Melalui artikel ini, kita akan belajar bagaimana Allah mendengar doa kita dalam bahasa apa saja. Nama saya Marta. Saya dibesarkan dalam budaya Timur Tengah di Amerika. Saya percaya Allah sebagai satu-satunya Allah yang benar, dan Muhammad sebagai utusan-Nya. Saya tidak boleh bertanya tentang Allah, Al-Quran, ataupun iman Islam.
Rindu Akan Allah
Namun sejak kecil saya sudah bertanya mengenai Allah. Menurut Al-Quran, Allah Maha Tinggi dan jauh dari ciptaan-Nya. Tidak ada jembatan antara manusia dan Allah. Menurut saya, jika Allah tahu saya sangat mengasihi Dia, pasti Dia juga akan mengasihi dan menjadi teman saya.
Saya mulai membaca dan mempelajari Al-Quran. Walau sudah sungguh-sungguh mencari siapakah sebenarnya Allah itu, namun belum menemukannya. Hingga akhirnya saya menunda pencarian saya.
Tantangan Dari Teman
Setelah saya duduk di perguruan tinggi, kembali muncul kerinduan untuk mencari Allah. Suatu hari, saya berbincang-bincang dengan dua teman kuliah saya. Tiba-tiba saya berkata “Saya tidak yakin Islam dapat memberi jawaban atas pertanyaan saya tentang Allah. Dan saya tahu masalahnya tidak pada saya.” Saat itu saya tidak tahu bahwa mereka adalah pengikut Isa Al-Masih. Ternyata mereka telah mendoakan saya secara khusus sebelum pertemuan tersebut. Pertemuan itu ibarat sebuah pintu yang terbuka bagi mereka untuk menceritakan tentang Isa Al-Masih kepada saya.
Sejak kecil saya diajar bahwa agama Kristen adalah agama palsu. Seseorang yang mempercayainya pasti langsung masuk neraka. Jadi saya tidak mau mendengar kesaksian mereka. Tetapi mereka menganjurkan saya untuk berbincang-bincang dengan Allah. “Tidak! kalian belum mengerti,” kata saya. “Manusia tidak dapat berbincang-bincang dengan Allah begitu saja. Seseorang harus terlebih dahulu membersihkan diri, dan hanya dapat melantunkan ayat-ayat Al-Quran yang telah disediakan. Tidak ada ‘jendela’ dimana kita dapat berkomunikasi dengan Allah. Allah amat jauh dari kita.”
Teman saya, Mary, berkata bahwa Allah alam semesta adalah Allah yang penuh kasih. Dia rindu akan persekutuan dan hubungan dengan umat-Nya. Mempunyai hubungan dengan Allah, adalah hal yang sangat saya rindukan. Tapi pernyataan bahwa kasih Allah dapat ditemukan melalui kepercayaan dalam Isa-Al-Masih membuat saya merasa takut.
Ke Gereja dan Berdoa Kepada Allah
Dengan perasaan bingung, saya memutuskan untuk berbicara kepada Allah. Adakah Allah mencari saya seperti saya mencari Dia? Adakah Allah mendengar doa kita? Saya berkata, “Baiklah Allah, saya di sini! Dengan langsung aku berbicara kepada-Mu. Dalam bahasa Inggris, bukan bahasa Arab. Silakan Allah menjelaskan, siapakah Engkau sebenarnya. Aku sungguh ingin mengetahui.” Malam itu, tidak terjadi sesuatu hal apapun hingga saya tertidur.
Satu minggu telah berlalu sejak berbicara kepada Allah. Ketika menuju kantor pos di kampus kami, saya melihat Mary. Tanpa sadar saya bertanya apakah boleh saya ikut dengannya ke gereja. Menyadari apa yang saya ucapkan, saya terkejut dan langsung menutup mulut dengan tangan dalam keheranan. Mary dengan senang hati menyetujuinya dan mengajak saya pergi bersamanya ke gereja.
Itulah kali pertama saya ke gereja. Saya tidak ingat khotbah hari itu. Yang saya ingat dengan jelas adalah kumpulan orang-orang yang ramah dan sangat senang berbicara dengan saya. Walau mereka tahu saya belum percaya apa yang mereka percayai.
Diundang ke Konferensi Pemuda Kristen
Saat liburan musim dingin, saya pulang ke rumah orang tua. Mary menelepon dan mengundang saya mengikuti Konferensi Pemuda Kristen yang dilaksanakan pada Tahun Baru.
Saya berpikir bagaimana cara meminta ijin kepada orang tua. Mary dan timnya terus mendoakan saya. Ketika saya meminta ijin, ayah saya berkata, “Iya boleh, bersenang-senanglah! Tapi harus minta ijin juga dengan ibu.” Saya sangat senang mendapat ijin dari ayah. Dan ketika meminta ijin kepada ibu, beliau juga mengijinkannya. Allah mendengar doa kita.
Pengertian Baru Tentang Isa Al-Masih
Di konferensi itu, saya melihat banyak orang yang mendapatkan kepuasan rohani dan kasih Allah. Saya juga menjadi mengerti tentang dosa, dan mengapa dosa itu menjauhkan kita dari Allah.
Dan yang terutama, saya mulai mengerti mengenai maksud dan tujuan Isa Al-Masih datang ke dunia. Saya menyadari bahwa kematian dan kebangkitan-Nya itulah yang menjembatani jurang besar antara Allah dan manusia. Juga saya belajar mengenai fakta bahwa Isa Al-Masih mencari manusia. Sungguh, setiap orang sangat berharga bagi Isa Al-Masih.
Akhirnya saya mengetahui bahwa apa yang telah saya cari sejak kecil, sudah saya temukan. Dengan penuh syukur, saya menyerahkan diri sepenuhnya kepada Isa Al-Masih di konferensi itu.
Kenyataan Tiba
Saya menyadari akibat yang akan saya terima atas keputusan saya menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat saya. Kemungkinan saya tidak lagi diakui oleh keluarga. Hal itu sangat sulit karena sebagai kakak tertua dari empat bersaudara. Ketakutan dan kekhawatiran itu hampir membuat saya meninggalkan kepercayaan yang baru saya imani. Saya khawatir masa depan adik-adik saya, bila saya dibuang dari keluarga. Tetapi pikiran itu saya tepiskan, saya terus berjalan dengan iman saya kepada Isa Al-Masih.
Sore itu saya berdoa kepada Isa Al-Masih. Meminta agar Dia memperlihatkan pada saya bahwa keputusan mengikuti Dia adalah jalan yang benar. Saya percaya jika Allah mendengar doa kita ini. Kemudian saya keluar dengan teman untuk makan sore bersama. Ada seorang pria tunawisma di tempat itu, dan teman saya mulai berbincang-bincang dengannya.
Selang beberapa lama mereka berbincang, teman saya pergi ke kamar kecil. Tinggal saya berdua dengan pria tunawisma itu. Saya melihatnya, dan dia tersenyum ramah. Dia menunjuk ke hati saya dan berkata, “Saya tahu bahwa Isa Al-Masih mendiami hati anda.”
Hati kecil saya berkata, pasti inilah jawaban dari Allah tentang doa saya. Hati saya dipenuhi dengan keberanian. Ada keyakinan dari pengalaman itu, seorang yang tidak saya kenal, adalah pemberian Allah untuk meyakinkan dan menguatkan iman saya.
Keluarga Baru Dalam Isa Al-Masih
Saya memberanikan diri untuk mengakui iman baru saya pada keluarga. Seperti yang telah saya pikirkan sebelumnya, keluarga mengusir dan tidak mengakui saya sebagai keluarga lagi. Walau saya sangat sedih, namun Tuhan telah memberi saya keluarga baru. Keluarga baru saya dalam Isa Al-Masih.
Hari demi hari saya dilindungi oleh Bapa Surgawi. Saya juga berbincang-bincang dengan Isa Al-Masih secara terus-menerus. Isa Al-Masih sungguh hidup dalam hati saya dan selalu beserta saya.
Kini saya telah menemukan apa yang saya cari. Yaitu hubungan pribadi dengan Allah melalui Isa Al-Masih. Sekarang, dengan iman saya meminta kepada Isa Al-Masih, agar mata rohani dan hati orang tua serta ketiga adik saya dibukakan. Mereka sungguh-sungguh saya doakan, agar suatu hari mereka juga dapat mempunyai hubungan dengan Allah dalam Isa Al-Masih, seperti hubungan yang sudah saya alami.
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel “Dapatkah Allah Mendengar Kita Doa Dalam Bahasa Inggris?”, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau SMS ke: 0812-8100-0718
Apabila Anda memiliki keinginan untuk didoakan, silakan mengisi permohonan doa dengan cara klik link ini.
wiwik mengatakan
~
Anda mengatakan Yesus itu Kalimatullah. Alam semesta ini sampai sebutir debupun itu adalah kalimattullah. Tetapi mengapa ayat Injil banyak yang bertentangan dengan pengetahuan alam, padahal alam itu sendiri adalah kalimattullah. Mungkinkah Injil mengingkari ayatnya sendiri?
Menurut anda dimanakah letak amal dalam iman seseorang, karena iman tanpa amal adalah ibarat pohon yang tidak berbuah. Dimana letak perbuatan dalam keselamatan karena perbuatan itu menentukan keselamatan seseorang. Kalau anda mencuri pasti anda tidak akan selamat, karena anda pasti ditangkap Polisi.
staff mengatakan
~
Saudara Wiwik,
Istilah “Kalimat” dipakai untuk menunjuk kepada seorang pribadi ilahi, bukan ciptaan. “Kalimatullah” adalah diri Allah sendiri. Bila suara manusia adalah manusia itu sendiri, bukankah “Kalimatullah” adalah diri Allah sendiri? Apakah Kalimat Allah bisa dipisahkan dari diri Allah? Jelas mustahil!
Mari perhatikan wahyu Allah dalam Injil: “Pada mulanya adalah Firman ( Kalimat, Kalam). . . Firman (Kalimat, Kalam) itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya“ (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,14). Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang menjadi manusia.
Penjelasan selangkapnya dapat saudara baca di link ini: http://tinyurl.com/dx4cc9k dan http://tinyurl.com/bsl2n4d
Seorang beriman sebagai buah dari pertobatannya tentu akan beramal beribadah, akan menghasilkan perbuatan-perbuatan kasih (Injil, Surat Yakobus 1:27; 2:8; 1 Korintus 13). Sedangkan keselamatan hanya karena pemberian Allah, bukan karena perbuatan kita. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Injil, Surat Roma 2:8).
Seseorang yang ingin mendapatkan hidup kekal, pertama yang harus dilakukan adalah menerima dan mengimani Isa Al-Masih sebagai satu-satunya Juruselamat dalam dirinya. Setelah itu, hidup dalam pertobatan atau hidup sesuai kebenaran firman Allah.
~
Daniar
Widodo mengatakan
~
Agama anda membutuhkan salib (terbuat dari kayu, besi) untuk mengenal Tuhan. Bagaimana cara ia mengenal Tuhan kalau tidak ada salib?
Kenapa begitu bingung mencari Allah? Bukankah Ia ada dalam dirimu sendiri. Ketika engkau melihat matahari, sesungguhnya engkau telah melihat-Nya. Juga melalui kebesaran-Nya yaitu alam semesta ini, melalui nikmat-Nya pada setiap detak nafasmu. Dia sungguh amat dekat dan terletak pada rasa syukurmu pada-Nya.
staff mengatakan
~
Saudara Widodo,
Maaf kami edit dan jadikan satu kolom komentar saudara agar teman yang lain mudah mengerti.
Saudara Widodo, yang dimaksud salib bagi orang Kristen bukan terbuat dari material apa? Tetapi bagaimana pengorbanan Isa Al-Masih di atas kayu salib. Dia telah menyerahkan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Itulah bukti kasih Allah. Dia telah datang ke dunia menjadi manusia bukan hanya untuk menyatakan diri-Nya, tetapi juga untuk menyelamatkan umat manusia termasuk saya dan saudara Widodo.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal [Isa Al-Masih], supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya [Isa Al-Masih] tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
Hanya dengan menerima Keselamatan dari-Nya, manusia dapat mengerti bahwa Dia datang untuk menebus manusia dari dosa. Oleh karena kematian-Nya Ia dapat memberi hidup kekal bagi orang yang percaya kepada-Nya.
~
Daniar
halmin mengatakan
~
Mustahil Islam tak bisa menjawab permasalahan keberadaan Allah Swt. Seperti yang di sampaikan oleh Martha.
Keberadaan Allah swt hanya akan benar dirasakan oleh manusia yang benar-benar beriman. Melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
staff mengatakan
~
Saudara Halmin, mungkin saudara dapat menjelaskan bagaimana Islam menjawab permasalahan keberadaan Allah?
Kiranya pertanyaan-pertanyaan ini dapat saudara renungkan dan jawab. Akankah manusia tahu dan mengenal Allah, bila Allah tidak memperkenalkan diri-Nya? Pernahkah Allah berbicara langsung dengan Muhammad, yang dipercaya orang Islam nabinya? Benarkah kasih Allah dengan syarat?
Kasih Tuhan Alkitab adalah kasih yang tidak bersyarat. Ia tetap mengasihi manusia walaupun manusia jahat dan berdosa. Isa Al-Masih datang ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia yang berdosa.
“Aku [Isa Al-Masih] datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Injil, Rasul Besar Matius 9:13).
~
Daniar
toyo-fth mengatakan
~
Yang jadi pertanyaan adalah:
1. Dalam Kitab Injil yang mana Yesus menyatakan dirinya sebagai Tuhan? Tidak ada sama sekali bukan?
2. Injil Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru mungkin suatu saat ada yang bikin perjanjian yang akan datang
3. Suatu saat, nabi Isa A.S akan turun kembali ke dunia untuk meluruskan ajaran yang telah anda sesatkan. Mudah-mudahan anda sudah meninggal. Karena anda lari ke lubang semut pun pasti akan ditemukan dan dihukum mati. Saat itulah dunia ini sudah hampir tutup usia (kiamat).
Jadi, jika Islam itu tidak benar, tidaklah Kristen lebih benar. Sesungguhnya agama yang dibawa oleh nabi dan rasul, tidak lain kecuali Islam dan menyeru kepada Tuhan yang sama yaitu Allah SWT.
staff mengatakan
~
Saudara Toyo-fth,
Mari perhatikan firman Allah berikut ini, dimana Isa Al-Masih menanyakan siapakah diri-Nya. Salah satu muris-Nya menjawab bahwa Dia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Lalu apakah jawaban Isa Al-Masih?
“Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga” (Injil, Rasul Besar Matius 16:17).
Ayat itu menyatakan bahwa jawaban itu benar adanya dan berasal dari Allah Bapa. Artinya bahwa Isa Al-Masih adalah pribadi Allah yang menjadi manusia.
~
Daniar
muslimah mengatakan
~
Saya sungguh kasihan dengan Marta karena ia tersesat setelah beriman. Dia justru menjauhi cahaya dan menuju kegelapan. Janji bahwa dosanya telah ditebus oleh darah Yesus telah membutakan hatinya. Berharap hidup akan lebih ringan karena tidak ada pertanggungjawaban di akhirat. Sehingga bisa hidup bebas di dunia, mati masuk sorga.
staff mengatakan
~
Saudara Muslimah benar, orang yang pantas dikasihani adalah yang menjauhi cahaya dan menuju kegelapan.
Untuk itulah Isa Al-Masih datang ke dunia untuk mengangkat manusia dari kehidupan dosa kepada Terang dan Kebenaran Allah. Sehingga bagi mereka yang mengikuti Dia tidak akan berjalan dalam kegelapan dosa. “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Injil Rasul Besar Yohanes 8:12).
Nah, itulah yang dialami Saudara Marta, ia telah memiliki Terang hidup.
~
Daniar
abdi mengatakan
~
Pelajari Islam secara keseluruhan, maka kau akan menemukan jawaban semua pertanyaanmu. Islam agama yang sempurna dan tiada keraguan di dalamnya.
staff mengatakan
~
Sdr. Abdi,
Mari simak ulang kisah Martha di atas. Sekalipun hidup di Amerika, ia dididik & dibesarkan dalam budaya Timur Tengah, tempat keluarganya berasal. Tentu bahasa Arab tidak asing baginya, bukan? Sejak kecil, Martha merindukan hubungan yang akrab dengan Allah. Motivasi ini mendorong Martha mempelajari Al-Quran dengan kesungguhan.
Nah, apa yang Anda sarankan agar Martha mempelajari Islam secara keseluruhan telah ia lakukan, bahkan jauh lebih baik daripada kita karena kemampuan bahasa/kebudayaan Arabnya serta keinginannya yang kuat bertemu dengan Allah. Tapi, ia tetap tidak menemukan jawaban. Sebaliknya, Al-Quran menggambarkan Allah jauh dari umat-Nya, tak terjangkau.
Saudaraku, tidakkah Anda temukan hal yang sama saat mempelajari kitab Anda? Bukankah nabi Andapun pun tidak pernah mendengar firman langsung dari Allah SWT, melainkan melalui Jibril? Tidakkah sejauh ini kehidupan keagamaan Anda selalu disandarkan pada fatwa & penafsiran ulama? Jika benar Allah Maha Pengasih, mengapa Ia menjaga jarak terhadap umat yang dikasihi-Nya? Jika seorang ayah sungguh mengasihi anaknya, mungkinkah ia menahan diri untuk tidak menemui buah hatinya?
~
Yuli
iiqemot mengatakan
~
Staf Isa dan Islam,
Mengapa setiap pertanyaan yang tidak bisa Anda jawab Anda alihkan ke situs yang lain?
1. Siapa yang mengangkat Isa Al-Masih menjadi Tuhan?
2. Mengapa Isa Al-Masih disamakan dengan Tuhan, bukankah tidak boleh Tuhan disamakan dengan manusia?
3.Mengapa di setiap negara atau tempat, Yesus selalu berbeda?
staff mengatakan
~
Sdr. Iiqemot,
Pertanyaan Anda tidak sesuai dengan topik bahasan. Maka kami sarankan Anda membaca jawaban rincinya lewat artikel-artikel kami lainnya yang sesuai. Jika Anda seorang pencari kebenaran sejati, maka tidak ada alasan untuk enggan membaca artikel yang kami sarankan, bukan? Maka, silakan baca artikel berikut tentang keilahian Isa Al-Masih yang nyata tertulis bukan hanya dalam Alkitab, melainkan dalam kita suci Anda, Al-Quran: http://tinyurl.com/8abrx5t.
~
Yuli
Prabu mengatakan
~
Terjemahan bacaan Surat Al Ikhlas:
1). Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
3). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
4). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia
Surah Al-Ikhlas yang terdiri dari 4 ayat dan intinya menegaskan tentang keesaan Allah SWT dan menolak segala penyekutuan terhadap-Nya.
staff mengatakan
~
Sdr. Prabu,
Dua pertanyaan penting atas semua penjelasan surah Al Ikhlas yang Anda tulis dan pahami:
– Sudahkah Allah SWT yang Anda imani memperkenalkan diri dan kehendak-Nya secara pribadi kepada Anda? Jika ya, mengapa hingga kini Anda dan segenap Muslim mempertanyakan segala aturan agama kepada para ulama? Tidak pernahkah Allah yang pasti Anda yakini Maha Kuasa sanggup berkomunikasi langsung dengan umat kesayangan-Nya?
– Apakah Allah SWT yang Anda imani tsb memberikan jaminan keselamatan kekal bagi kehidupan Anda kelak jika Ia Maha Penyayang umat-Nya? Tertulis dalam surah Al-Quran manakah? Mengapa hingga kini Anda masih ragu dengan kepastian nasib akhirat Anda?
Artikel berikut memberikan gambaran yang benar tentang arti keesaan Allah serta kehendak-Nya bagi setiap manusia yang sangat dikasihi-Nya: http://tinyurl.com/d472uyd.
~
Yuli
Lukmanul Hakim mengatakan
~
Anda mempercayai Allah ada, Anda mempercayai Isa Al-Masih diturunkan oleh-Nya. Mohon dijelaskan, apakah prilaku benar ketika seseorang lebih menghargai yang diciptakan daripada yang menciptakan?
Dan satu hal lagi, suatu kisah yang semua umat Nasrani mengetahuinya. Ketika Isa Al-Masih hendak disalib, mengapa Isa meminta perlindungan dan pertolongan Kepada Allah, sedangkan umat Nasrani meyakini Isa adalah Tuhan, apakah ada Tuhan meminta tolong?
staff mengatakan
~
Sdr. Lukmanul,
Umat Kristen ercaya Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah/Firman Allah yang datang ke dunia dalam wujud manusia, melalui proses dilahirkan oleh seorang perawan bernama Maria. Jadi, Isa Al-Masih bukan hasil ciptaan Allah seperti sdr dan saya.
Analoginya begini: Bahrul adalah ayah sdr sekaligus pimpinan di tempat sdr bekerja. Di rumah, sdr memanggil Bahrul dengan sebutan ayah. Di kantor sdr memanggil Bahrul dengan sebutan Pak/bos.
Ayah Bahrul dan Bos Bahrul adalah satu pribadi, bukan? Hanya sdr memanggil dia dengan cara berbeda sesuai dengan kondisinya
Pertanyaan saya: Manakah yang lebih sdr hargai, ayah Bahrul atau bos Bahrul? Tentu sdr tidak dapat membandingkannya, karena keduanya adalah pribadi yang sama, bukan?
Demikian juga halnya dengan orang Kristen. Tidak dapat memisahkan antara Allah Bapa dan Isa Al-Masih yang adalah Kalimatullah/Firman Allah.
Lebih jelasnya, silakan membaca pada artikel ini: http://tinyurl.com/hycyyg5.
~
Saodah
Jagung bakar mengatakan
~
Buat mas dan mba Admin,
Tolong jelaskan pernyataan si pencerita ini:
“Saya tidak boleh bertanya tentang Allah, Al-Quran, ataupun iman Islam”.
Dari hukum mana dia berkata seperti itu? Dari wilayah mana pula dia sehingga dia tidak boleh atau dilarang bertanya tentang Allah, Al-Quran, ataupun iman Islam?
Sudah jelas itidak logis masih mau mengarang cerita. Begini saudara dan saudari Admin, pasang mata, baca baik-baik. Di dalam Islam sangat jelas bahwa ummatnya harus benar-benar paham apa itu Al-Quran, iman, dan Allah SWT. Sejak saya kecil dan belum bersekolah saja sudah diajarkan dan dikenalkan dengan semua itu. Jadi jangan ngawur.
staff mengatakan
~
Sdr. Jagung Bakar,
Apakah Anda pernah mendengar bila di Indonesia negara yang subur dan alamnya kaya, sebagian penduduk yang hidup di daerah terpencil ada yang kesulitan makan? Apakah Anda menganggapnya hoax semata meski media telah menyiarkan videonya? Apakah jika situasi dan kondisi orang lain berbeda dengan Anda, lantas Anda menganggapnya bohong? Mari, buka wawasan Anda lebih luas.
Saudaraku, di negara dan budaya mana Anda lahir, hidup, dan dibesarkan? Kapan Anda lahir? Keluarga bagaimana yang membesarkan Anda? Tentu kondisinya juga berbeda dengan Marta, si gadis dalam cerita di atas dibesarkan, bukan?
Bila Anda bersedia membuka mata lebar-lebar, banyak sekali saudara-saudari Muslim Anda di berbagai belahan dunia yang mengalami hal sama seperti Martha. Bahkan, di beberapa pelosok tanah air pun banyak. mereka diharuskan menerima dan mempercayai sepenuhnya apa yang diajarkan ulama tanpa diberikan kebebasan berlogika, merenungkan lebih jauh tentang kebenaran Allah, apalagi crosscheck dengan mempelajari langsung Al-Quran dan Hadits secara seksama. Kerangka pikir mereka terkunci dengan konsep bahwa yang paham hanyalah ulama, jemaah awam cukup mengikutinya.
Maka, bersyukurlah Anda bila Anda hidup dalam lingkungan yang memberikan kebebasan mempelajari Al-Quran dan Hadits secara intensif. Inilah saatnya Anda pergunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk mencari dan mengenal siapakah Allah sejati yang sebenarnya.
~
Yuli
Mantri mengatakan
~
Saya beragama Islam, tapi saya malu karena saya tidak pernah sholat. puasa apa lagi bersedekah. Tapi saya cinta Islam.
Kalau menurut saya Isa adalah nabi Allah yang sama-sama di suruh bertaat kepada Allah. Ibaratnya Nabi Isa dan kita adalah guru dan murid. Dia mengajarkan untuk menyembah Allah, bukanya disembah.. Yah yang namanya kepercayaan. hak semua orang. Toh kesemuanya itu nanti akan ada hari penentuan. Semoga saya dan kita semua terbebas dari api neraka. Amin
Staff Isa Islam dan Kaum Wanita mengatakan
~
Saudara Mantri,
Saudaraku, sebagai seorang Muslim mengapa saudara tidak menjalankana apa yang Islam perintahkan? Bukankah saudara cinta Islam?Sebagai seorang Muslim bagaimanakah agar saudara dapat terbebas dari hukuman siksa neraka?Apakah ada jaminan dalam Islam bahwa mukmin dapat masuk surga?
Kiranya saudaar telah memiliki jaminan tersebut.
Lalu menurut saudara apakah Allah mendengar doa semua umat-Nya sekalipun kita dari berbagai suku bangsa dan bahasa yang berbeda?
~
Noni