapat dinikahi untuk membebaskannya maupun hadiah dari raja.

Pertanyaannya mengapa justru sekarang poligami masih dilakukan oleh para pria Muslim? Dan kalau kita lihat istri-istri mereka adalah wanita-wanita muda/perawan. Lagi, bukankah Muhammad juga melarang anaknya untuk dipoligami?

Nah, bagaimana menurut saudara apakah poligami masih relevan untuk saat ini?
~
DA
# magnet 2012-09-14 12:07
*
Poligami adalah salah satu contoh "berjinah" tanpa syarat, jika ditinjau menurut Injil Yesus Kristus.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-14 17:09
~
Saudara Magnet,

Sejak semula Allah telah mengatur pernikahan, demikian firman-Nya: "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging" (Taurat, Kitab Kejadian 2:24).

Artinya seorang pria dan seorang wanita yang telah menikah akan menjadi satu. Isa Al-Masih menekankan fakta ini. Sayangnya, beberapa ratus tahun kemudian, menurut nabi Islam, Allah mengirim "aturan" baru. Memperbolehkan suami mengambil istri lain baginya sebanyak dua, tiga, bahkan sampai empat. Sungguh dalam hal ini Allah tidak konsisten.
~
DA
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-14 12:45
~
Kepada pembaca situs kami, kiranya dapat memperhatikan pedoman di bawah ini dalam memberi komentar.

PEDOMAN MEMASUKKAN KOMENTAR:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian.
(3) Sebaiknya satu atau paling dua pertanyaan / konsep dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Masukan tidak boleh memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh,dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.
(9) Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Kami mempersilakan Saudara mengemail untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.

Wassalam,
Staff, Isa dan Islam
# Asrianto Abdullah 2012-09-15 20:59
*
Ada juga ayat dalam Taurat, Kitab Ulangan 17:17 yang dijadikan sebagai alasan kuat untuk tidak beristri banyak.
Bila dibaca secara utuh, maka ayat tersebut lebih ditujukan kepada tingkah laku seorang Raja. Tapi bisa juga berlaku secara umum.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-20 16:46
~
Saudara Asrianto Abdullah,

Berikut kami kutip ayat yang anda referensikan.
“Juga janganlah ia memiliki banyak istri, supaya hatinya jangan menyimpang;” (Taurat, Kitab Ulangan 17:17)

Itulah ketetapan Allah sejak semula mengenai pernikahan, yaitu seorang suami hanya berhak atas satu istri (Taurat, Kitab Kejadian 2:24). Demikian Isa Al-Masih menekankan, satu istri saja seumur hidup!

Namun anehnya, Muhammad yang dipercaya sebagai nabi penyempurna oleh umat Muslim, justru mengajarkan poligami. Bukankah ini merusak ketetapan yang Allah berikan?
~
DA
# muslim 2012-09-27 12:52
*
Poligami dalam Islam adalah jalan darurat yang hanya pada waktu tertentu atau mencukupi syarat saja.

Bisa dipergunakan umpama dalam pesawat pintu darurat hanya dalam keadaan terpaksa saja. Bisa digunakan sedang dalam situasi aman atau biasa malahan dilarang membukanya. Itulah sempurnanya Islam aku bangga dan bersyukur sebagai Muslim.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-28 15:07
~
Saudara Muslim,

Kami sangat menghargai keyakinan saudara.
Menurut kami, poligami diturunkan Allah untuk menghalalkan perbuatan Nabi saudara yang menginginkan beberapa orang istri.

Apakah ini yang dimaksud jalan darurat? Darurat karena disenangi!, “. . . . maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat” (Qs 4:3). Bukankah kalimat di atas merupakan bentuk perintah, dimana disenangi boleh dinikahi. Juga dilakukan Muhammad sebagai nabi yang harus diteladani setiap perbuatannya oleh umat Muslim?

Atau mungkin saudara dapat menjelaskan jalan darurat yang bagaimana yang saudara maksud?
~
DA
# hidayat 2012-09-27 13:00
*
Sejarah poligami sudah ada jauh sebelum Islam datang. Bahkan tanpa batasan. Saat ini pada bangsa bangsa non Muslim pun berlaku poligami seperti di Afrika, India, Cina dan Jepang dan Kristen.

Dalam Injil tidak satupun ayat yang melarang dengan tegas. Kristen melarang poligami hanya karena mereka membawa adat budaya nenek moyang saja.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-28 15:16
~
Saudara Hidayat benar, poligami sudah ada jauh sebelum Islam datang dan tanpa batas.

Mengapa hal itu terjadi, karena dalam diri manusia terdapat satu ikatan dosa yang membelenggu mereka. Egois, serakah, kejahatan, gelap mata. Keserakahan inilah yang akhirnya membuat manusia tidak mematuhi aturan yang telah Allah tetapkan.

Manusia telah melanggar ketetapan Allah dalam hal perkawinan. Dimana ketika Allah menciptakan manusia, Dia telah menetapkan, satu suami hanya berhak atas satu istri, demikian sebaliknya."Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging" (Taurat, Kitab Kejadian 2:24).

Demikian Yesus Kristus sangat menentang poligami dan menekankan satu istri saja seumur hidup! "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6). 

Namun anehnya, Nabi saudara yang dipercaya sebagai nabi penyempurna oleh umat Muslim, justru mengajarkan poligami. Bukankah ini merusak ketetapan yang Allah berikan? 
~
DA
# maskur 2012-09-27 13:07
*
Larangan poligami dalam Kristen adalah bukan berasal dari ajaran agama Kristen, tetapi merupakan warisan kepercayaan mereka sebelumnya yang tetap dipertahankan dalam ajaran agama Kristen.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-28 15:22
~
Saudara Maskur,

Kekristenan adalah percaya kepada kebenaran firman Allah (Alkitab). Dalam firman Allah pernikahan adalah lembaga pertama yang ditetapkan oleh Allah.

Dimana ketika Allah menciptakan manusia, Dia telah menetapkan, satu suami hanya berhak atas satu istri, demikian sebaliknya."Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging" (Taurat, Kitab Kejadian 2:24). Jadi, ketika manusia berpoligami, ia telah melanggar ketetapan Allah tersebut.

Demikian Isa Al-Masih sangat menentang poligami dan menekankan satu istri saja seumur hidup! "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6). 

Namun anehnya, Nabi saudara yang dipercaya sebagai nabi penyempurna oleh umat Muslim, justru mengajarkan poligami. Bukankah ini merusak ketetapan yang Allah berikan? 
~
DA
# alfianor 2012-09-27 13:14
*
Lebih berbahaya lagi seorang pria yang mempunyai istri. Tetapi mempunyai simpanan atau tidak kawin secara sah atau memilih wanita-wanita bebas lepas seperti wanita tuna susila. Malah bahayanya jauh lebih besar dari poligami.

Bukankah yang namanya pria sama saja. Pria meskipun berbeda agama atau kepercayaan.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-28 15:28
~
Saudara Alfianor,

Apapun alasannya, poligami bukanlah ajaran yang mendatangkan damai sejahtera bagi kedua belah pihak. Poligami hanya menguntungkan kaum pria. Benarkah Allah hanya berpihak pada kaum pria?

Saudara benar, agama tidak dapat menjadikan hati yang suci. Namun bagi pria dan wanita yang telah diselamatkan dari dosa-dosa setelah sungguh-sungguh menerima pelepasan yang disediakan Isa Al-Masih, akan berusaha menghindari dosa-dosa karena:

(1) Ia adalah “ciptaan baru.” Yang lama sudah berlalu. Yang baru datang. ( Injil, Surat II Korintus 5:17). Isa Al-Masih mengatakan bahwa orang ini “dilahirkan kembali,” atau dengan kata lain menjadi orang yang baru (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:3).

(2) Roh Allah datang dan tinggal di dalam dia. Dengan demikian, ada kuasa baru untuk mengatasi kuasa dosa (Injil, Surat I Korintus 6:19).

(3) Dia mempunyai motivasi baru. Karena ia menerima pelepasan akibat kasih Allah dan pengorbanan Isa Al-Masih. Maka ia sekarang hidup dengan satu tujuan, yakni untuk hidup berkenan kepada Allah. (Injil, Surat I Tesalonika 4:1).

Nah, bagaimana dengan saudara rinduhkah memiliki hati yang baru?
~
DA
# idham chalik 2012-09-27 13:22
*
Syarat poligami dalam Islam adalah:
- Suami harus mampu berlaku adil,
- Mendapat ijin dari pengadilan agama Islam juga berarti mendapat izin istri, karena istri tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai istri, istri cacat atau berpenyakit yang tak bisa sembuh, istri tidak dapat melahirkan keturunan.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-28 15:40
~
Saudara Idham Chalik,

Apapun alasannya, jelas poligami adalah ajaran yang mendiskriminasi kan wanita. Menyakiti wanita sekalipun suami berusaha bersikap adil, namun semua akan sia-sia sebab hanya Allah saja yang mampu untuk adil. Sehingga Muhammad melarang anaknya dipoligami.

Dan Isa Al-Masih jelas-jelas menentang ajaran yang merendahkan wanita. Sebab wanita dan pria adalah mahkluk yang sepadan. Benarkah Allah hanya berpihak pada kaum pria?

Mari kita perhatikan bersama pada point kedua dari syarat poligami yang saudara sebutkan.

Benarkah mereka yang berpoligami karena alasan tersebut? Saya kira tidak.

Tetangga sebelah rumah saya adalah keluarga yang berpoligami. Istri pertamanya saya kira dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri. Karena tidak cacat, tidak sakit (segar bugar), dan memiliki anak pria dan wanita. Atau contoh lain yang tentunya kita tidak asing lagi yaitu AA Gim. Adakah yang kurang dari Teh Nini sehingga harus dipoligami.
~
DA
# alfianor 2012-09-29 09:07
*
Menurut saya justru ajaran Islam-lah yang sesuai dengan fakta di lapangan saat ini, sehingga aturan itu ada supaya tidak salah. Dalam arti sesuai dengan syarat dan tuntunan Islam. Memungkiri hal ini sama saja memungkiri fakta yang terjadi, hingga bebas lepas tanpa aturan jelas. Terima kasih.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-04 15:02
~
Saudara Alfianor,

Fakta di lapangan yang bagaimanakah menurut saudara yang menjadi dasar dari Islam menetapkan bahwa poligami adalah aturan terbaik?
~
SO
# rahmi 2012-09-29 09:14
*
Untuk Saudara Jenni,

Terima kasih atas komentar anda, namun anda harus jeli. Ini bukan soal agama yang merugikan atau melindungi wanita, tapi soal hak individu yang menjalani agama, apakah sesuai atau tidak dengan ajaran agama. Jelasnya setiap hal ada pertanggung-jaw abannya, bukankah setiap orang berhak menjalani kepercayaan masing-masing.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-04 15:03
~
Saudari Rahmi,

Maaf, bukannya kami ingin membela saudara Jenni. Menurut kami apa yang dikatakan oleh saudari Jenni adalah benar, bahwa poligami hanya menguntungkan bagi pria, tidak bagi wanita. Dan selain poligami, ada beberapa ajaran Muhammad lainnya yang mendiskriminasi wanita. Artinya memandang wanita nomor dua setelah pria.

Dari nama saudari, kami yakin saudari Rahmi adalah wanita. Sebagai wanita Muslim, bagaimana pandangan saudari Rahmi tentang poligami. Pertanyaan sederhananya, apakah saudari Rahmi bersedia bila suami saudari mempunyai istri lagi selain saudari, mungkin dua atau tiga istri lagi?

Bagaimana perasaan saudari ketika melihat suami saudari bercumbu dengan wanita lain, apakah saudari akan senang-senang saja dan tidak ada perasaan cemburu sedikitpun? Silakan saudari menjawab dengan hati yang jujur. Setelah itu, renungkanlah, benarkah poligami adalah ajaran penyempurna dari Allah?
~
SO
# musafir 2012-09-29 09:51
*
Poligami tidak dilarang, memang ada aturan yang jelas dalam Islam. Asalkan sesuai aturan sah saja.

Bila nabi melarang poligami anaknya sendiri, alasannya karena tidak cukup syarat dan ketentuannya. Jadi kembali pada syaratnya salah satu syaratnya mendapat ijin istri. Kalau tidak ya tidak boleh, tapi kenyataannya banyak juga yang mendapat ijin istri.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-04 15:06
~
Saudara Musafir,

Terima kasih atas penjelasan saudara di atas. Dapatkah saudara menjelaskan aturan-aturan apa saja yang memperbolehkan poligami?

Tentang larangan Muhammad bagi anaknya yang akan dipoligami, menurut saudara karena syaratnya kurang. Tetapi menurut kami bukanlah karena syarat, melainkan karena Muhammad tidak ingin melihat putrinya menjadi sedih dan resah karena dipoligami. Perhatikan sekali lagi ucapan Muhammad berikut:

"Saya tidak ijinkan, sama sekali, saya tidak ijinkan, kecuali bila anak  Abi Thalib (Ali) menceraikan anakku dahulu. Fatimah adalah bagian dari diriku: Apa yang meresahkan dia, akan meresahkan diriku, dan apa yang menyakiti hatinya, akan menyakiti hatiku juga" (Jami' al-Ushul, JuZ XII, 162, nomor hadist: 9026).

Muhammad berkata, “Apa yang meresahkan dia [Fatimah], akan meresahkan diriku, dan apa yang menyakiti hatinya, akan menyakiti hatiku juga" Dengan kata lain, Muhammad tahu Fatimah akan merasa resah dan sakit hati melihat suaminya mempunyai istri lain.
~
SO
# herlina spd 2012-09-29 10:54
*
Tolong diralat perkataan nabi yang anda ungkapkan, bukan ayat tapi hadist.

Hadist itu ada karena kurang syarat poligaminya dalam Islam, di mana sang istri tidak mengijinkan hingga boleh batalkan. Hal itu sesuai dengan ajaran Islam. Bagi situasi yang cukup syaratnya dibolehkan saja untuk poligami.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-04 15:04
~
Saudara Herlina,

Terima kasih untuk koreksi yang saudara berikan. Maaf atas kesalahan kami dalam penulisan.

Bila tidak keberatan, dapatkah saudara menjelaskan apa saja syarat-syarat diperbolehkanny a poligami?
~
SO
# idham chalik 2012-09-29 11:04
*
Poligami dalam Islam bukan mendiskriminasi kan wanita, justru menghargai dan menerima kenyataan hidup manusia. Semua ada aturannya yang sesuai akal dan hati nurani manusia.

Saat ini poligami terjadi di mana-mana yang tanpa aturan, maka dari itu Islam memberi aturan untuk kebaikan manusia itu sendiri, asal tidak keluar dari aturan poligami boleh saja.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-04 15:04
~
Saudara Idham,

Menurut kami, poligami hanya menguntungkan bagi pria saja. Tidak bagi wanita!

Poligami berarti mempunyai istri lebih dari satu. Logikanya, adakah wanita yang rela bila suaminya menikah lagi dengan wanita lain? Jelas tidak ada. Ketika suami menyatakan keinginannya untuk berpoligami, kadang memang ada istri yang setuju. Tetapi pernahkah suami bertanya apakah istrinya benar-benar setuju atau karena alasan lain?

Beraneka-ragam alasan istri tua ketika dia setuju untuk dimadu. Tidak ingin menjadi janda, berkorban demi anak-anak, atau karena ingin tunduk pada suami. Semua mereka lakukan dengan pamrih, bukan dengan keiklasan. Inilah diskriminasi yang mereka terima akibat dari poligami.

Melihat kenyataaan ini, masihkah menurut saudara Idham poligami menghargai wanita?
~
SO
# seh BEKAM 2012-10-07 10:58
*
Kelihatannya anda lebih pandai dari nabi. Keputusan Nabi bukanlah dari pemikirannya sendiri akan tetapi berdasarkan wahyu.

"Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah [382]. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana"
(Qs 4:170).
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-08 18:17
~
Saudara Seh Bekam,

Sebelumnya maaf karena beberapa komentar saudara kami hapus. Bila saudara ingin membahas tentang Al-Quran, silakan saudara bergabung di situs kami yang membahas tentang hal tersebut di: www.isadanislam.com.

Allah tidak pernah memberi wahyu yang hanya memberi keuntungan pada gender tertentu dan merugikan gender lain. Allah selalu memberi aturan yang mendatangkan damai sejahtera, baik bagi wanita maupun pria. Sebab Dia adalah Allah yang Maha Adil. Dia tidak pernah meninggikan satu gender di atas gender lain. Bagaimana menurut Saudara?

Pada kenyataannya Nabi saudara meskipun menyetujui bahkan mempraktekkan poligami, namun ketika anaknya dipoligami ia menolaknya. Mengapa, karena ia menyadari bahwa poligami menyakiti hati wanita.
~
DA
# Nicole 2012-10-08 22:33
*
Poligami memang kurang bagus, yang paling bagus adalah seks bebas. Pria bebas berzinah selama menjaga kesehatan alat kelaminnya. Lihat di Alkitab, seks bebas itu dianjurkan dan itu sesuai kodrat nafsu manusia.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-10 13:37
~
Saudara Nicole,

Memang tidak semua umat Muslim mempraktekan poligami, mungkin salah satu alasannya adalah kurang bagus seperti komentar saudara. Pertanyaannya, benarkah Allah memerintahkan atau menetapkan sesuatu yang kurang bagus?

Alkitab sangat keras memberikan aturan tentang perilaku seks menyimpang. Demikianlah firman Allah mengatakan “jangan berzinah” (Taurat, Kitab Kejadian 20:14). Lagi, “jangan berzinah” (Injil, Rasul Besar Matius 5:27). Bahkan lebih dari itu pada ayat berikutnya dengan tegas lagi Isa Al-Masih menekankan: “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya , sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya” (Injil, Rasul Besar Matius 5:28). Seorang pria yang menginginkan wanita hanya di dalam hatinya pun telah dianggap berzinah. Apalagi mereka yang dengan sengaja melakukannya.
~
DA
# jibril 2012-10-11 12:31
*
Ini kebenaran menurut logika anda. Padahal kebenaran yang hakiki adalah milik Allah.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-12 18:08
~
Saudara Jibril,

Kami sependapat dengan saudara bahwa kebenaran yang hakiki adalah milik Allah.

Demikianlah ketika Allah menciptakan manusia, Dia telah menetapkan, satu suami hanya berhak atas satu isteri, demikian sebaliknya. "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging" (Taurat, Kitab Kejadian 2:24).

Demikian Isa Al-Masih sangat menentang poligami dan menekankan satu isteri saja seumur hidup!"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6). 

Namun anehnya, Nabi saudara yang dipercaya sebagai nabi penyempurna oleh umat Muslim, justru mengajarkan poligami. Bukankah ini merusak ketetapan yang Allah berikan? 
~
DA
# seh BEKAM 2012-10-13 07:39
*
Anda mengatakan:
Sekalipun Muhammad menyetujui poligami, tetapi ketika anaknya Fatimah akan dipoligami, Muhammad marah besar. Ia berkata: "Saya tidak ijinkan, sama sekali, saya tidak ijinkan, kecuali bila anak Abi Thalib (Ali) menceraikan anakku dahulu. Fatimah adalah bagian dari diriku: Apa yang meresahkan dia, akan meresahkan diriku, dan apa yang menyakiti hatinya, akan menyakiti hatiku juga" (Jami' al-Ushul, JuZ XII, 162, nomor hadist: 9026).

Asal anda tahu bahwa:
Marahnya Nabi Muhammad dikarenakan calon yang hendak diperistri Ali adalah putri dari Abu Jahal, musuh Islam saat itu.
[Hadits Sahih dan diriwayatkan oleh Imam Muslim (halaman 1903-1904), Abu Daud (nomor 2069), Ibnu Majah (hadits (1999) dan al-Muzzi menisbatkannya juga kepada riwayat Nasa`i].
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-16 12:36
~
Saudara Seh Bekam,

Menurut kami, alasan yang saudara kemukakan terlalu dibuat-buat. Sudah sangat jelas di hadist tersebut dikatakan, Muhammad menolak Fatimah dipoligami karena dia tidak ingin anaknya resah, dan hatinya disakiti. Karena jelas, setiap wanita pasti sakit hati bila melihat suaminya mempunyai isteri lain.

Maka, tidak ada hubungan antara sakit yang akan dialami oleh Fatimah karena suaminya berpoligami dengan Abu Jahal yang menurut saudara musuh Islam.

Sekali lagi kami tekankan, apapun alasannya, poligami adalah tindakan yang menyakiti wanita. Inilah yang tidak diinginkan Isa Al-Masih terjadi sehingga Dia menekankan satu pengajaran tentang pernikahan kepada pengikut-Nya.

Perhatikanlah ayat ini, “Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Markus 19:5-6).
~
SO
# love 2012-10-17 00:11
*
Untuk Muslim,

"Bisa dipergunakan umpama dalam pesawat pintu darurat hanya dalam keadaan terpaksa saja. Bisa digunakan sedang dalam situasi aman atau biasa malahan dilarang membukanya. Itulah *sempurnanya Islam* aku bangga dan bersyukur sebagai Muslim".

Saya mau bertanya adakah Islam lebih sempurna dari pada Allah sendiri?
Siapakah Islam itu sampai menganggap dirinya sempurna?

Saya melihat komentar anda seperti sebuah pembenaran untuk sebuah aturan yang tidak anda selidiki dengan adil dalam hati anda. Bagaimana anda mengatakan kesempurnaan ada di dalam Islam?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-17 16:56
~
Saudara Love,

Tentu saja hanya Allah yang sempurna. Allah yang sempurna tentunya tidak akan memberikan rancangan yang menguntungkan salah satu pihak dan merugikan pihak yang lainnya.

Apapun alasannya, mendesak atau tidak, tetaplah poligami bukan jalan keluar terbaik dari permasalahan sebuah pernikahan. Adakah wanita yang rela berbagi suami dengan wanita lain? Pasti semua wanita akan menjawab, tidak!

Monogami adalah ketetapan Allah sejak semula mengenai pernikahan, yaitu seorang suami hanya berhak atas satu istri (Taurat, Kitab Kejadian 2:24). Demikian Isa Al-Masih menekankan, satu istri saja seumur hidup!
~
DA
# seh BEKAM 2012-10-21 05:29
*
Tidak poligami?

Injil, Rasul Markus 14:3; Injil, Rasul Besar Yohanes 12:3 dan Injil, Rasul Lukas 7:37-38.

Seorang wanita yang mencurahkan minyak wangi ke kepala, ke kaki, dan menciumi pria tersebut, adalah upacara perkawinan bangsawan Yahudi.

Dalam masyarakat Yahudi, tidak akan pernah ada seorang wanita pun, yang datang mencium seorang pria yang bukan muhrimnya. Karena perbuatan itu hukumannya adalah hukuman mati.

Dan sejarah hidup Isa Al-Masih berada di kalangan Yahudi.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-23 14:45
~
Saudara Seh Bekam,

Benar, tidak poligami.

Ketetapan Allah sejak semula mengenai pernikahan adalah seorang suami hanya berhak atas satu istri.

“Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging” (Taurat, Kitab Kejadian 2:24).

Demikian Isa Al-Masih sangat menentang poligami dan menekankan satu istri saja seumur hidup! "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6).

Jadi, benarkah ketiga ayat dalam Injil tersebut adalah upacara perkawinan bangsawan Yahudi? Tidak. Alkitab tidak akan diam begitu saja dalam topik yang begitu penting. Alkitab mencantumkan Ibu, Ayah angkat, serta Saudara pria dan wanita Isa Al-Masih. Tentunya Alkitab-pun akan menyebutkan hal itu, tetapi tidak. Karena memang bukan upacara perkawinan.
~
DA
# website sarae 2012-11-10 18:32
*
Umat Kristen mana tahu dalil mengenai poligami, asal menulis aja. Film porno aja banyak orang-orang Kristen ganti-ganti pasangan main filmnya, banyak contohnya.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-12 16:17
~
Saudara Website Sarae,

Sudahkah saudara membaca artikel di atas? Nah, bagaimana menurut saudara, apakah yang kami tulis di atas salah? Mungkin saudara tidak keberatan untuk berbagi ilmu di sini tentang poligami.

Saudaraku, tidak setiap orang yang disebut"'Kriste n" adalah pengikut Isa Al-Masih. Karena ada Kristen berdasarkan keturunan, mereka juga membutuhkan keselamatan dari Isa Al-Masih. Jaminan keselamatan bukan ijin berbuat dosa seperti yang anda pikirkan/contoh kan.

“ Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia (Isa Al-Masih), tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia” (Injil, Surat 1 Yohanes 3:6).
~
DA
# agus suryana 2013-01-27 17:56
*
Hadist di atas menjelaskan, bahwa sebenarnya Muhammad menyadari poligami menyakiti hati wanita. Itu sebabnya dia melarang anaknya dipoligami. Sebagai orang tua, Muhammad merasa terluka bila anaknya dipoligami. Diapun memilih lebih baik anaknya diceraikan dari pada dipoligami. Tetapi mengapa justru Muhammad memberi teladan poligami dan menghalalkan poligami?
---------------------------------------

itu pemikiran anda yang Nasrani. Apa nyambung membahas Islam tapi yang komentar orang Nasrani? Jika ingin tanya tentang kota Surabaya, jangan tanya sama orang yang tinggal di Papua.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-30 15:26
~
Saudara Agus Suryana,

Kami yakin saudara memiliki banyak ilmu tentang ajaran Islam, dibanding kami pengikut Isa Al-Masih. Untuk itu silakan berkomentar dan ataupun memberikan pertanyaan serta mengutarakan keberatan jika merasa ada sesuatu yang tidak benar pada artikel kami. Sehingga kita dapat belajar bersama, berbagi ilmu dan bertanya kepada orang yang tepat.
~
DA
# Gr 2013-03-05 21:51
*
1. Hukum poligami hanya pada jaman Muhamamad? Karena yang sebelumnya pria nikah lebih dari 4 wanita, bahkan dalam injil Philipus dikatakan nabi Isa menikah 5x. Ok, pasti kata anda injil Philipus tidak benar. Coba kalau menurut anda ada tidak dalam Injil bahwa poligami dilarang?

2. Ya iya, orang tua juga tidak rela kalau anak wanitanya dipoligami, di Qs 4:3 juga prinsipnya menikah itu satu saja. Memang boleh kan melarang anak dipoligami, karena poligami itu darurat dan tidak harus.

3. Ya anggap saja karena adil itu susah makanya lebih baik tidak poligami, tapi dari pada zinah poligami masih lebih baik. Nah ini namanya agama yang penuh solusi. Karena memang pria itu beda-beda hasrat biologisnya. Ada yang menggebu-gebu ada yang biasa saja.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-03-06 16:34
~
Saudara Gr,

Terima kasih saudara masih bergabung di situs kami.

1. Poligami sebelum nabi saudara dilakukan bukan karena adanya ketetapan dari Allah, melainkan karena keserakahan mereka. Sedangkan ketetapan Allah mengenai pernikahan adalah monogami. Ya, saudara dapat merenungkan lagi, mungkinkah Allah akan melanggar ketetapan-Nya sendiri?

“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6).

Artinya bukan dengan dua atau empat istri, tetapi satu istri.

Lalu menurut saudara apa Allah yang adalah pencipta kita tidak lebih mengasihi kita, sehingga rela membiarkan para istri dipoligami?

3. Apapun alasannya, poligami bukanlah sebuah solusi terbaik dari sebuah perkawinan. Poligami jelas akan menyakiti wanita, sebab tidak ada wanita di dunia ini yang rela berbagi suami dengan wanita lain. Dengan jelas dikatakan bahwa: “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(m u), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian...”(Qs 4:129).

Jadi, kesimpulannya poligami bukan berasal dari Allah. Karena rancangan Allah bukan rancangan yang jahat tetapi damai sejahtera. Demikian penjelasan saudara poligami hanya karena nafsu saja, itulah bukti keserakahan manusia.
~
DA
# Gr 2013-03-05 22:03
*
“Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja” [Qs 4:3].

Di Al-Quran prinsip nikah satu saja, karena kutipan anda di atas tidak lengkap.

Dan di dalam Islam ada perintah tapi dengan syarat dalam arti yang menjalankannya berada dalam kondisi tertentu (mampu) sehingga memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan (adil).

Saya juga sudah diskusi sama orang Islam bahwa tidak ada harus nikah empat, dan orang Islam di Indonesia ini 99% istrinya satu. Jadi apa yang dikhawatirkan? Kalau sekedar mencari kelemahannya karena kita tidak percaya ya pasti ada. Bahkan Injil juga banyak sekali.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-03-06 16:38
~
Saudara Gr,

Kami kutip pernyataan saudara: "di dalam Islam ada perintah tapi dengan syarat"

Bagaimana dengan ilustrasi ini: kamu boleh makan, tetapi harus menggali sumur dalam waktu 1 menit. Pemberi perintah tahu itu mustahil dilakukan. Ini sama dengan melarang makan, bukan?

Dengan perintah poligami yang bersyarat dalam Qs 4:3, bila ditinjau dari Qs 4:129, “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(m u), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian...” timbul beberapa pertanyaan yang perlu saudara renungkan:

1. Apa mungkin Allah saudara lupa akan wahyu-Nya dalam Qs 4:129? Sudah tahu suami tidak dapat berlaku adil kepada istri-istrinya mengapa diperintahkan poligami?

2. Apa memang terjadi ketidak-konsist en dalam kitab saudara? Di kitab yang sama, yang satu memerintahkan, yang lain menyatakan bahwa itu tidak dapat dilakukan.

3. Bukankah secara tidak langsung Allah saudara melarang poligami?

Kami bukan bermaksud mencari kelemahan tetapi hal seperti itu perlu kita renungkan, jadi kita tidak hanya tahu dari kata orang saja.
~
DA
# KaGin 2013-03-28 10:43
*
Saudara IDI yang terhormat,

Perintah yang dimaksud di atas bukan perintah wajib seperti halnya Sholat, Zakat, Puasa. Tetapi perintah dengan syarat-syarat tertentu dan ini sulit sekali.

Syaratnya apa? Saudara saya yang seiman sudah katakan di atas.

Terima kasih.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-04-02 16:22
~
Saudara Kagin,

Benar, syaratnya sulit sekali dan mustahil kaum pria dapat memenuhinya. Karena dengan jelas dalam Qs 4:129 dikatakan, “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian...”.

Apa mungkin Allah saudara lupa akan wahyu-Nya dalam Qs 4:129? Sudah tahu para suami tidak dapat berlaku adil kepada istri-istrinya, mengapa diperintahkan poligami?

Kami kira ada dapat mulai merenungkan, berpikir jernih tanpa mengedepankan emosi dan fanatik.
~
DA
# prima 2013-05-05 21:51
*
Begitulah firman Allah kami dalam Al-Quran dan bukan firman Allah anda. Jadi untukmu agamamu dan untukku agamaku.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-05-08 16:46
~
Saudara Prima,

Mari kita perhatikan kutipan ayat yang saudara Prima percaya sebagai firman Allah Saudara.

Dengan perintah poligami yang bersyarat dalam Qs 4:3 “Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja”.

Bila ditinjau dari Qs 4:129, “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(m  u), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian...”. 

Timbul beberapa pertanyaan yang perlu saudara renungkan:

1. Apa mungkin Allah saudara lupa akan wahyunya dalam Qs 4:129? Sudah tahu suami tidak dapat berlaku adil kepada istri-istrinya mengapa diperintahkan poligami? Bukankah akan menyakiti hati wanita?

2. Apa memang terjadi ketidak-konsist en dalam kitab saudara? Di kitab yang sama, yang satu memerintahkan, yang lain menyatakan bahwa itu tidak dapat dilakukan.

3. Bukankah secara tidak langsung Allah saudara melarang poligami?

Kami bukan bermaksud mencari kelemahan tetapi hal seperti itu perlu kita renungkan, jadi kita tidak hanya tahu dari kata orang saja.
~
DA
# Lord Jesus 2013-08-05 22:31
*
Saya pernah menonton debat Kristen dan Islam di youtube, pihak Kristen menanyakan kenapa Muhammad berpoligami? Tolong jangan katakan untuk menolong wanita itu, karena cara menolong tidaklah harus dengan cara menikahinya.

Islam menjawab: Adalah cukup logis poligami terjadi dimasa itu mengingat masih rendahnya moralitas manusia jaman itu.
=======
Ini komentar saya: Yesus ada 600 tahun sebelum Muhammad, dan Yesus tidak mengajarkan moralitas rendah (poligami). Kenapa Muhammad yang muncul 600 tahun setelah Yesus malah moralitasnya lebih rendah?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-08-07 13:48
~
Saudara Lord Jesus,

Ketetapan Allah sejak semula mengenai pernikahan adalah seorang suami hanya berhak atas satu istri dan sebaliknya.“Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging” (Taurat, Kitab Kejadian 2:24).

Demikian Isa Al-Masih menegaskan bahwa satu istri saja seumur hidup! "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6).

Namun anehnya, Muhammad yang dipercaya sebagai nabi penyempurna oleh umat Muslim, justru mengajarkan poligami. Artinya telah melanggar ketetapan yang Allah berikan.
~
DA
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-08-30 11:43
~
Topik uraian untuk komentar: Muham mad mendukung dan melarang poligami.

Kami masih ingin pendapat para Mukmin, Muhammad melarang poligami karena poligami merugikan dan menyakiti kaum wanita. Tetapi mengapa Muhammad sendiri melakukannya? Benarkah poligami adalah ajaran penyempurna dari Allah?

Dalam memberi komentar kiranya saudara dapat mengikuti aturan yang sudah kami cantumkan pada setiap artikel yang ada di situs ini.

Berikut kami copy kembali aturan tersebut:
(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian.
(3) Sebaiknya satu atau paling dua pertanyaan / konsep dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Masukan tidak boleh memakai singkatan-singk  atan, misalnya yg, dlm, sdh,dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.
(9) Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain. 

Kami mempersilakan Saudara mengemail  untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.
~
DA
# widodo 2014-01-30 20:43
~
Tuhan Yesus adalah seorang pria. Itu berarti Tuhan Bapa dan ajaran Kristen melakukan diskriminasi terhadap kaum wanita.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-02-04 15:41
~
Saudara Widodo,

Isa Al-Masih adalah pria bukan wanita, itulah yang dikatakan Kitab Suci Allah. Semuanya itu adalah otoritas Allah.

Namun melalui Kitab Suci Allah kita juga tahu bahwa di hadapan Allah, pria dan wanita seimbang. Jadi, pria tidak lebih tinggi atau lebih berharga daripada wanita. "Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka" (Taurat, Kitab Kejadian 1:27).

Demikian kasih Allah bagi wanita dan pria sama. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Pengorbanan Isa Al-Masih di kayu salib adalah bukti terbesar bahwa Dia melihat pria dan wanita setara. Penebusan yang telah dibayar-Nya adalah harga yang sama bagi pria dan wanita.

Jadi, tidak ada diskriminasi.
~
Daniar
# ian aja 2014-02-03 00:05
~
Alasan berpoligami tidak lain hanyalah karena nafsu belaka, terlalu munafik kalau katanya untuk menolong.

Ingat! Tuhan menciptakan pasangan pertama tidak lebih dari 1. Hanya ada 1 Adam dan 1 Hawa, Tuhan tidak menciptakan 1 adam dan 2,3,4 Hawa. Inilah ketetapan yang harus di contoh.

Beberapa nabi dalam Alkitab juga ada yang berpoligami contoh Sulaiman atau Salomo yang mempunyai banyak istri dan gundik tapi apa yang beliau katakan, "semua itu hanya bagaikan menjaring angin" ya sia-sia.

Tuhan sudah membuat jumlah pasang yang ideal yakni 1 pasang, sama halnya anggota tubuh kita sepasang tangan, mata, kaki dan telinga. Karena sesuai kebutuhan kita, bayangkan kalau kaki, tangan, mata dan telinga kita diciptakan 3, 4 atau 5!
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-02-04 15:43
~
Saudara Ian Aja,

Benar, Allah telah memberikan pasangan yang ideal yaitu satu pria dengan satu wanita.

Demikian Isa Al-Masih sangat menentang poligami. "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6).

Anehnya, Muhammad yang mendukung dan melakukan poligami, tetapi juga melarang anaknya dipoligami. Muhammad marah besar. Ia berkata: "Saya tidak ijinkan, sama sekali, saya tidak ijinkan, kecuali bila anak Abi Thalib (Ali) menceraikan anakku dahulu. Fatimah adalah bagian dari diriku: Apa yang meresahkan dia, akan meresahkan diriku, dan apa yang menyakiti hatinya, akan menyakiti hatiku juga" (Jami' al-Ushul, JuZ XII, 162, nomor hadist: 9026). Artinya ia menyadari bahwa poligami menyakitkan hati wanita.

Tidak dapat disangkal bahwa poligami membawa penderitaan bagi wanita. Seseorang yang mengerti ajaran Isa Al-Masih akan memahami bahwa poligami bukanlah ajaran dari Allah.
~
Daniar
# andre 2014-02-21 16:40
~
“Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja” (Qs 4:3).

"Maka makanlah makanan yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian Jika kamu takut dikira mencuri, maka makan satu saja"

NB: Aku tidak merasa mencuri kok, jadi aku makan empat saja, kan sudah ada tertulis.

Semoga lebih mudah dipahami.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-02-26 11:46
~
Saudara Andre,

Menurut kami, ayat Qs 4:3 sungguh aneh. Mengapa Allah memberi perintah yang disertai aturan yang mustahil dipenuhi? Mengapa Allah tidak mengatakan saja seorang pria tidak boleh berpoligami?

Jelas tidak ada seorangpun yang dapat berlaku adil. Karena adil adalah bagian dari sifat Allah. Bila Muhammad dan para pria Muslim menerapkan ayat di atas pasti tidak akan berpoligami.

Pernikahan bukanlah memilih barang atau makanan, bila tidak suka dan bosan dibuang. Pernikahan adalah sesuatu yang sakral di hadapan Allah. Inilah cara Allah menciptakan perkawinan. Suami dan istri bersatu.

"Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: 'Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.' Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging" (Taurat, Kitab Kejadian 2:22-24).

Dipandang dari sudut apapun, poligami bukanlah sebuah rahmat dari Allah. Poligami adalah wujud dari keserakahan manusia.
~
Daniar

Isadanislamstudi2

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer