Muhammad Menikahi Istri Anak Angkatnya

pernikahan

Salah satu tradisi Arab yang bagus dan pantas diikuti adalah kebiasaan mengangkat anak. Jika semua bangsa memiliki dan mengikuti tradisi ini, maka jumlah anak yatim piatu pasti sangat menurun. Tradisi Arab menekankan bahwa anak angkat berarti statusnya sama dengan anak kandung dalam semua ketentuan dan hukumnya.

Muhammad dan isterinya Khadijah mengikuti tradisi ini. Itu sebabnya, ia mengangkat anak yang bernama Zaid (Zaid bin Muhammad). Tradisi Timur Tengah ini sudah diterapkan selama ribuan tahun sebelum zaman Muhammad.

Isteri pertama Zaid bin Muhammad adalah Ummu Kutsum. Atas permintaan Muhammad, dia menikah lagi dengan Zainab, anak dari bibi Muhammad sendiri.

Muhammad Menghalalkan yang Haram

Setelah berjumpa dengan Zainab, hati Muhammad gelisah. Keinginan Muhammad untuk menikahi Zainab muncul. Namun keinginannya terhambat oleh tradisi Arab, dimana menikahi istri anak angkat sama dengan menikahi istri anak sendiri, dan itu sangat tabu.

Keinginan Muhammad itu akhirnya terkabul. Zaid mengambil keputusan menceraikan Zainab. Muhammad pun mengambil Zainab sebagai istrinya. Lalu, turunlah wahyu berikutnya kepada Muhammad.  "Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinlah kamu dengan dia (Zainab) supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi" (Qs 33:37).

Dalam hal ini, Muhammad telah mengubah tradisi Arab yang baik. Dan menjadi petunjuk baru bagi umat Muslim, bahwa anak angkat bukanlah anak sendiri dan termasuk isteri-isteri anak angkat halal dinikahi (Qs 33:5).

Bagaimana Penilaian Isa Al-Masih pada Pernikahan Ini?

Menarik untuk mengingat bahwa Adam hanya mempunyai satu istri yaitu Hawa. Adapun umur Adam "mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati" (Kitab Taurat, Kitab Kejadian 5:5). Bagaimana mungkin Adam bisa hidup hanya dengan satu istri saja selama 930 tahun? Padahal Hawa-lah yang menjerumuskan Adam untuk makan buah Kuldi sehingga mereka terbuang dari Firdaus. Tetapi Adam tetap setia pada Hawa. Adam mengingat syariat Allah bahwa ia sudah bersatu dengan Hawa seumur hidupnya.

Hal ini jugalah yang ditegaskan Isa Al-Masih kepada pengikut-Nya, "Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:5-6).

Pertanyaannya adalah: Mengapa Nabi Muhammad dan pria Muslim gemar bercerai? Jawabannya, karena masalah dosa hati!

Isa Al-masih mengatakan, "Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (Menurut Injil, Surat Rasul Besar Matius 5:27-28)

Karena Isa Al-Masih adalah Roh Allah dan Kalimat Allah, maka Ia tahu benar hati  manusia yang penuh dengan keinginan dosa. Ia juga tahu benar bagaimana mendapatkan jalan keluar dari masalah dosa keinginan ini. Sebab untuk itulah Dia datang ke dunia. Untuk mengubah hati manusia yang kotor dengan dosa dan menjadikannya baru.

[Staf Isa dan Islam – Rindukah hati saudara diubah menjadi baru oleh Isa Al-Masih? Artikel tentang Hidup yang Baru dapat membantu saudara mewujudkannya.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Apabila Anda memiliki keinginan untuk didoakan, silakan mengisi permohonan doa dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments   

# cak gimin 2012-12-13 15:46
*
Apakah di Kristen juga ada hukum mengenai siapa saja yang boleh dinikahi dan tidak boleh dinikahi? Apakah orang Kristen juga sudah meneladani Yesus untuk tidak menikah?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-12-14 16:20
~
Saudara Cak Gimin,

Allah melalui firman-Nya menyatakan bahwa: “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (Injil, Surat 2 Korintus 6:14).

Artinya tidak boleh menikah dengan orang yang tidak percaya. Tetapi dengan orang percaya maksudnya yang benar-benar sudah menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamatnya.

Memang ada pria atau wanita yang tidak menikah. Mengenai orang yang tidak menikah Isa Al-Masih mengatakan demikian: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti" (Injil, Rasul Besar Matius 19:11-12).

Walaupun Isa Al-Masih tidak menikah, tetapi Dia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai dari sebuah pernikahan. Dia mengatakan pernikahan adalah sesuatu yang sakral, sehingga tidak dapat dipermainkan.

“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6).

Jadi beda dengan Muhammad yang mengajarkan bercerai dan menikahi istri anaknya.
~
DA
# dedi 2012-12-14 23:27
*
Islam datang menyempurnakan ajaran terdahulu dan memurnikan keesaan Allah SWT.

Islam datang kira-kira 600 tahun setelan nabi Isa AS (Yesus). Injil dalam Al-Quran adalah Injil murni tanpa ada perubahan seperti saat ini. Isa (Yesus) adalah nabi dan rasul, bukan Tuhan.

Kesesatan umat Kristen dan Katholik adalah karena syirik akbar. Menyekutukan Allah dengan mahluk-Nya. Nabi Isa (Yesus) dipandang sebagai Tuhan, padahal Yesus adalah mahluk.

Situs ini membandingkan ajaran-ajaran dan menyampaikan seolah-olah ajaran Islam salah. Padahal agama yang benar adalah Islam.

Kenapa situs ini muncul? Karena kekhawatiran dan fakta bahwa semakin banyak umat Kristen dan Katholik yang tidak akan percaya lagi dengan Injil baru yang sudah diubah. Dan mereka berbondong-bond ong masuk Islam karena hidayah akan kebenaran Islam.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-12-17 16:11
~
Saudara Dedi,

Ketika Allah memberi istri bagi Adam, Allah berfirman, “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging” (Taurat, Kitab Kejadian 2:24). Artinya, suami-istri telah dipersatukan Allah menjadi satu daging, sehingga tidak dapat diceraikan manusia, termasuk pasangan itu sendiri.

Ditegaskan lagi oleh Isa Al-Masih “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6).
Dari kedua ayat di atas dapat disimpulkan bahwa perceraian sama sekali tidak dibenarkan oleh Allah!

Namun, setelah 600 tahun datanglah Muhammad yang dipercaya sebagai nabi penyempurna oleh umat Muslim, justru mengajarkan bercerai, poligami. Bukankah ini justru merusak ketetapan yang Allah berikan?

Saudara Dedi, tujuan situs ini adalah untuk memfasilitasi kaum wanita, baik wanita Kristen maupun Islam untuk saling bertukar-pikira n tentang hal-hal yang berhubungan dengan wanita dan kepercayaannya.

Buat kami, soal pindah agama tidak penting. Yang penting apakah seorang diselamatkan dari hukuman dosa? Apakah ia bertemu dengan Sang Juruselamat? Inilah hal terpenting.
~
DA
# heri 2012-12-17 00:02
*
Anda sudah melecehkan Nabi Muhammad dengan mengatakan Muhammad menghalalkan yang haram. Mudah-mudahan kelompok anda diampuni dosanya dan mendapat hidayah Allah.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-12-18 16:16
~
Saudara Heri,

Kami tidak untuk melecehkan siapapun. Apa yang kami sampaikan tentunya berdasarkan fakta dan kebenaran firman Tuhan.

Mari perhatikan perkataan Isa Al-Masih berikut ini, "Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya , sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (Injil, Rasul Besar Matius 5:27-28).

Dalam hal ini, Muhammad telah mengingini istri anak angkatnya untuk diperistri. Jelas itu sudah berzinah. Apakah menurut saudara Heri berzinah itu halal?

Juga, Muhammad telah mengubah tradisi Arab yang baik. Dan menjadi petunjuk baru bagi umat Muslim, bahwa anak angkat bukanlah anak sendiri dan termasuk istri-istri anak angkat halal dinikahi.

Mengenai pengampunan dosa, tidak ada keraguan bagi kami. Karena Isa Al-Masih datang ke dunia untuk mengubah hati manusia yang kotor dengan dosa dan menjadikannya baru. Ketika kita percaya pada Isa Al-Masih untuk keselamatan kita, dosa-dosa kita diampuni.
~
DA
# atan 2012-12-20 00:51
*
Maaf, kisah yang anda sampaikan keliru. Silakan baca firman Allah Qs 33:5, 37. Muhammad menikahi Zainab karena sikapnya yang meninggikan diri di hadapan Zaid yang hanya orang biasa yang telah di angkat derajatnya oleh Rasulullah. Sedangkan Zainab berparas cantik dari golongan orang berada.

Ketika dalam rumah tangga hanya ada kezaliman, maka hak bagi pelaku rumah tangga itu untuk menghentikannya dengan cerai. Hal yang di benci Allah namun halal hukumnya.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-12-21 16:51
~
Saudara Atan,

Dalam setiap rumah tangga tentu ada masalah. Lalu apakah harus bercerai jalan keluarnya? Atau mungkin orang biasa tidak pantas memiliki istri dari golongan yang berada? Justru di sinilah letak kesetiaan seseorang diuji terhadap pasangannya.

Tetapi tidak dapat dipungkiri Al-Quran tidak menganggap perceraian sebagai pilihan yang tragis, ketika upaya lainnya gagal. Ada perbedaan yang mencolok antara ajaran Al-Quran dan Alkitab tentang hal ini.

Dengan tegas Isa Al-Masih mengatakan bahwa: "Demikianlah mereka [suami dan istri] bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6). Artinya perceraian tidak dibenarkan oleh Allah.

Saudara Atan bagaimana mungkin yang dibenci Allah dinyatakan halal. Contoh: Allah membenci dosa lalu apakah dosa hukumnya halal begitu?
~
DA
# atan 2012-12-20 00:56
*
Karena perintah Allah, Rasulullah menikahi Zainab. Bukan karena menginginkan Zainab. Tetapi untuk menghilangkan kebiasaan kaum jahiliyah sebelumnya. Padahal anak angkat berbeda dengan anak kandung. Dimana tidak adanya hubungan darah (Qs 33:37), sehingga tidak adanya hak untuk menuntut waris.

Mengenai pengasuhan anak-anak bahkan fakir miskin tetap Allah perintahkan. Dan Rasulullah jalankan untuk dirawat serta harus tetap dalam pengasuhan. Salah satunya perintah dalam Qs 107:1-7. Namun bila anak-anak, jika tiba masa baligh maka sudah kewajibannya untuk mandiri.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-12-21 16:56
~
Saudara Atan benar, tentu anak angkat tidak ada hubungan darah. Tetapi bukankah itu tetap diakui sebagai anaknya? Dalam hal ini, Muhammad telah mengubah tradisi Arab yang baik. Dan menjadi petunjuk baru bagi umat Muslim, bahwa anak angkat bukanlah anak sendiri dan termasuk istri-istri anak angkat halal dinikahi (Qs 33:5).

Sekarang mari perhatikan ayat di bawah ini:“Dan ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya: “Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah,” sedang kamu menyembunyikan didalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya, Kami kawinkan kamu dengan dia . . ." (Qs 33:37).

Di sini Allahnya Muhammad mendatanginya untuk menegur keragu-raguanny a. Seakan-akan Allah yang menginginkan Zainab untuk meninggalkan suaminya. Lalu Allah telah menurunkan wahyu perceraian dan perkawinan sekaligus. Sehingga Muhammad dapat menikah dengan Zainab.

Tidakkah Muslim melihat siapa Allah ini? Yakni Allah yang mengawinkan Zainab dengan Zaid, lalu menceraikannya, dan mengawinkannya lagi untuk Muhammad?
~
DA
# atan 2012-12-20 01:08
*
Itulah Islam, untuk menyempurnakan ajaran dari nabi-nabi sebelumnya. Sholawat serta salam ke atas junjungan nabi besar Muhammad beserta keluarga dan sahabat semoga diberikan tempat yang mulia di sisi Allah.

Lainnya, jika anda Muslim, akan memahami. Allah berfirman (Qs 6:164) bahwa tiap-tiap dosa seseorang akan memikul dosanya sendiri. Dan akan tertutup dosa itu bila berbuat kebaikkan, mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya (Qs 11:114).
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-12-21 16:59
~
Saudara Atan,

Tidak ada sejarahnya dimana seorang nabi “teladan kemanusiaan” dikenai hukum Allah yang berbeda dengan umat yang dituntunnya. Bahwa Sulaiman beristri 1000 itu karena keinginan dagingnya sendiri, bukan karena adanya pengkhususan hukum Allah kepada dirinya. Dia manusia biasa berpoligami bukan atas beban nama Allah.

Isa Al-Masih dalam Injil dengan tegas mengatakan bahwa poligami dan perceraian adalah ajaran yang salah. Allah menginginkan seorang suami mempunyai satu istri!

Tetapi, mengapa ajaran yang telah disempurnakan oleh Isa Al-Masih. Serta akhlak manusia yang telah diperbaiki-Nya kesedia kala, harus diubah Muhammad?

Mengenai shalawat silakan bergabung di sini: tinyurl.com/crjrjk7

Saudara Atan, apakah setelah membunuh kemudian berbuat baik tidak akan dihukum?
Kiranya artikel ini dapat menolong saudara, tinyurl.com/7l7e4bm
~
DA
# atan 2012-12-20 10:24
*
Nabi Isa dilahirkan sebagai manusia yang diberkahi mujizat oleh Allah untuk menyempurnakan ajaran sebelumnya. Nabi Isa as tidak dapat menghapus dosa apalagi menanggung beban dosa manusia lainnya. Yang dapat menghapus dosa ialah perbuatan baik dan taubat sungguh-sungguh.

Nabi-nabi yang kita yakini sama, maka tambahkanlah satu nabi sebagai penyempurna. Ialah Muhammad. Kitab suci yang menuntun kita juga sama, maka tambahkanlah satu kitab suci, sempurnakanlah tuntunan dengan Al-Quran.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-03 16:25
~
Saudara Atan,

Pertanyaannya, mengapa ajaran (pernikahan) yang telah disempurnakan oleh Isa Al-Masih. Serta akhlak manusia yang telah diperbaiki-Nya ke sedia kala, harus diubah Muhammad?

Rencana Allah dalam menyelamatkan manusia yang berdosa adalah, Allah sendiri datang ke dunia menjadi manusia yaitu Isa Al-Masih. “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."Liha tlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Injil, Rasul Yohanes 1:1;14;29).

Maka, umat Kristen tidak memerlukan nabi lain, karena Kalimat Allah (Isa Al-Masih) adalah Allah, yang sudah datang sendiri ke dunia. Untuk menyelamatkan manusia yang berdosa, dengan dihukum sebagai ganti kita.

Apakah perbuatan baik dapat menolong dari hukuman Allah? Silakan baca penjelasannya di url ini: tinyurl.com/7l7e4bm
~
DA
# Asrianto Abdullah 2012-12-21 13:58
*
Mana buktinya jika Yesus tidak pernah menikah? Sedangkan jika diteliti Yesus malah berpoligami. Coba pelajari kembali kitab Injil anda!
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-03 16:27
~
Saudara Asrianto Abdullah,

Saudara boleh menunjukkan bukti dalam Kitab Suci, bahwa Isa Al-Masih menikah. Karena kedatangan Isa Al-Masih ke dunia adalah untuk menyelamatkan manusia yang berdosa, dengan di hukum sebagai ganti kita.

"Karena Anak Manusia [Isa Al-Masih] juga datang ... untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Markus 10:45).

"Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Injil, Rasul Yohanes 1:1;14;29).

Itulah kabar baik yang seharusnya Saudara sambut, karena kita manusia berdosa tidak mungkin dapat masuk sorga. Tetapi syukur Isa Al-Masih telah menjadi tebusan kita sehingga kita yang percaya kepada-Nya tidak dihukum dan dapat masuk sorga.
~
DA
# Nur 2012-12-24 21:40
*
Kepada Staf Isa,

Saya memberi saran kepada anda agar anda bandingkan dulu antara 4 Injil yang anda yakini itu. Sedangkan 4 Injil itu saja terdapat perbedaan pada isinya! Yang menulis 4 Injil itu saja manusia. Dan isi Injil-injil itu pun sudah diubah-ubah. Sedangkan isi Injil saja bertolak belakang dengan ajaran Paulus.

Berbeda dengan Al-Quran yang diturunkan langsung kepada Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-03 16:53
~
Saudara Nur,

Kami mengucapkan terimakasih atas saran dan kunjungan saudara Nur.

Tetapi maaf kali ini kami tidak dapat menanggapi komentar saudara yang tidak sesuai dengan topik artikel.

Jika saudara Nur ingin membahas tentang Injil dan Al-Quran silakan bergabung di situs kami ini: www.isadanislam.com.

Bila ingin berdiskusi lebih lanjut kami sarankan saudara mengemail langsung pada staf kami di .

Terima kasih dan harap maklum!
~
DA
# robot 2012-12-26 22:14
*
Bukanlah Zaid sudah menceraikannya lebih dahulu, dan tidak ada masalah dengan itu. Situs ini hanya menyampaikan kebohongan. Kalian pikir kalian yang akan masuk sorga sungguh kalian hanya berangan-angan saja.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-03 16:55
~
Saudara Robot,

Itulah masalahnya, perceraian. Dan tidak berhenti di situ tetapi perceraian tersebut diikuti oleh pernikahan lagi. Bahkan juga telah mengubah tradisi Arab yang baik. Dan menjadi petunjuk baru bagi umat Muslim, bahwa anak angkat bukanlah anak sendiri dan termasuk istri-istri anak angkat halal dinikahi

Mengenai masuk sorga tidak ada keraguan dalam kami. Inilah janji dan keputusan Allah,bahwa kami akan mendapat tempat yang tinggi di sorga pada hari kiamat nanti (Qs 3:55).

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya [Isa Al-Masih] yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya [Isa Al-Masih] tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Nah, bagaiman dengan saudara Robot percayakah saudara dengan janji dan ketetapan Allah?
~
DA
# hulondhalangi 2013-01-15 13:40
*
Saya heran dengan situs ini, menyangkal Al-Quran dengan kaitannya pemurnian mengenai ajaran tauhid. Tetapi mencari pembenaran dalam Al-Quran atas eksistensi Yesus sebagai "Oknum Tuhan" dan yang paling tinggi derajatnya.

Contoh : Orang Kristen memojokan Islam dengan Poligami. Padahal itu nikahnya sah sesuai syariat. Tetapi orang Kristen bungkam ketika kumpul kebo merajalela di mana-mana dan umumnya penganut Kristen pelakuknya.

Lihatlah bisnis prostitusi tumbuh subur di tanah mayoritas non Muslim, bahkan gereja turut melegalkan kawin sesama jenis (gay & lesbi). Mengaku cinta Yesus tetapi tidak pernah mengamalkan ajaran Yesus, melainkan mengambil kesimpulan berdasarkan pemikiran sendiri. Apa gunanya ajaran Yesus kalau begitu.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-18 16:09
~
Saudara Hulondhalangi,

Artikel di atas membahas tentang Muhammad menikahi istri anak angkatnya, bukan tentang tauhid, Isa Al-Masih seperti isi dari komentar saudara.

Bila saudara ingin memberi komentar tentang Isa Al-Masih, silakan beralih pada link ini: tinyurl.com/c4phapd, tentang tauhid pada link ini tinyurl.com/dy8j2nk

Terima kasih dan harap maklum.
~
DA
# Johan 2013-01-15 15:10
*
Staf Isa,

Dalam Qs 33:37 sangat jelas bahwa Zaid telah menceraikan Zainab. Jadi, sejak kapan nabi Muhammad menikahi istri anak angkatnya?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-18 16:11
~
Saudara Johan,

Jadi pertanyaannya mengapa Muhammad gemar berpoligami dan pria Muslim gemar bercerai?

Mari perhatikan perkataan Isa Al-Masih berikut ini, "Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya , sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (Injil, Rasul Besar Matius 5:27-28).

Dalam hal ini, Muhammad telah mengingini isteri anak angkatnya untuk diperisteri. Jelas itu sudah berzinah. Apakah menurut Saudara Johan berzinah itu halal?

Juga, Muhammad telah mengubah tradisi Arab yang baik. Dan menjadi petunjuk baru bagi umat Muslim, bahwa anak angkat bukanlah anak sendiri dan termasuk istri-istri anak angkat halal dinikahi.
~
DA
# Siti 2013-01-16 09:14
*
Mohon tidak membuat pernyataan, topik atau tema yang sensitif, yang berpotensi menimbulkan perdebatan dan pertentangan.

Masing-masing dari kita dan agama kita memiliki keyakinan atas apapun yang ada di Al-Quran dan Alkitab anda.

Untukmu agamamu dan untukku agamaku.
Bagi umat Muslim harap tidak menanggapi lagi situs ini. Karena situs ini tidak ada gunanya bagi kita. Yang ada hanyalah menimbulkan pertentangan antara sesama manusia.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-18 16:13
~
Saudara Siti,

Forum ini adalah forum diskusi, bukan forum untuk memaksakan seseorang menerima apa yang kita yakini.

Biarlah kita tidak menganggap semua yang di atas sebagai debat. Tetapi sebagai kerinduan kita bersama untuk saling membagikan berkat dan kebenaran. Sehingga kita semua memiliki niat dalam hati untuk menyelidiki dan mengetahui kebenaran yang sejati.

Saudara Siti tentu saja boleh berkomentar dan ataupun memberikan pertanyaan serta mengutarakan keberatan jika merasa ada sesuatu yang tidak benar pada website ini.

Kami membuka kesempatan bagi kita semua untuk boleh saling berinteraksi dengan sopan di tempat ini.
~
DA
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-18 11:41
~
Saudara Terberkati,

Mohon maaf kami terpaksa harus menghapus komen saudara, karena tidak sesuai dengan topik yang kita bahas di sini. Tapi jangan khawatir saudara dapat berbagi sukacita dan mendiskusikan pertanyaan saudara pada link ini tinyurl.com/cogqxrh

Terima kasih dan harap maklum!
~
DA
# Johan 2013-01-19 23:33
*
Staf Isa,

Anda belum menjawab pertanyaan saya mengenai status Zainab yang sudah diceraikan oleh Zaid, maka Zainab sudah bukan istri Zaid lagi.

Maaf, menurut saya tuduhan anda tidak logis. Karena yang menjodohkan Zainab dengan Zaid adalah nabi Muhammad sendiri. Jikalau pernyataan anda benar, mengapa beliau harus repot-repot melakukan itu semua?

Dan masalah perceraian, ironisnya kasus perceraian justru banyak di negara yang mayoritas beragama Kristen daripada di negara Islam. Mengapa demikian?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-29 09:23
~
Saudara Johan,

Dalam hal ini kami tidak ingin membuat praduga perihal mengapa Muhammad repot-repot menjodohkan Zainab dengan Zaid. Tapi perhatikan di artikel di atas, dikatakan bahwa sebelum Zaid menceraikan Zainab, Muhammad sudah menginginkan Zainab sebagai istri.

Perhatikan ayat ini: "Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya ), Kami kawinlah kamu dengan dia (Zainab) supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi" (Qs 33:37).

Dikatakan, “setelah Zaid menceraikan Zainab, maka Muhammad boleh mengawini Zainab. Dengan kata lain, sebelum ayat itu turun, dan sebelum Zaid bercerai dengan Zainab, Muhammad sudah ada keinginan untuk memperisteri Zainab.

Saudara Johan, saran kami ada baiknya saudara membaca buku-buku yang menjelaskan tentang Muhammad dan pernikahannya. Baca buku yang mengupas hal tersebut secara detail, jangan hanya membaca buku yang menyajikan hal-hal baik yang dilakukan oleh Muhammad saja.
~
SO
# Terang 2013-01-20 03:37
*
Saudara Johan,
1. Ijinkan saya untuk bertukar pikiran. Perihal menceraikan saja itu sudah salah, terlebih lagi sebab ada tertulis "apabila kau menikahi wanita/pria dari orang yang bercerai itu sama saja kau berzinah". Maaf jadi atas perintah Muhammad mereka dijodohkan & diceraikan?

2. Tentu saudara tahu bagaimana kebebasan di negara tersebut & kalau negara kita diberi kebebasan seperti itu bagaimana? Dasar dalam Kristen diajarkan iman untuk menjadi petunjuk, namun semua itu kembali ke orang tersebut.

Pesan saya :Tuhan memberikan kita pikiran, hati & mulut, jadi pakailah itu semua. Sebab batu yang keras-pun akan hancur oleh tetesan air. Kuncinya adalah komunikasi, sabar & minta petunjuk Tuhan. Jadi jangan alasan bosan dibuat bisa kawin lagi.
# bantahan untuk staff 2013-01-23 15:38
*
Menyamakan anak angkat dengan anak kandung dalam segala hal adalah sebuah kesalahan dan kedhaliman terhadap anak kandung. Maka cara menghapus kesamaan dan ketidak-adilan dengan mengawini mantan istri anak angkatnya.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-28 16:35
~
Saudaraku, sebelumnya maaf beberapa komen saudara kami hapus dan kami ambil beberapa kalimat inti saja.

Mengangkat anak baik secara formil maupun hukum, menyatakan bahwa seseorang yang bukan anak sendiri untuk selanjutnya diperlakukan, dirawat sebagai anak sendiri, termasuk mendapatkan hak warisan.

Demikian kitab suci menulis, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya; orang-orang yang bukan diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:12-13).

Ketika seseorang membuka hati kepada Isa Al-Masih sebagai Juruselamat, dan mengalami kelahiran baru secara rohani, maka Allah memberi hak dan kuasa baginya untuk menjadi anak-anak Allah secara rohani. Sebagai anak, dia masuk dalam keluarga Allah dan diangkat menjadi anak seutuhnya. Allah tidak akan pernah membatalkan status dan hak waris orang percaya tersebut.

Jadi, menikahi istri anak angkat sama dengan menikahi anak sendiri. Dalam tradisi Arab itu sangat tabu.
~
DA
# sudirman 2013-01-24 16:57
*
Saudara Atan, semakin anda mencoba membela Al-Quran, semakin terlihat jeleknya ajaran yang ada di dalam Al-Quran.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-02-22 15:48
~
Saudara Sudirman,

Demikian kesaksian seorang Muslim yang taat dan yang mempelajari ajaran agamanya. Silakan baca kesaksiannya di link ini: tinyurl.com/84y3qyj.
~
DA
# tolong saya mulai ra 2013-01-24 18:48
*
Walau Kristen tapi, setelah saya bandingkan dengan dialog di atas, dan bacaan lainnya. kelihatannya saya setuju dengan pendapat dari "bantahan untuk staff" yang mengatakan sebenarnya Muhammad mengawini Zainab hanya untuk memberikan keadilan kepada anak kandung. Karena tidaklah semua sisi sama antara anak kandung dengan anak angkat, walaupun harus berbuat baik kepada keduanya.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-28 16:44
~
Saudaraku, Maaf beberapa komentar saudara kami hapus.

Kami menghargai pendapat saudara karena setiap orang berhak memiliki pandangan dan pendapat masing-masing.

Namun, tidak demikian dihadapan Allah. Kitab suci menulis, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya; orang-orang yang bukan diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:12-13).

Ketika seseorang membuka hati kepada Isa Al-Masih sebagai Juruselamat, dan mengalami kelahiran baru secara rohani, maka Allah memberi hak dan kuasa baginya untuk menjadi anak-anak Allah secara rohani. Sebagai anak, dia masuk dalam keluarga Allah dan diangkat menjadi anak seutuhnya. Allah tidak akan pernah membatalkan status dan hak waris orang percaya tersebut.

Saudaraku, harta warisan duniawi hanya sementara dan tidak menyelamatkan. Kekristenan adalah hubungan pribadi kita dengan Allah, kita sebagai anak-anak-Nya. Sehingga dalam kehidupan kita terpancar kasih bukan kebencian.
~
DA
# stef 2013-01-25 11:17
*
@tolong saya mulai ra

Menjadikan seseorang menjadi anak angkat kita adalah perbuatan mulia. Bahkan banyak Muslim yang memiliki anak asuh & anak angkat, namun tidak berarti anak angkat derajatnya lebih tinggi dari anak kandung.

Namun perbuatan pada saat itu hingga saat ini mengangkat seseorang (budak, pembantu, orang miskin, dan lain-lain) menjadi seperti anak sendiri adalah perbuatan mulia. Justru dinodai oleh nabi "mulia" Muhammad sehingga turunlah wahyu akal-akalan yang menyatakan halal bagi Muhammad untuk mengawini istri anak angkatnya sendiri.

Saya yakin nurani anda berontak, namun kuasa iblis melalui ajaran Muhammad masih mengikat anda sehingga anda mengesampingkan hati kecil anda.

Bertobatlah sebelum terlambat!
# babikau 2013-01-25 14:39
*
Tulisan kacangan tanpa referensi ilmiah yang akurat. Cocok buat orang-orang bodoh dan selamat berhasil bikin aku panas karena kurang bijaknya diri ini menyikapi sesuatu yang tidak berharga seperti semua tulisan anda.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-28 17:06
~
Saudara Babikau,

Di sini tempat untuk berbagi dan belajar bersama. Jika tidak keberatan silakan membagikan ilmu saudara di sini. Atau jika tulisan kami salah silakan menunjukkan dan memberi masukan kepada kami.

Namun yang indah mengenai keselamatan, Allah justru berkenan menyatakannya kepada kita, orang-orang kecil yang merasa dirinya bukanlah siapa-siapa, tetapi Allah justru menutupnya bagi orang yang merasa dirinya hebat, bijak, dan pandai.

Seperti sabda Isa Al-Masih: “. . .Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa" (Injil, Matius 9:13).
~
DA
# stef 2013-01-25 20:16
*
@babikau,

Kami di sini hanya menyampaikan apa saja menurut literatur Islam sendiri (Surah Nabi dan Hadist diperkuat dengan Quran). Semua informasi tentang kisah Muhammad, Zainab dan Zaid sangat mudah ditemukan apalagi anda mau googling. Terserah jika anda tidak mau percaya, tapi kami cukup tahu saja bahwa anda seorang Muslim yang tidak tahu sejarah nabinya sendiri.

Namun kami para kafirun dan murtadin tidaklah segila Muhammad yang memerangi orang yang tidak percaya atau membunuh yang murtad. Semua itu berpulang kepada hati nurani dan akal sehat anda sendiri.

Wassalam
# cak gimin 2013-01-27 11:54
*
Hanya agama Islam yang mengatur tentang pernikahan dan perceraian secara lengkap dan terperinci. Inilah satu-satunya agama dengan hukum yang terlengkap, dari mulai hal yang kecil maupun hal yang terbesar. Semuanya diatur secara gamblang dan jelas.

Di dalam Kristenpun tidak pernah diatur siapa yang boleh dinikahi dan tidak. Semuanya semu dan remang. Sungguh hanya Islamlah agama yang sempurna.

Bahkan para petinggi Kristen yang berpendapat objektif mengakui hal ini. Karena mereka dengan jujur mengatakan tidak bisa menemukan hukum pernikahan dan perceraian secara lengkap dan detail dalam Kristen seperti dalam agama Islam.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-29 16:48
~
Saudara Cak Gimin,

Semua umat beragama tentu menganggap "agama"nya lah yang paling sempurna. Hal ini tentu wajar. Sebab, bagaimana mungkin dia akan tetap memeluk satu agama, bila dia mengetahui bahwa agama tersebut tidak benar.

Namun bila dilihat dari sudut pandang ajaran Allah dan Isa Al-Masih, pernikahan adalah monogami dan untuk selamanya.

"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging” (Taurat, Kitab Kejadian 2:24).

Jadi, mengapa ajaran Islam bertolak belakang dengan ajaran Allah dan Isa Al-Masih.
~
DA
# stef 2013-01-28 16:31
*
@Cak Gimin,

Iya dalam Islam semua diatur siapa yang boleh dinikahi & dicerai. Istri anak angkat boleh dinikahi, trus kalau istri tidak sesuai spek (kata aceng) boleh dicerai (seperti kasus Muhammad menceraikan istrinya yang kusta), trus dalam Al-Quran diatur istri max 4 tapi kalau budak boleh lebih & Muhammad mempraktekan.

Kata orang tua jaman dulu Muhammad menolong janda-janda tua dengan menikahinya, mungkin istri ciliknya Muhammad si Aisyah atau cewek seksi si Maria coptic janda tua kali bagi Muhammad.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-02-22 15:52
~
Saudara Stef,

Berbeda dengan yang diajarkan Isa Al-Masih. Dia mengajarkan pengikut-Nya untuk tetap memegang teguh hukum yang telah Allah berikan pada pernikahan pertama sejarah manusia. Yaitu, “ Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging ” (Taurat, Kitab Kejadian 2:24).

Karena di hadapan Allah pernikahan adalah sakral dan kudus.
~
DA
# cak gimin 2013-01-29 21:28
*
@Stef:
1. Taurat, Kitab Kejadian 2:24, jika anda mengacu pada ayat ini dapatkah anda menjawab akan pertanyaan saya ini?

Pertanyaan saya: jika anda mempunyai istri tetapi istri anda tukang berselingkuh, mabuk, dugem dan hal ini sudah berjalan bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh tahun. Dan jika diluruskan istri anda malah berkata kasar, mencaci maki dan melawan, apa yang akan anda lakukan? Meneruskan pernikahan atau menceraikannya? Saya tunggu jawaban anda, terima kasih.

2. Sebutkan dalam bibel satu ayat saja, yang mengatur tentang siapa yang dapat dinikahi dan tidak.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-02-22 15:54
~
Saudara Cak Gimin,

Manusia tidak boleh menceraikan yang sudah disatukan Allah, "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6).

Namun, dapatkah suami mengasihi istrinya walau sang istri mempunyai kekurangan? Firman Allah berkata, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (Injil, Surat 2 Korintus 5:17). Demikianlah, seorang pria yang telah menerima pembaharuan dalam kasih Isa Al-Masih, akan mampu mengasihi istrinya dengan kasih Ilahi. Dan tidak akan bercerai.

Rindukah saudara mengasihi istri anda dengan kasih Ilahi? Mintalah hati yang baru, tinyurl.com/cy279xv

Saudara Cak Gimin, Allah melalui firman-Nya menyatakan bahwa: “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (Injil, Surat 2 Korintus 6:14).

Artinya tidak boleh menikah dengan orang yang tidak percaya. Tetapi dengan orang percaya maksudnya yang benar-benar sudah menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamatnya.
~
DA
# cak gimin 2013-01-29 21:34
*
@stef: Jika anda mengacu pada aceng, maaf itu adalah oknum, jika anda bijak maka jangan samakan ajaran dengan penganut ajaran tersebut. Jika anda menyamakan maka saya akan mengatakan jika para pendeta itu pedofil dan homo sex, karena terbukti para pastur di Vatikan bertindak demikian.

Jika anda mengoreksi pernikahan nabi Muhammad berarti anda buta akan sejarah yang benar dan anda hanya belajar dari ilmu copy paste saja. Tentang isetri nabi yang kusta dan Aisyah yang dibawah umur itu tidak berdasar. Jika anda ingin belajar maka anda harus objektif dan sebenarnya Siti Aisyah menikah itu pada usia sekitar 19 th. Silakan cari referensinya di mbah google.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-02-22 15:56
~
Saudara Cak Gimin,

Bukankah tidak dapat dipungkiri jika umat Muslim bercerai, berpoligami itu karena didukung oleh ajarannya. Tetapi ketika umat Kristen melakukan hal tersebut seperti yang saudara sampaikan, justru mereka telah melanggar ajaran Allah.
~
DA
# Johan 2013-01-30 00:37
*
Staf Isa,

Zainab ialah putri dari bibi Rasulullah yang bernama Umaymah binti Abdul Muthalib bin Hasyim. Maka dengan demikian ia sudah seperti puterinya atau seperti adiknya sendiri. Nabi Muhammad sudah mengenal Zainab sejak dari awal mula pertumbuhannya, sebagai bayi yang masih merangkak hingga menjelang gadis remaja dan dewasa. Jadi, sekali lagi saya katakan bahwa tuduhan anda itu tidak logis.

Dan sampai sekarang anda belum bisa membuktikan bahwa nabi Muhammad menikahi istri anak angkatnya.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-02-22 16:06
~
Saudara Johan,

Pertanyaan saudara tersebut sudah kami jawab, silakan baca di kolom komentar di atas.

Saudara Johan kami tidak menuduh, tetapi apa yang kami sampaikan berdasarkan kitab saudara. "Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya ), Kami kawinlah kamu dengan dia (Zainab) supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi" (Qs 33:37).

Dari ayat di atas dapat kita ketahui meskipun sudah dikatakan menceraikannya, tetapi masih dikatakan istri anak angkatnya.
~
DA
# stef 2013-01-30 16:15
*
@Cak Gimin.

Itulah uniknya umat nabi junjungan alam ini. Hobby kawin, juga Muslim memakai petunjuk dari hadits. Tapi di lain sisi menganggap isi Hadits palsu. Juga mengatakan Bibel palsu. Di lain sisi di pakai untuk membenarkan Muhammad, dari mana acuannya itu asli atau palsu? Ya tergantung kebutuhan untuk membela nabi junjungan alam.

Mana bantahan anda tentang Muhammad menikahi wanita kusta lalu menceraikannya dengan segera, coba beberkan di sini beserta referensi Hadits/Surah(ya ng asli menurut anda).

Nah bukankah si Aceng pun (sesuai perkatannya) sudah meneladani Muhammad (tolong jawab yang jujur & gentle). Belum lagi dalam Islam proses cerai itu sangat mudah cukup talak 3x dari pria. Kalau anda mengacu pada pendeta yang pedo & homo apakah mereka sedang mempraktekkan ajaran Yesus?

Saya tahu hati kecil anda bergejolak.
# stef 2013-01-30 16:47
*
@Johan

Sebelumnya terima kasih untuk tetap fokus pada topik ini.

Zainab adalah istri Zaid. Dan anda tidak tahu siapa itu Zaid? kasihan anda rupanya tidak mengenal sejarah nabi anda sendiri.
Jangan-jangan anda juga tidak tahu selir Muhammad si Mariyah Coptik si budak cantik itu.

Satu lagi mitos Muslim jaman dulu dibantah, bahwa Muhammad hanya menikahi janda-janda tua. Itu buktinya si Zainab yang sejak merangkak bayi dikenal Muhammad dinikahi Muhammad juga, belum lagi Mariyah, Aisyah.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-02-22 16:15
~
Saudara Stef,

Terima kasih atas komentar-koment ar yang sudah saudara berikan dan perhatian saudara akan topik yang dibahas di atas. Semoga setiap hal yang saudara jelaskan dapat menjadi pencerahan bagi mereka yang membacanya.
~
DA
# shalom 2013-03-06 16:16
*
Kita jadi bingung, setiap keinginan manusia selalu diikuti dengan wahyu.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-03-07 11:10
~
Saudara Shalom,

Terima kasih sudah membaca artikel kami dan memberikan komentar.

Saudara dapat membaca betapa mendetailnya Allah ikut campur dalam kehidupan rumah tangga sampai rahasia tempat tidur Nabi Umat Muslim. Sebagaimana dijabarkan dalam Qs 33: 28-34; Qs 33:50-55; Qs 66:1-5, juga seperti artikel di atas. Sedangkan hal yang serupa tidak pernah Allah lakukan terhadap puluhan Nabi-nabi sebelumnya.

Mungkinkah Allah berlaku sejanggal ini?
~
DA
# wiwik 2013-04-01 15:05
*
Insya Allah staff situs ini diberi petunjuk dan hidayah dari Allah, mengapa Allah menetapkan untuk menikahkan Muhammad dengan Zainab.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-04-05 16:16
~
Saudara Wiwik,

Kami yakin setiap orang yang mengaku percaya kepada Allah dan bersandar pada Allah, tentu hidupnya bukan suatu kebetulan, bukan? Karena semua dalam rencana dan kehendak Allah.

Sekarang coba renungkan Qs 33:37. Tidakkah saudara Wiwik melihat siapa Allah ini? Yakni Allah yang mengawinkan Zainab dengan Zaid, lalu menceraikannya, dan mengawinkan lagi untuk Muhammad?

Benarkah Allah tidak konsisten akan ketetapan-Nya, tidak bukan?
~
DA
# johan 2013-04-22 13:00
*
@Stef

Saya tahu sejarah Zaid dan Zainab. Mereka menikah karena memang yang memperkenalkan dan menjodohkan mereka berdua adalah Nabi Muhammad. Coba kita main logika saja, jika memang Nabi Muhammad menginginkan Zainab menjadi istrinya, mengapa harus dijodohkan kepada Zaid terlebih dahulu?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-04-30 16:13
~
Saudara Johan,

Maaf salah satu komentar saudara Johan kami hapus, karena sudah kami tanggapi di kolom komentar di atas.

Saudara Johan, seperti yang disampaikan artikel di atas bahwa setelah berjumpa dengan Zainab, hati Muhammad gelisah. Keinginan Muhammad untuk menikahi Zainab muncul.

Jadi, silakan baca kembali artikel di atas.
~
DA
# mr.x 2013-05-03 07:08
*
Buat yang Muslim,

Situs ini hanya mengecoh saja. Mau komen apa pun yang kita buat, mereka hanya bisa menghindar, berkata bahwa sudah lari dari topik. Coba saja lihat komen-komen terdahulu. Staff hanya bisa melarikan diri dengan mengarahkannya ke forum lain. Jadi percuma saja kita menanggapi artikel ini.

Buat staff,
Saya sungguh ironis melihat "Domba-Domba" yang tidak tersesat yang hanya bisa melempar batu sembunyi tangan.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-05-08 16:22
~
Saudara Mr.X,

Perlu kami sampaikan bahwa tujuan kami adalah untuk memfasilitasi kaum wanita, baik wanita Kristen maupun Islam untuk saling bertukar-pikira n tentang hal-hal yang berhubungan dengan wanita dan kepercayaannya.

Saudara Mr.X, kami akan menjawab setiap komen yang masuk, bila berkaitan dengan artikel yang dibahas. Namun bila komentar diluar topik yang dibahas kami akan mengarahkan ke situs kami yang membahas hal tersebut.

Seperti pada kolom komentar ini kami masih ingin pendapat para Mukmin, bahwa anak angkat bukanlah anak sendiri dan termasuk istri-istri anak angkat halal dinikahi (Qs 33:5).
~
DA
# serikandisyurga. 2013-05-17 11:19
*
Maaf saya nasehatkan, jangan hanya membaca terjemahan Al-Quran saja. Perlu memahami asal mula ayat tersebut. Ayat ini adalah untuk membatalkan perbuatan budaya orang yang menjadikan anak angkat sebagai keturunannya sendiri. Karena berkaitan dengan urusan kesahan pernikahan antara pasangan dan hak harta waris.

Islam lebih mengutamakan kasih sayang keluarga terdekat. Namun tidak mengabaikan kasih sayang sesama manusia. Islam juga tidak mau perkawinan keturunan yang menyebabkan tidak jelas dalam status pasangan nikah. Islam juga ingin menjaga batasan aurat antara individu.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-05-22 16:01
~
Saudara Serikandisyurga,

Terima kasih atas nasehat Saudara Serikandisyurga.

Seperti dalam artikel di atas bahwa Muhammad telah mengubah tradisi Arab. Dan menjadi petunjuk baru bagi umat Muslim, bahwa anak angkat bukanlah anak sendiri dan termasuk istri-istri anak angkat halal dinikahi.

Sekarang mari perhatikan ayat di bawah ini: “Dan ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya: “Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah,” sedang kamu menyembunyikan didalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya, Kami kawinkan kamu dengan dia…” (Qs 33:37).

Di sini Allah saudara menegur keragu-raguan nabi saudara. Seakan-akan Allah yang menginginkan Zainab untuk meninggalkan suaminya. Lalu Allah telah menurunkan wahyu perceraian dan perkawinan sekaligus, sehingga Muhammad dapat menikah dengan Zainab.

Tidakkah Muslim melihat siapa Allah ini? Yakni Allah yang mengawinkan Zainab dengan Zaid, lalu menceraikannya, dan mengawinkannya lagi untuk Muhammad?
~
DA
# Pembela Rasulullah 2013-05-20 16:33
*
Referensi surat dan ayat Quran yang anda berikan tidak sesuai dengan isi tulisan anda yang hina dan berasal dari setan.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-05-21 15:13
~
Saudara Pembela Rasulullah,

Bila referensi surat dan ayat Al-Quran yang kami kutip tidak sesuai atau salah, kiranya saudara berkenan memberi masukan referensi ayat yang benar. Sehingga artikel di atas bermanfaat bagi kita semua.

Kami dengan senang hati menerima masukan, kritik dan saran.
~
DA
# The pure of heart 2013-06-21 09:55
*
Jelas-jelas sesuatu yang ganjal (maaf) malah menjijikan jika seorang ayah angkat mengawini bekas menantunya sendiri biarpun sudah bercerai. Biarpun itu anak angkat. Kalau orang waras pasti bisa membedakan mana yang boleh dilakukan mana yang tidak boleh dilakukan. Semakin banyak alibi yang disodorkan semakin membuktikan itu adalah sebuah kebohongan.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-06-24 16:59
~
Saudara The Pure Of Heart,

Demikian dalam tradisi Arab hal itu sangat tabu. Tentunya tidak salah bila setiap orang menilai, menyelidiki apa yang selama ini diyakini.

Isa Al-Masih menegaskan “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6).

Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa perceraian sama sekali tidak dibenarkan oleh Allah!

Isa Al-Masih datang ke dunia untuk memperbaiki kontradiksi seperti ini. Ia ingin membentuk hati kita menjadi baru, agar suami-istri dapat mengasihi sebagaimana semestinya.
~
DA
# Eko Pranoto 2013-07-19 16:19
*
Muhammad memang bukan teladan yang baik sekalipun untuk tujuan agama. Saya rasa tidak harus seperti itu.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-07-23 16:18
~
Saudara Eko Pranoto,

Maaf kami menghapus sebagian dari komentar Saudara Pranoto. Mohon perhatikan aturan dalam memberi komentar, terima kasih.

Menurut Saudara Eko apa yang dilakukan Muhammad dalam hal ini, menikahi mantan istri anak angkat adalah bukan teladan yang baik. Memang setiap orang sah-sah saja menilai setiap ajaran/teladan yang diikutinya.

Bila demikian bagaimana menurut Saudara Eko, benarkah Allah yang menginginkan Zainab untuk meninggalkan suaminya. Lalu Allah telah menurunkan wahyu perceraian dan perkawinan sekaligus, sehingga Muhammad dapat menikah dengan Zainab?

Tidakkah Muslim melihat siapa Allah ini? Yakni Allah yang mengawinkan Zainab dengan Zaid, lalu menceraikannya, dan mengawinkan lagi untuk Muhammad yang adalah ayahnya?
~
DA
# Lord Jesus 2013-08-05 05:45
*
Berpikirlah logis, bagaimana mungkin seorang yang diagungkan berahlak seperti Muhammad?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-08-14 15:06
~
Saudara Lord Jesus,

Memang tidak salah bila kita menilai atau berpikir kritis tentang sesuatu yang menjadi teladan atau yang diagungkan. Sehingga kita dapat menentukan benarkah itu layak dijadikan teladan / diagungkan.

Seperti dalam artikel di atas, nabi Umat Muslim telah menjadi petunjuk baru bagi umat Muslim, bahwa anak angkat bukanlah anak sendiri dan termasuk istri-istri anak angkat halal dinikahi.
~
DA
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-08-30 09:12
~
Terima kasih atas kesetiaan saudara-saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami.

Saran kami, dalam memberi komentar kiranya saudara dapat mengikuti aturan yang sudah kami cantumkan pada setiap artikel yang ada di situs ini.

Berikut kami copy kembali aturan tersebut:
(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian.
(3) Sebaiknya satu atau paling dua pertanyaan / konsep dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Masukan tidak boleh memakai singkatan-singk  atan, misalnya yg, dlm, sdh,dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.
(9) Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Kami mempersilakan Saudara mengemail  untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.
~
DA
# Ali Wahyudi 2014-01-21 15:00
~
Sudahlah boss, berhentilah jadi "Missionaris".

Anda tidak akan pernah bisa menjatuhkan Firman Allah dalam “Al-Quran" begitu pula menjatuhkan "Baginda Nabi Muhamad SAW"

Walaupun saya bukan Islam fanatik dan bukan pula golongan pembenci Kristen.

Saya ini justru sedang mencari kebenaran Allah, di Google saya selalu mencari kelemahan Islam "Agama yang saya anut". Semakin saya banyak membaca artikel yang menunjukkan kelemahan Islam, dan saya cari terus dengan bukti-bukti pendukung yang ada. Semakin mantap saya katakan "Islam agama yang tidak punya kelemahan". Karena setiap fitnah yang datang pada Islam tidak pernah terbukti. Malah mata saya makin terbelalak melihat kemunafikan umat Kristen terutama mereka yang sedang mencari domba tersesat.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-01-23 14:56
~
Saudara Ali Wahyudi,

Tidak ada maksud kami untuk menjatuhkan Al-Quran ataupun Muhammad. Di sini kita saling berdiskusi dan berbagi pandangan satu sama lainnya. Kami tidak pernah memaksakan orang lain untuk menerima apa yang kami sampaikan.

Kami hanya ingin menyampaikan apa yang telah Allah nyatakan melalui Firman-Nya. Pernahkah Saudara Ali merenungkan mengapa Muhammad dan Injil mempunyai cara pandang yang berbeda tentang pernikahan? Bila Injil mengajarkan pernikahan monogami dan untuk selamanya. Sebaliknya Muhammad mengajarkan pernikahan poligami dan perceraian.

Kami berharap melalui diskusi ini banyak orang yang terbuka hatinya dan menemukan kebenaran yang sejati.
~
Daniar
# kepala staf isa dan 2014-02-20 14:38
~
Alhamdulillah, setelah membaca komen-komen staff IDI saya jadi paham agama Kristen yang dibawa Paulus. Semakin menguatkan keimanan saya sebagai seorang Muslim. Paulus lah yang harus bertanggung jawab semua terhadap ajaran Kristen.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-02-25 12:16
~
Saudaraku, sebelumnya maaf beberapa komen saudara kami hapus. Karena dibeberapa topik dengan komentar yang sama. Sehingga kami hanya menanggapi disalah satu topik saja.

Kami akan meluruskan pandangan saudara. Agama Kristen adalah sebuah kepercayaan yang berdasar pada ajaran Isa Al-Masih. Ajaran tersebut disampaikan melalui murid-murid-Nya termasuk Rasul Paulus. Ia taat sampai akhir dalam mengabarkan Injil yaitu kabar baik tentang keselamatan melalui Isa Al-Masih.

“Karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, [Isa Al-Masih] Tuhan kita” (Injil, Surat Roma 6:23).
~
Daniar
# G.Manullang 2014-03-13 20:13
~
Hebat sekali, menghalalkan segala cara demi apapun. Apalah bedanya dengan para koruptor? Masih maukah kalian menjadi pengikut makhluk seperti itu?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-03-25 14:35
~
Saudara G.Manullang,

Dosa timbul dari dalam hati, karena ketidakpuasan sehingga menimbulkan ketamakan. Setiap orang perlu dilepaskan dan diampuni dari dosa ketamakan. Oleh sebab itu manusia memerlukan pertolongan Ilahi.

Kitab Suci Allah menuliskan, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia[Allah] adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (Injil, Surat I Yohanes 1:9).
~
Daniar
# cokie 2014-03-19 22:35
~
Di angkat anak, berarti nama orang tua akan disandang anak tersebut. Demikian juga segala sesuatu yang menjadi milik orang tua tersebut akan kelak turut diwariskan kepadanya. Status anak pun disesuaikan dengan orang tua angkat. Bila tidak berarti bukan anak angkat tetapi anak asuh atau anak titipan.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-03-27 15:47
~
Saudara Cokie,

Terima kasih untuk penjelasannya. Kiranya menjadi pencerahan bagi saudara-saudara yang lain.
~
Daniar
# gindal tjoeroep 2014-03-31 18:37
~
Kitab Suci Allah menuliskan, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia [Allah] adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (Injil, Surat I Yohanes 1:9).

Bukannya Yesus tetapi Allah, bukan pula menjadi orang yang percaya Yesus Tuhan akan terhapus dosanya.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-04-09 18:07
~
Saudara Gindal Tjoeroep,

Mari baca dan perhatikan Injil, Surat I Yohanes 1 ayat 7 bagian terakhir ini, “dan darah Yesus Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa”. Dalam kontek ayat tersebut yang menyucikan kita dari segala dosa adalah Isa Al-Masih. Adakah selain Allah yang dapat menyucikan kita dari segala dosa? Tidak ada.

Adalah jelas ayat tersebut menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah.

Nah rindukah saudara diampuni dan disucikan dari segala kejahatan?
~
Daniar
# wise now 2014-04-27 22:01
~
Salam kenal.

Banyak dari staf Isa dan Islam menjawab pertanyaan dengan menggunakan kisah Rasul Besar Yohanes. Padahal bagaimana anda mengatakan benar, kalau dari kisah Rasul Yohanes terdapat pertentangan di dalamnya.

Contoh dalam kisah Yohanes disebut bahwa Yesus adalah Tuhan Roh Kudus dan Anak Allah. Tetapi dalam satu kisah lain disebut Utusan Bapa.

Apabila dalam satu kisah ada 2 penafsiran bisa saja 1 benar 1 salah, /2 nya benar/2 nya salah. Artinya kisah Yohanes menurut saya sudah tidak murni lagi atau mengandung kebenaran lagi karena berasal dari cerita manusia.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-04-29 15:23
~
Saudara Wise Now,

Alkitab (Firman Allah) diilhamkan oleh Allah (Injil, Surat 2 Timotius 3:16). Artinya Allah menafaskannya, menyebabkan orang itu menulis sesuai dengan pimpinan Allah. Firman Allah adalah kebenaran Allah.

Bila saudara membaca Injil, saudara akan mengetahui bahwa Isa Al-Masih memiliki banyak jabatan/gelar. Beberapa diantaranya yang saudara sebutkan di atas. Kitab Suci berulang kali menekankan bahwa Isa Al-Masih, Kalimat Allah, adalah Tuhan. Semuanya gelar itu benar dan saling melengkapi.

Saudaraku, ambil sebagai contoh: Saudara Wise adalah pimpinan perusahaan, saudara juga sebagai utusan dari perusahaan untuk misi ke luar, sebagai ketua RT, sebagai kepala keluarga. Demikian Isa Al-Masih, Dia lebih dari Utusan. Dia adalah Kalimat Allah. Kalimat Allah kekal dan satu dengan Allah.

Siapakah menurut saudara Isa Al-Masih sesungguhnya berdasarkan pernyataan Kitab saudara dan Kitab Allah berikut ini: tinyurl.com/7asxnqs
~
Daniar
# farida 2014-05-08 07:24
~
Sepanjang yang saya tahu Rasulullah menikahi mantan istri anak angkatnya itu hanya karena perintah Allah. Yang ingin mendobrak tradisi bangsa Arab yang menyamakan posisi anak kandung dan anak angkat. Karena itu bisa mengaburkan nasab (garis keturunan). Dan hal itu bukanlah perkara mudah bagi Rasulullah karena beliau harus mengubah tradisi demi ketaatannya kepada Allah SWT. Semoga bermanfaat.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-05-13 15:45
~
Saudara Farida,

Terima kasih atas penjelasan saudara.

Mari perhatikan ayat ini: “Dan ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya: “Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah,” sedang kamu menyembunyikan didalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya, Kami kawinkan kamu dengan dia . . ." (Qs 33:37).

Di sini Allahnya Muhammad mendatanginya untuk menegur keragu-raguanny a. Seakan-akan Allah yang menginginkan Zainab untuk meninggalkan suaminya. Lalu Allah telah menurunkan wahyu perceraian dan perkawinan sekaligus. Sehingga Muhammad dapat menikah dengan Zainab.

Bagaimana saudara melihat siapa Allah ini? Yakni Allah yang mengawinkan Zainab dengan Zaid, lalu menceraikannya, dan mengawinkannya lagi untuk Muhammad?
~
Daniar
# muslimah 2014-05-16 23:44
~
To staff,

Anda tidak ada bedanya dengan kaum kalian yang dahulu mengetahui kebenaran, tapi sebagiannya kalian sembunyikan. Dan kalian gunakan sebagian yang lain untuk menyalakan permusuhan. Ingatlah api itu akan membakar kalian sendiri. Jika sampai pada saatnya penyesalan anda tak akan berguna lagi. Jadi berhentilah sekarang dan bertaubatlah selagi nyawa masih di badan.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-05-26 15:23
~
Saudara Muslimah,

Kalau boleh tahu kebenaran apakah yang disembunyikan oleh “kaum kami”?

Saudaraku, dalam forum ini justru kami bertujuan untuk setia menyampaikan sesuai dengan keutuhan Firman Allah yang telah Allah wahyukan di dalam Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil. Jadi kami tidak menyembunyikan atau mengingkari kebenaran Allah.

Bila menurut saudara apa yang kami tulis tidak benar dan tidak berkenan di hati saudara kiranya saudara dapat mengoreksinya dan memberi masukan.

Terima kasih.
~
Daniar
# Pengamat 2014-06-14 09:26
~
Perkawinan itu tidak identik dengan perzinahan. Kalau identik, berarti Tuhan Yesus juga hasil perzinahan, karena Yesus lahir dari rahim Maria dan Maria adalah hasil pernikahan antara ibu dan bapaknya.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-06-25 17:10
~
Saudara Pengamat,

Kami sependapat dengan saudara, karena pernikahan adalah prakarsa Allah. Tetapi bila seorang pria mengingini wanita lain untuk dijadikan istri yang ke2-4, jelas itu tidak sesuai dengan ketetapan Allah.

Perhatikan artikel di atas, dikatakan bahwa sebelum Zaid menceraikan Zainab, Muhammad sudah menginginkan Zainab sebagai istri.

Isa Al-Masih mengatakan, "Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya , sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (Menurut Injil, Surat Rasul Besar Matius 5:27-28).

Saudaraku, Isa Al-Masih bukan hasil dari hubungan pria dan wanita. Wanita yang melahirkan-Nya tidak pernah disentuh pria (Qs 19:20). Tetapi Kalimat Allah yang Maha Kuasa masuk ke dalam rahim Siti Maryam, dan dilahirkan sebagai manusia.
~
Daniar
# gege abadi 2014-08-09 06:30
~
Mas admin, bila salah satu pasangan Kristen selingkuh/KDRT, apakah masih juga tetap tidak boleh bercerai?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-08-15 14:39
~
Mas Gege Abadi,

Memang dalam setiap pernikahan pasti timbul permasalahan. Tapi bukan berarti harus mengambil keputusan yang tragis, bukan? Lari dari masalah tersebut dengan cara melakukan perceraian. Justru di sinilah letak kesetiaan seseorang diuji terhadap pasangannya.

Pernikahan bukanlah hubungan yang mengikat dalam agama Islam. Al-Quran tidak menganggap perceraian sebagai pilihan yang tragis, ketika upaya lainnya gagal. Ada perbedaan yang mencolok antara ajaran Al-Quran dan Alkitab tentang hal ini.

Dengan tegas Isa Al-Masih mengatakan bahwa: "Demikianlah mereka [suami dan istri] bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6). Artinya perceraian tidak dibenarkan oleh Allah.
~
Daniar
# lpk korea AlFaatihaH 2014-08-09 13:30
~
1. Mas admin, bila salah satu pasangan Kristen selingkuh/KDRT, apakah masih juga tetap tidak boleh bercerai?

2. Berarti kalau dalam Kristen boleh menikahi istri anak kandung ya asal seiman?
Untuk ayat: "Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya , sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (Injil, Rasul Besar Matius 5:27-28). Ini berarti seluruh wanita Kristen harus berjilbab lebih dari jilbabnya wanita Muslim ya pak admin?

3. Untuk kata mengingini di sana bukan berarti Nabi Muhammad ingin secara seksual tapi ingin Allah Swt segera memberi hukum yang jelas dan mengganti hukum lama tentang tidak bolehnya menikahi janda anak angkat [kalau anak kandung jelas haram].
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2014-08-15 14:42
~
Saudara Lpk Korea Alfaatihah,

Terima kasih atas pertanyaan-pert anyaan saudara di atas, berikut tanggapan kami:

1.Kami lihat pertanyaan saudara Lpk sama persis dengan pertanyaan mas Gege di atas. Jadi silakan baca penjelasan kami dikolom jawaban mas Gege.

2.Saudara Lpk, hanya binatang yang menikahi anaknya sendiri, betul tidak? Saudara Lpk, ayat itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan jilbab. Ayat itu menekankan dosa keinginan artinya memiliki pikiran yang kotor dalam hatinya. Jadi, meskipun wanita dibungkus dengan kain dan tidak kelihatan wajahnya, seorang pria masih dapat memiliki keinginan dan pikiran kotor terhadap wanita itu, bukan?

3.Pertanyaannya , benarkah hukum Allah tidak berlaku lagi dan diganti dengan yang baru?

Semoga penjelasan dan pertanyaan kami menjadi pencerahan bagi saudara Lpk.
~
Daniar

Isadanislamstudi2

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer