Seorang Muslimah, "Isa Al-Masih Adalah Jawabanku"

menjual pakaian di pameran

Saya tumbuh dalam keluarga Muslim yang taat. Saya percaya dengan semua yang saya pelajari tentang Islam. Tetapi ketika beranjak dewasa, beberapa pengajaran Islam mulai mengganggu saya. Sebagai seorang wanita, saya tidak ingin berada di harem-harem pria di sorga.

Kehidupan Yang Menyedihkan

Ketika berumur delapan belas tahun, saya menikah dengan saudara sepupu atas dorongan keluarga. Kami memulai bisnis menjual pakaian di pameran-pameran. Awalnya semua berjalan dengan baik. Hingga lambat laun usaha kami mengalami masalah.

Setiap hari bisnis kami merugi 400 dolar. Kami ingin berhenti berjualan di pameran, tapi tidak bisa. Karena kami terikat dengan kontrak. Masalah ini membuat saya stress dan jatuh sakit. Hingga mengalami keguguran.

nonton tvMendengar Nama Yesus Melalui Siaran TV

Suatu hari, saya duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi. Saya berharap hal tersebut dapat membebaskan pikiran saya dari masalah-masalah yang ada. Saya tidak mengerti acara apa yang sedang saya lihat. Saya mendengar seorang pria bicara tentang Isa Al-Masih. “Anda sedang kebingungan karena mempunyai masalah. Anda sedang menangis dan putus asa.” Saya terkesima mendengarnya. Bagaimana mungkin dia tahu saya sedang mempunyai masalah dan kebingungan. Apakah ini suatu kebetulan?

Kemudian dia melanjutkan, Datanglah kepada Isa, Dia adalah jawabanmu!” Lalu ia mulai berdoa, dan saya mengulang doa yang dia ucapkan. Entah mengapa, saya merasa hal tersebut berasal dari Tuhan. Setelah saya berdoa, perasaan saya tenang dan penuh dengan sukacita. Perasaan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya.

Roh Allah Menuntun Dan Memelihara Saya

Sejak kejadian itu, saya memutuskan untuk mengikuti Isa Al-Masih. Semakin hari, saya terus bertumbuh dalam iman saya yang baru. Pada suatu hari saya bertanya kepada Tuhan, siapakah Roh Kudus itu? Ia menjawab secara jelas dengan menuntun saya membaca firman-Nya yang tertulis dalam Injil, Surat 1 Korintus 2:12-16, “Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita...”.

Lewat firman-Nya yang saya baca, saya tahu bahwa Roh Kudus adalah Guru saya. Sehingga setiap kali saya mempunyai pertanyaan, Ia menuntun saya untuk membaca Alkitab.

Dikucilkan Keluarga, Tapi Tuhan Memelihara

Sekarang saya sudah menjadi pengikut Isa Al-Masih. Sukacita yang sebelumnya tidak pernah saya rasakan, kini saya menemukannya di dalam Isa Al-Masih.

Tapi saya juga harus menerima konsekwensi atas iman saya yang baru. Ayah saya menolak saya. Suami pun menyiksa saya. Bahkan saya tidak boleh pergi ke gereja. Tetapi saya tidak perlu khawatir. Karena Tuhan sendiri yang memelihara saya. Sampai hari ini, saya menyatakan Yesus adalah Juru Selamat saya. Ya, saya ingin berada di sorga bersama Yesus, dimana saya dapat memuji-Nya sebagai seorang sahabat.

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut

  1. Apakah ada ajaran Muslim yang mengganggu Saudara? Mengapa?
  2. Apakah Tuhan pernah berbicara kepada Saudara dengan cara yang tidak biasa?
  3. Apakah Saudara ingin pergi ke surga, atau takut, seperti wanita ini pada awalnya? Mengapa? Atau mengapa Tidak?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Apabila Anda memiliki keinginan untuk didoakan, silakan mengisi permohonan doa dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments   

# usil 2015-05-04 20:40
~
Wanita dalam kisah ini keluar dari ajaran Islam karena tidak mau menjadi "harem-harem" di surga. Siapkah dia untuk bercerai dengan suaminya karena kawin-mawin tidak ada didalam surga?
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-18 11:05
~
Sdr. Usil,

Menjadi harem di sorga adalah ajaran yang bertentangan dengan hukum Allah. Berikut 2 alasannya:

- Allah menghendaki kesetiaan perkawinan monogami (Taurat, Kitab Kejadian 2:24), bukan poligami. Harem adalah salah satu bentuk poligami.

- di sorga tidak ada kawin-mawin (Injil Matius 22:30) karena Allah Sang Penguasa sorga menjadi pusat pelayanan dan penyembahan umat-Nya, bukannya pemuasan hawa nafsu dosa yang diwakili oleh ajaran harem sorgawi (Qs 52:20)

Nah, tentu akal sehat setiap manusia dapat mencerna bahwa menjadi harem di sorga adalah bentuk penderitaan yang pasti ingin dihindari semua wanita! Mungkinkah sorga sebagai hadiah yang Allah berikan masih menyisakan derita? Apakah Allah tidak adil terhadap wanita? Inilah yang menjadi kegelisahan awal sang wanita dalam kisah di atas. Melalui kegelisahannya atas ajaran ganjil inilah Allah membukakan mata hatinya untuk bertemu dengan Allah sejati di dalam Isa Al-Masih.

Nah, bagaimanakah dengan Anda? Tidakkah nurani Anda terusik dengan banyaknya keganjilan ajaran yang Anda yakini selama ini?

~
Yuli
Reply
# islam 2018-04-29 17:25
~
Ingatlah saudaraku, bahwa Allah tidak pernah menjanjikan kebahagiaan dunia kepada kami, orang Islam. Tapi kebahagiaan orang Islam itu adanya di akhirat. Untuk apa mengeluh di di dunia karena kita di dunia ini hanya sesaat.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2018-05-02 13:12
~
Sdr. Islam,

Kebahagiaan akhirat seperti apakah yang dijanjikan Islam bagi kaum wanita? Apakah dengan menjadi "harem" di sorga aljana, hati wanita menjadi bahagia saat melihat sang suami, sosok yang dicintai dan dipatuhinya seumur hidup, malah sedang memadu kasih dengan banyak bidadari cantik selain dirinya? Tidak logis bila kita menyebutnya "kebahagiaan", bukan?

Dari sini dapat kita pertimbangkan, sungguhkah Allah yang Maha Adil memfirmankan ketidakadilan?
~
Yuli
Reply
# Mimie 2015-05-05 01:02
~
Sampai sekarangpun KTP saya masih tercantum Muslimah. Saya pernah mencoba bertanya bagaimana menggantinya. Yang saya dapat sungguh ribet jika mau bertukar dari Islam ke agama lain.

Murtad dari Islam hukumannya adalah mati. Saya setuju dengan rencana pemerintah untuk menghapus kolom agama d iKTP.

Saya punya pengalamana hampir sama dengan artikel ini. Bedanya keluarga saya cukup toleran dan saya percaya semua ini berkat kuasa Isa Al-Masih.

Sabda Isa Al-Masih, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Injil Matius 11:28). Janji Isa Al-Masih sungguh nyata. Berbagai pergumulan saya lewati berkat bimbingan-Nya. Satu hal yang pasti, sekarang saya dapat memberi, memaafkan, dan siapapun saya anggap saudara.

Salam damai.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-18 11:23
~
Sdri. Mimie,

Terimakasih untuk kesaksian hidup yang Saudari bagikan dalam forum ini. Kami sungguh bersyukur dan memuji Allah atas kemurahan-Nya kepada Anda sehingga Andapun dibukakan jalan oleh Allah untuk menerima anugerah keselamatan kekal serta kebijaksanaan hidup di dunia melalui karya keselamatan Isa Al-Masih.

Kiranya kesaksian Saudari serta sabda Isa Al-Masih di atas dapat menggugah nurani saudara-saudara kita lainnya yang kini tengah haus bertemu dan hidup dalam kebenaran sejati. Datanglah kepada Isa Al-Masih, Sang Air Hayat (Injil Yohanes 4:10).

~
Yuli
Reply
# gindal kutjrub 2015-05-05 07:10
~
Saya pun dulu adalah Nasrani. Sekarang saya sudah menjadi Muslim. Ayat Alkitab "Akulah kebenaran dan hidup,tiada yang datang kepada Bapa kecuali melalui Aku" itulah, yang justru membuat saya ragu akan Yesus sebagai jalan. Bapa hanya bisa dicapai melalui Yesus, tetapi Yesus tidak disebutkan hanya menjadi jalan kepada Bapa. Ia bisa menjadi jalan menuju tujuan yang lain.

Tuhan adalah Tuhan. Sebagai Muslim saya hanya dikodratkan untuk berserah diri kepada Tuhan. Jika manusia berserah diri kepada Tuhan, pasti Tuhanlah yang akan membimbingnya di jalan-Nya yang lurus.

Silahkan pilih: mana jalan yang pasti selamat?
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-18 11:49
~
Sdr. Gindal Kutjrub,

Anda menulis: "...Bapa hanya bisa dicapai melalui Yesus, tetapi Yesus tidak disebutkan hanya menjadi jalan kepada Bapa. Ia bisa menjadi jalan menuju tujuan yang lain..."

Nampaknya Anda mengalami kegagalan pencernaan makna kalimat berkaitan dengan sabda Yesus dalam Injil Yohanes 14:6. Mari kita baca ulang ayatnya:

"Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Dengan amat jelas Yesus menyebut dirinya sebagai jalan, kebenaran, & hidup. Bukankah kebenaran & hidup hanya milik Allah sebagai sumbernya? Berseberangan dengan Allah, Iblis justru sumber dusta & kebinasaan/maut (Injil Yohanes 8:44).

Nah, ketika Yesus sendiri telah mengatakan bahwa diri-Nyalah jalan, kebenaran, & hidup, maka tentu saja diri-Nya menjadi satu-satunya jembatan menuju Allah Bapa. Masuk akalkah jika jalan kebenaran & hidup berujung kepada maut?

Silakan Anda renungkan kembali, sudahkah Anda benar-benar berserah kepada Allah yang sejati? Hanya Allah yang sejati yang menjamin keselamatan Anda di dunia & akhirat. Yesus telah menyatakannya kepada Anda.

~
Yuli
Reply
# Mimie 2015-05-05 08:33
~
Untuk Gindal Kutjrup,

Saudara keluar dari Nasrani dan berpindah ke Islam cukup dengan menbaca 2 kalimat syahadat tentunya.

Adakah hukum tertulis terhadap mereka yang keluar dari agama Nasrani, seperti dimusuhi atau kalau perlu dibunuh? Tentu tidak ada! Sebaliknya, dalam Islam tertulis demikian:
"Siapa saja yang mengganti agamanya (Islam) maka bunuhlah" (HR Al-Bukhari, An-Nasa’i, Abu Dawud, at-Tirmidzi). Itu yang diperaktekan oleh keluarga dalam artikel di atas. Silahkan direnungkan.

Salam damai.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-18 12:04
~
Sdri. Mimie,

Terimakasih untuk komentar Anda kepada Sdr. Gindal Kutjrup, semoga mencerahkan mata hati kita semua.

Aneh memang, manusia mengangkat dirinya sebagai algojo bagi orang lain yang dianggapnya murtad dari Allah. Apakah Allah tidak sanggup memurkai sang murtadin sehingga meminjam tangan manusia? Apakah manusia sang algojo sudah pasti benar di hadapan Allah sehingga berani mengangkat dirinya sebagai kepanjangan tangan Allah? Sungguh, ajaran yang patut dipertanyakan kebenarannya manakala diperhadapkan dengan kebenaran firman Allah berikut:

Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka ..., maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. (Injil, Rasul Lukas 6:35)
Reply
# Heboh 2015-05-05 09:55
~
Mimie (2015-05-05 01:02) menulis:
"... Sampai sekarangpun KTP saya masih tercantum Muslimah,Saya pernah coba bertanya bagaimana menggantinya, yang saya dapat sungguh ribet jika mau bertukar dari Islam keagama lain..."

Komentar:
Diupload donk, di sini foto KTP-nya. Nanti bisa dicek bersama apakah KTP asli atau bukan.
Reply
# Mimie 2015-05-05 11:36
~
Untuk Heboh,

Saudara, saya tidak lagi menganut faham taqiya.
Isa Al-Masih bersabda: "Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat" (Injil Matius 5:37)

Saudara ingin tahu suku saya? Jika tak keberatan, silakan saksikan sinetron Lembur Abah d iyoutube. Sayang, situs ini tak dapat menggunakan bahasa daerah. Alkitab juga sudah lama ada dalam bahasa saya sehari-hari.

Satu kata untuk saudara, saya tetap mencintai Muslim. Untuk Saudara, kiranya Allah senantiasa memberi berkah dan sejahtera beserta sekeluarga.

Salam damai.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-18 12:18
~
Untuk Sdr. Heboh dan Sdri. Mimie,

Demi keamanan seluruh partisipan dalam forum diskusi ini, kami sangat menjaga privasi masing-masing pihak dengan tidak mempublikasikan data pribadi masing-masing orang. Dengan demikian diskusi dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan aman dalam suasana yang saling menghargai dan menghormati.

Sdr. Heboh, apa yang Saudara pertanyakan tidak menyentuh pokok bahasan diskusi kita. Untuk itu kami himbau kepada semua pihak agar tidak membahas pertanyaan serupa demi keamanan bersama.

Terimakasih.

~
Yuli
Reply
# Netral 2015-05-09 10:09
~
Untuk Staff Isa dan Islam, Sdr. Mimie, dan umat Nasrani,

Yesus memang adalah jalan menuju Bapa.Tetapi tidak disebutkan bahwa Yesus hanya menjadi jalan kepada Bapa.Yesus bisa menjadi jalan yang benar menuju tujuan yang sesat.

Tuhan adalah Tuhan yang menguasai seluruh jalan. Muslim hanya berserah diri kepada Tuhan dan melalui penyerahan diri itu manusia pasti akan terbimbing kepada Dia menuju jalan-Nya yang lurus dan benar untuk sampai kepada Dia.

Mana yang pasti selamat: percaya kepada Yesus, atau berserah diri kepada Tuhan?
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-19 09:10
~
Sdr. Netral,

Kami telah menjawab pertanyaan serupa, baik yang Anda maupun Sdr. Gindal Kutjrup ajukan. Silakan baca komentar kami di atas (# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-18 11:49).

Mengenai konsep berserah diri kepada Tuhan, silakan Anda pertimbangkan ulang:
Dapatkah dikatakan berserah diri jika menolak Tuhan yang jelas-jelas telah menyatakan jati diri-Nya serta jalan kebenaran-Nya hanya melalui Yesus?

Orang yang berserah diri kepada Tuhan adalah dia yang menerima, mempercayai, dan hidup di dalam Allah Sang Firman, yaitu Yesus Kristus:

"Sebab barangsiapa menyangkal Anak [Yesus], ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak [Yesus], ia juga memiliki Bapa" (Injil, Surat Rasul 1 Yohanes 2:23).

~
Yuli
Reply
# muslim 2018-04-29 17:20
~
Saudara, mana dalam kitab kalian yang tertulis Yesus memerintahkan dirinya disembah?
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2018-05-02 13:02
~
Sdr. Muslim,

Artikel berikut menolong Anda dan rekan-rekan Muslim lainnya menyadari letak kekeliruan pertanyaan serupa yang bertujuan menihilkan ketuhanan Isa Al-Masih. Di mana kekeliruannya? Silakan baca: tinyurl.com/yctkhuz9.
~
Yuli
Reply
# Netral 2015-05-09 10:24
~
Kalau kalian Nasrani berani membuka akal, bukan pengecut, kami Muslim menantang kalian untuk membuka forum dialog yang mengupas tentang Al-Quran, Alkitab, dan pembuktian kebenarannya dengan barometer ilmu pengetahuan!
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-19 09:45
~
Sdr. Netral,

Perlu Anda ingat bahwa ilmu pengetahuan selalu mengedepankan logika berpikir yang sehat, sistematis, dan dapat dibuktikan secara empiris. Nah ironisnya, Anda justru mengabaikan segala prinsip tsb dengan mengemas tantangan yang sepertinya "berbau" ilmu pengetahuan.

Sdr. Netral, jika Anda menggunakan logika berpikir yang sehat & sistematis, alamatkanlah tantangan Anda pada artikel yang sesuai, bukan di artikel ini!

Dialog tentang kupasan Al-Quran vs. Alkitab diteropong dari ilmu pengetahuan dapat Anda temukan dalam 2 artikel berikut: tinyurl.com/86r3bgq dan tinyurl.com/kksunre

Kembali ulang kami ingatkan, saat berdialog di artikel tersebut nanti, 3 prinsip dasar tentang pilar ilmu pengetahuan yang kami tulis diatas harus mutlak Anda gunakan. Di situlah baru Anda buktikan keunggulan mutlak dari Alkitab sebagai satu-satunya firman Allah yang teruji!

~
Yuli
Reply
# Boas 2015-05-09 21:05
~
Saudara Netral,

Kesaksian seorang Muslimah di atas adalah masalah hidupnya dapat diatasi melalui Yesus Kristus/Isa Al Masih. Kita semua punya masalah, tetapi saya bersyukur kepada Allah. Masalah terbesarku dapat kuatasi di dalam Yesus. Saya berterus terang di sini. Jika masalah terbesarku kubawa dalam kepercayaan Saudara Usil / Netral / Heboh, bisa-bisa semakin besar.

Jika Saudara Usil / Netral / Heboh punya masalah, lihat saja apa yang diajarkan Yesus untuk mengatasinya.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-19 10:01
~
Terimakasih Sdr. Boas atas penjelasan Anda kepada rekan-rekan yang lain. Apa yang Anda sampaikan membantu kita semua untuk tetap berfokus pada pokok bahasan utama dalam artikel.

Artikel di atas memiliki pesan yang amat penting, yakni bagaimana Yesus, Sang Jalan, Kebenaran, dan Hidup itu adalah Allah yang menghendaki kesejahteraan kekal bagi manusia. Firman Allah menyatakan keberadaan kita sebagai manusia berdosa: "Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri,..." (Kitab Nabi Yesaya 53:6). Namun Allah berkenan menyelamatkan kita: "Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya [Yesus, yang berarti Allah menyelamatkan (Injil Matius 1:21)]" (Kitab Zabur 23:3).

Yesus adalah kunci jawaban dari permasalahan terbesar manusia.

~
Yuli
Reply
# Netral 2015-05-10 10:59
~
Sdr.Boas,

Komentar Anda adalah retorika khas umat Kristen. Sebagaimana yang sering kita lihat pada argumen para pembicara Kristen dalam debat Islam - Kristen,dan juga dalam khotbah para pendeta. Mereka pintar mengolah kemasan, tapi tidak mampu membuktikan Kristen dalam suatu kerangka utuh sebagai kebenaran.

Salam.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-19 10:18
~
Sdr. Netral,

Sadarkah Anda bila ciri kehidupan keimanan yang benar selalu menyentuh hingga pada kehidupan pragmatis keseharian manusia?

Kristen bukanlah pakaian yang hanya menyentuh kulit. Kekristenan adalah hidup keseharian orang-orang yang telah menerima anugerah keselamatan Allah terbesar, yaitu pengampunan dosa, keterbebasan dari ikatan kuasa dosa, dan hidup yang kekal bersama Allah. Yesus bukan hanya dongeng atau konsep isapan jempol. Ia adalah "...Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa,..." (Kitab Nabi Yesaya 9:5), yang berdaulat atas segala semesta, termasuk persoalan hidup manusia.

Sdr. Boas dan kesaksian wanita Muslimah di atas adalah dua dari jutaan orang yang membuktikan Yesus sebagai jawaban pergumulan hidupnya. Tiada jalan lain pembuktiannya selain hidup di dalam Yesus. Bersediakah Anda membuktikannya?

~
Yuli
Reply
# Boas 2015-05-10 14:26
~
Saudara Netral,

Karena wanita Muslimah di atas mendapatkan solusi melalui Yesus, saya rasa tidak salah juga apabila diberikan saran kepada yang lain untuk mengatasi masalah yang mereka rasakan. Saya tulus mengatakannya karena sudah merasakan, bukan retorika kosong.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-19 10:26
~
Kiranya klarifikasi dari Sdr. Boas dapat memberikan pemahaman baru bagi Sdr. Netral dan rekan-rekan Muslim lainnya.

Mari sahabat semua, "Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!" (Kitab Zabur 34:9). Buktikanlah kasih & kebaikan Yesus [Isa Al-Masih] dalam hidup Saudara!

~
Yuli
Reply
# usil 2015-05-12 19:20
~
Untuk Nasrani,

Sadarkah kalian, bahwa kalian mengenal Yesus hanya dari cerita, yaitu cerita dalam Alkitab. Kemudian dari cerita itu kalian berkhayal dan menggambarkan tokoh Yesus. Sama seperti anak kecil yang mengenal tokoh Robin karena membaca buku cerita serial Batman.Kalau tidak melalui Alkitab, kalian tidak pernah mengenal tokoh Yesus.

Lucu sekali kalian ini!
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-19 10:50
~
Sdr. Usil,

Tahukah Anda, mengapa Anda menyebut pengikut Kristus sebagai "Nasrani"? Karena Yesus adalah tokoh sejarah yang berasal dari kota Nazareth. Maka Anda menyebutkan setiap pengikut-Nya sebagai kaum Nasrani (asal kata "Nazareth"). Ini membuktikan bahwa Yesus adalah tokoh nyata! Bukan hanya dalam Alkitab, melainkan juga dicatat dalam literatur sejarah abad 1 Masehi oleh sejarawan non-Kristen bernamaTachitus dan Josephus. Nah, tentu Yesus berbeda jauh dengan tokoh fiksi bernama Robin dalam kisah Batman, bukan?

Sdr. Usil, bukan hanya tokoh sejarah yang pernah hidup dan mati, Yesus bahkan hidup kekal dan kembali ke sorga! Ia adalah Allah Maha Kuasa. Demikianlah sabda Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati," (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25).

Hanya orang-orang yang menerima Yesus dengan segenap hati & hidupnya yang merasakan dengan nyata kuasa penyertaan-Nya. Maukah Anda merasakan kehadiran-Nya dalam hidup Saudara?

~
Yuli
Reply
# Agus Winanto 2015-05-13 07:44
~
Yesus nyata di dalam Al-Quran. Berkembang menjadi mitos (nyata bercampur khayalan) di dalam Alkitab. Khayalan inilah yang berkembang di dalam ajaran Kristen, termasuk "Yesus adalah Tuhan yang naik ke surga" karena dia tidak bermakam.

Muhammad exist sebagai nabi terakhir, penyempurna semua utusan Tuhan. Oleh karena itulah ia satu satunya nabi yang bermakam. Yesus tidak nyata, karena keberadaannya hanya dapat dibaca di dalam Alkitab.

Allah adalah Tuhan yang nyata, yang ayat-Nya dapat dibaca di alam semesta. Itulah hakikat Al-Quran.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-19 11:24
~
Sdr. Agus Winanto,

Kami menghargai pendapat Anda. Sayangnya pendapat tersebut tidak didasarkan pada fakta sejarah dan ilmu pengetahuan.

Sangat perlu bagi Anda mengetahui fakta sejarah berikut:

1. Alkitab ditulis antara tahun 1450 SM hingga 95 M. Jadi pada abad 1 Masehi, seluruh isi Alkitab sudah lengkap dan beredar luas di masyarakat.

2. Manuskrip (salinan naskah asli) Alkitab yang berumur ribuan tahun (jauh sebelum Al-Quran ada) hingga kini masih terpelihara dengan baik di museum-museum dunia.

3. informasi-infor masi dalam Alkitab (bahkan hingga hal-hal terkecil dan sepele pun) dapat dibuktikan oleh ilmu pengetahuan, baik ilmu sejarah, arkeologi, geografi, bahkan fisika sekalipun.

4. Al-Quran baru terbit 7 abad setelah Alkitab beredar luas. Anehnya, cerita Yesus serta nabi-nabi Israel lainnya simpang siur, tidak sama dengan catatan sejarah aslinya. Tentu tidak masuk akal bila firman Allah keliru, tidak cocok dengan catatan sejarah, bukan? Bukankah Allah Mahabenar sehingga tidak mungkin salah?

Dari sini dapat dinalar, kitab manakah yang teruji keotentikannya, Al-Quran ataukah Alkitab?

Artikel berikut perlu Anda pelajari: tinyurl.com/86r3bgq

~
Yuli
Reply
# Mimie 2015-05-15 15:41
~
Saya mantan Muslimah. Saya tidak tahu siapa Allah yang saya sembah. Kerana saya hanya dapat sembayang, membaca Quran, bahkan sholawati rasul Islam dalam bahasa Arab. Diluar bahasa itu tidak diperkenankan.

Ketika saya berjumpa Isa Al-Masih, Dia berkata ikutlah Aku, Akulah jalan yang lurus, dengan bahasa sukuku.Sungguh saya merasa hadirat-Nya, ketentraman, dan penuh sukacita. Saya percaya, Dialah Tuhan Allah yang sesungguhnya, Dia mati, bangkit, dan naik ke sorga demi Saudara, saya, dan seluruh umat manusia.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-19 11:42
~
Sdri. Mimie,

Terimakasih banyak atas kesaksian yang Anda berikan. Kiranya kisah Anda juga memotivasi rekan-rekan lain yang kini tengah mencari kesejatian Allah yang sebenarnya, yang telah nyata Isa Al-Masih tunjukkan melalui sabda, hidup, dan pelayanan keselamatan-Nya.

Bagi Saudara-saudara yang rindu lebih dalam mengenal siapakah Isa Al-Masih serta tujuan kehadiran-Nya di dunia, silakan renungkan artikel berikut: tinyurl.com/bwxsuab

~
Yuli
Reply
# ainun 2015-05-17 23:26
~
Benar memang, dunia ini hanya senda gurau belaka. Di sini bicara ini, di sana hujat ini, bicara ini benar, itu salah.

Semoga Tuhan memberikan hidayah-Nya, menunjukan kalian ke jalan yang lurus. Kehidupan setelah ini yang akan menjawab pertanyaan dan pernyataan kalian, karena Tuhan telah menjanjikannya. Surga dan Neraka.

Sabar saja menunggu kematian kalian. Mana yang benar dan mana yang salah.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-19 11:55
~
Sdr. Ainun,

Bagaimana dengan kehidupan Anda sendiri? Sudahkan Anda menemukan kebenaran yang pasti, yakni ssirat al mustaquim (jalan yang lurus) yang pasti membawa Anda ke sorga?

Jika menunggu ajal menjemput untuk mengetahui kebenaran, maka sia-sialah penantian Anda selama ini. Tidak ada kesempatan kedua untuk bertobat setelah kematian.

Saudara, firman Allah telah menyatakan siapakah jalan yang lurus itu. Tugas kita adalah bertobat dari dosa kita dengan menerima dan berserah kepada Sang Jalan yang lurus itu. Inilah sabda Isa Al-Masih Sang Jalan Lurus:

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

~
Yuli
Reply
# masih binggung 2015-05-19 07:46
~
Sdr. Mimie,

Kamu tidak mengenal tentang Islam. Orang Muslim yang tidak paham tentang turunnya rasul dan nabi. Kamu ini muslim bohong.

Kamu tahu kalau nabi Isa As. ajarannya menyembah patung. Isa As membawa ajaran Allah SWT tetapi belum sempurna, masih 1/3 bagian. Yang membenarkan adalah nabi Muhammad SAW, nabi terakhir dan tidak ada nabi lagi sampai hari kiamat. Kalian ini pasukan dajjal yang nanti akan dibunuh oleh nabi Isa as.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-19 12:05
~
Sdr. Masih Bingung,

Jika Anda merasa sebagai Muslim sejati, kami persilakan Anda menunjukkan bukti-bukti ayat Al-Quran yang mendukung seluruh pernyataan Saudara:

- Isa As. ajarannya menyembah patung
- Isa As membawa ajaran Allah SWT tetapi belum sempurna, masih 1/3 bagian
- Yang membenarkan adalah nabi Muhammad SAW
- Muhammad SAW, nabi terakhir dan tidak ada nabi lagi sampai hari kiamat.

Kami tunggu jawaban Saudara.

~
Yuli
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-19 10:55
~
Untuk Sdr. Godlyv, Sdr. Usil, & Sdr. Netral,

Terimakasih untuk partisipasi komentar Anda. Namun karena isi komentar tersebut tidak berkaitan dengan pokok bahasan artikel, dengan terpaksa kami hapus agar diskusi kita lebih berfokus.

Terimakasih atas pengertian Saudara sekalian.

~
Yuli
Reply
# Mimie 2015-05-23 00:51
~
Sdr. Masih Bingung,

Saya dulu juga seperti Saudara. Tapi, silakan simak firman Allah dalam Alkitab berikut:

"Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku" (Taurat, Kitab Keluaran 20:4-5).

Salam damai.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-25 09:42
~
Terimakasih Sdr. Mimie atas ayat Alkitab yang Anda bagikan kepada Sdr. Masih Bingung. Kiranya hal ini menggugah Sdr. Masih Bingung untuk mulai mempelajari Alkitab serta mengerti kebenaran apakah yang Allah maksudkan dalam setiap firman-Nya di dalam Alkitab.

~
Yuli
Reply
# aku bukan domba 2015-05-27 12:14
*****
1. Sejauh ini tidak ada karena fitrah manusia adalah ketauhidan

2. belum pernah. Kalau pernahpun saya akan dianggap menghayal oleh orang lain.

3. Ya, saya ingin ke surga. Tetapi apakah ada dalilnya orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat dijamin pasti masuk surga?
Di mana dalinya? Bukankah dalil adalah bukti yang konkrit? Bagaimana Staff IDI?
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-28 09:44
*****
Sdr. Aku Bukan Domba,

Terimakasih untuk kesediaan Anda menanggapi 3 fokus pertanyaan. Kami senang berdialog dengan Anda. Berikut tanggapan kami:

1. Mengenai ketauhidan dimana Allah itu esa, tidak mau "diduakan", dan Maha Sejahtera (Qs 59:23), bagaimanakah dengan ajaran "poligami dengan para bidadari sorga" (Qs 52:20) seperti yang digelisahkan wanita Muslimah di atas? Apakah Allah yang Maha Esa tidak berempati terhadap kegelisahan wanita yang "diduakan" di sorga? Jika Allah Maha Sejahtera, mengapa sorga-Nya hanya menyejahterakan kaum pria? Tidakkah kontradiksi ini mengganggu Anda?

2. Mari pertimbangkan ulang pengalaman hidup Anda. Tidak pernahkah Allah menjawab doa Anda secara khusus (mungkin melalui peristiwa, bisikan hati, kitab suci, atau lewat orang lain)? Bukankah Allah yang Maha Penyayang dan Maha Kuasa itu telah berkomunikasi dengan Anda dengan cara-Nya yang unik? Apakah ini mustahil menurut Anda?

3. Inilah dalil konkrit untuk jaminan sorga di dalam Yesus Tuhan: "Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Baca pula sabda Yesus kepada seorang penjahat yang bertobat & percaya kepada-Nya saat disalib bersama Yesus: "Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Injil, Rasul Lukas 23:43).

~
Yuli
Reply
# Adinegara Siahaan 2015-05-28 18:44
~
La Ilaha Ilallah - Muhammad Rasulullah. Tiada Tuhan Selain Allah - Muhammad Rasul Allah.

"Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka Katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya " (QS. Ali Imran 3 : 20)

Saya mantan Kristen dan kini berbahagia dalam Islam. Saya bangga menjadi pengikut Muhammad SAW.

Allahu Akbaarr..!!!
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-05-29 10:58
~
Sdr. Adinegara,

Kebahagiaan dapat saja Anda rasakan setelah memeluk Islam. Tapi, apakah kebahagiaan itu juga diiringi kepastian keselamatan kekal bagi masa depan akhirat Anda? Adakah ayat Al-Quran yang menjaminnya?

Berkait dengan Qs 3:20 yang Anda tuliskan, bagaimana Muslim dapat berserah diri kepada Allah sedangkan di ayat tsb, Muslim sendiri tak mengenal siapakah sejatinya Allah yang memberi petunjuk sehingga tak dapat berdebat (berargumentasi ) tentang kebenaran Islam itu sendiri?

Saudaraku, surah Al-Fatihah ayat 6 berbunyi: "Tunjukilah kami jalan yang lurus" (Qs 1:6).

Tahukah Anda bahwa 7 abad sebelum Al-Fatihah ditulis, Isa Al-Masih (Yesus) telah bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Isa Al-Masih telah menjadi jawaban doa atas "jalan yang lurus" itu. Nah, jika Muslim tetap mengabaikan sabda Isa Al-Masiht, maka jelaslah mereka tidak mau mengenal, bahkan berserah kepada Allah.

Mari, renungkan kembali.

~
Yuli
Reply
# Ongky 2015-06-17 06:05
~
Sdr. Staff selalu menolak kebenaran yang disampaikan dengan alasan harus sesuai logika, bisa dibuktikan, memakai ilmu empiris, dll. Lalu mengapa saudara masih percaya dengan sorga dan neraka? Walaupun tercantum di Alkitab, belum ada yang bisa membuktikannya, bukan?

Kitab suci itu kuasa Tuhan. Artinya Tuhan tidak harus mengikuti maunya umat. Sekarang saya tantang Anda menyebutkan ayat di Alkitab yang menyatakan Yesus berkat : "Akulah Tuhan!", "Sembahlah Aku".

Kebanyakan, dalam Islam Yesus menyampaikan dan menempatkan dirinya sebagai pembuka jalan kepada Tuhan alias sebagai nabi. Tapi kalian dengan hawa nafsu dan pola pikir duniawi tetap "memaksa" Yesus harus seolah-olah menjadi Tuhan. Andai kita semua diberi umur.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-06-17 16:42
~
Sdr. Ongky,

Siapa yang menciptakan otak manusia? Tuhan, bukan? Nah, dengan otak yang Tuhan ciptakan, manusia menemukan berbagai ilmu pengetahuan yang sangat menunjang kesejahteraan hidup. Melaluinya, Allah mengajarkan manusia memilah mana yang baik dan benar agar tidak celaka.

Alkitab sebagai firman Allah telah teruji kebenarannya. Segala nubuatnya terjadi. Ilmu arkeologi, geologi, maupun biologi telah membuktikan kebenaran fakta dalam Alkitab. Jadi, sorga dan neraka yang tertulis dalamnya pasti benar.

Kami setuju dengan Anda. Tuhan tidak perlu tunduk dengan kemauan kita. Jadi, pertanyaan di mana ayat "Akulah Tuhan!", "Sembahlah Aku" yang Anda inginkan tidak perlu dipenuhi-Nya, bukan? Bukankah hanya presiden palsu yang lantang berteriak, “Saya Presiden RI, hormatilah saya”? Tanpa bicarapun kita tahu mana presiden RI yang asli. Maka, jelilah berpikir. Alkitab rinci mencatat ciri-ciri Yesus sebagai Tuhan. Bahkan kitab Anda pun mencatatnya: tinyurl.com/8abrx5t.
~
Yuli
Reply
# hendy gunawan 2015-06-18 02:39
~
Pada awal mula penciptaan, Allah menciptakan satu orang Adam dan satu orang Hawa. Mengapa tidak empat orang Adam atau 10 orang Hawa? Anehnya, ada seorang manusia yang bisa merubah aturan Tuhan dengan menikahi wanita lebih dari satu asal adil tetapi, tidak boleh menikahi laki-laki lebih dari satu, dan orang tersebut dianggap utusan dari Tuhan.

Sudah Jelas Allah menghendaki satu laki-laki dan satu perempuan dalam pernikahan.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-06-18 12:53
~
Sdr. Hendy Gunawan,

Tepat apa yang Anda sampaikan. Sejak semula Allah menghendaki kesetiaan perkawinan monogami. Karenanya, konsep harem di sorga yang identik dengan poligami (Qs 52:20) sungguh menggelisahkan hati Sang Muslimah dalam kisah di atas. Kegelisahan terhadap keganjilan ajaran ini pada akhirnya menuntun wanita tersebut berjumpa secara pribadi dengan Tuhan dan Juruselamatnya, Isa Al-Masih.

Bagi rekan-rekan yang rindu bertemu kebenaran sejati, jangan abaikan kegelisahan-keg elisahan apapun yang mengusik hati Anda berkait dengan ajaran yang Anda pegang sejauh ini. Pelajarilah dengan sungguh-sungguh ajaran tersebut, mintalah pertolongan Isa Al-Masih untuk menerangi hati Anda.

~
Yuli
Reply
# cakra pratomo 2015-06-18 14:16
~
Saya mau bertanya, sejak kapan Yesus / Isa diangkat sebagai Tuhan?

Penginjil Rusia pun mengatakan bahwa Injil yang sekarang bukanlah injil yang sesungguhnya karena telah disimpangkan.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-06-19 10:57
~
Sdr. Cakra Pratomo,

Yesus "diangkat sebagai Tuhan" sejak Anda melontarkan pertanyaan aneh tsb.

Silakan kaji ulang pertanyaan Anda. Mungkinkah manusia bisa diangkat menjadi Tuhan? Apakah jabatan Tuhan seperti jabatan presiden atau ketua RT yang bergilir?

Tuhan adalah pencipta semesta dan Yesus adalah Tuhan itu sendiri. Bahkan tanpa pengakuan satu manusiapun, Yesus tetaplah Tuhan sejak kekekalan. Mari simak ayat berikut:
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia...” “Firman itu telah menjadi manusia [Yesus], ...” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,3,14).

Pelajarilah artikel ini: tinyurl.com/6uh4jag untuk menguji keaslian Injil/Alkitab. Maka jika penginjil Rusia yang Anda ceritakan telah menyangkal keaslian Alkitab, ia buta dengan semua bukti ilmiah yang justru memperkuat keasliannya. Ia pun harus bertanggungjawa b menunjukkan Alkitab asli dengan bukti-bukti akurat sebagai pembanding Alkitab yang dituduhnya palsu selama ini.
~
Yuli
Reply
# hendy gunawan 2015-06-19 00:28
~
Yesus tidak pernah menggangkat diri-Nya menjadi Tuhan karena Dia memanglah Tuhan. Dialah Firman Allah yang telah menjelma menjadi manusia.

Boleh saja satu milliar orang berkata Injil yang sekarang palsu. Tunjukan saja mana yang asli. Bukankah sesuatu yang palsu harus dibandingkan dengan yang asli?

Kalu Anda membeli sepatu Nike, tiba-tiba ada orang yang berkata sepatu itu palsu dibandingkan dengan sepatu Adidas, tentu tidak logis, bukan?
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-06-19 11:07
~
Tepat yang Anda sampaikan, Sdr. Hendy! Kiranya ilustrasi Anda mempermudah Sdr. Cakra Pratomo mempertimbangka n ulang tuduhannya.
~
Yuli
Reply
# Hamba Allah 2015-06-20 09:02
`
Dalam Al-Quran surah Maryam, Allah subuhanahu wataala berfirman, "Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;" (Qs 19:30-31)

Di situ Isa As mengaku diri sebagai nabi bukan sebagai Tuhan yang tugasnya hanya sebagai menyampai wahyu. Apakah ada pernyataan di Alkitab yang menyatakan Yesus sebgai Tuhan?
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-06-23 07:50
~
Sdr. Hamba Allah,

Mari perhatikan firman Allah yang ditulis Nabi Yesaya (700 tahun sebelum Isa Al-Masih lahir), dan juga dalam Injil yang tercatat 700 tahun sebelum ayat Qs 19:30-31 ditulis:

"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai" (Kitab Nabi Yesaya 9:5).

"Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia [Isa Al-Masih] berkuasa mengampuni dosa"* --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:/"Bangunl ah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itupun bangun lalu pulang" (Injil, Rasul Besar Matius 9:6-7).

Nah, aneh bukan, ketika tujuh abad setelah Isa membuktikan diri-Nya Tuhan yang berkuasa mengampuni dosa, tiba-tiba Al-Quran menurunkan derajat Isa hanya sebagai nabi? Dari sini dapat dinilai, manakah firman Allah sejati.
~
Yuli
Reply
# cat 2015-06-20 15:07
~
Membaca diskusi ini, saya teringat satu ayat di Alkitab:
"Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku [Isa Al-Masih] dari pada kamu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 15:18)

Tuhan Yesus memberkati.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-06-23 08:10
~
Sdr. Cat,

Terimakasih atas partisipasi Anda bergabung dalam forum diskusi ini.

Ya, Anda benar! Isa Al-Masih adalah Allah yang Mahatahu. Kedatangan-Nya ke dunia sebagai Juruselamat manusia justru disalahmengerti bahkan dihindari oleh manusia yang menolak kasih Allah. Itulah sebabnya Isa menasehati setiap pengikut-Nya untuk meniru teladan-Nya, yaitu tetap mengasihi (bukan membalas dendam) terhadap siapapun yang membenci mereka. Hal ini memberikan kesempatan pertobatan bagi orang-orang yang selama ini menolak keselamatan dari Isa Al-Masih. Melalui teladan agung Isa Al-Masih, karakter sejati Allah Maha Pengasih jelas terbukti.
~
Yuli
Reply
# Pniel 2015-06-21 04:55
~
"Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-peker jaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu." (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:25-30).

Alasan paling utama Yesus adalah Allah adalah jika Dia bukan Allah, kematian-Nya tidak cukup untuk membayar hukuman dosa dunia (Surat 1 Yohanes 2:2). Hanya Allah yang sanggup menanggung dan membayar hukumandosa yang begitu besar bagi seisi dunia (Surat 2 Korintus 5:21). Kebangkitan-Nya atas maut membuktikan kemenangan-Nya atas kuasa dosa dan kematian.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-06-23 08:38
~
Sdr. Pniel,

Terimakasih untuk ayat-ayat firman Tuhan yang Anda bagikan bagi kita semua.

Bagi rekan-rekan yang belum mengenal isi Alkitab, apa yang dibagikan Sdr. Pniel dari ayat Injil Yohanes 10:25-30 adalah sabda Isa Al-Masih kepada para penentang-Nya. Berbagai pengajaran, mujizat, dan teladan hidup-Nya berasal dari kehendak Bapa-Nya. Bahkan bukan hanya itu, secara jelas Ia menyatakan kesatuan hakikat-Nya dengan Bapa, yaitu Allah Esa yang Tritunggal. Artikel berikut dapat membantu pemahaman kita terhadap ketritunggalan Allah: tinyurl.com/kqv4ebc.
~
Yuli
Reply
# hendy gunawan 2015-06-21 17:42
~
Saya bersyukur pada Tuhan Yesus karena masih ada orang-orang seperti para staff IDI yang rindu memberikan kabar baik dan keselamatan pada banyak orang. Saya yakin para staff tidak bermaksud sedikitpun untuk mengajak orang-orang pindah agama, melainkan supaya orang-orang mengenal kebenaran dan memperoleh hidup kekal.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-06-23 08:56
~
Sdr. Hendy Gunawan,

Terimakasih, Saudaraku. Kami bersyukur memiliki saudara-saudara seiman dalam Isa Al-Masih seperti Anda, yang sungguh sadar terhadap panggilan sejati kita sebagai orang-orang yang telah menerima anugerah keselamatan Allah. Kita dipanggil bukan hanya untuk menikmati berkat keselamatan, melainkan turut menjadi sarana berkat bagi orang lain, yaitu mewartakan kabar sukacita dari Isa Al-Masih kepada orang-orang yang belum menerima keselamatan dan hidup kekal.

"Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat" (Injil, Rasul Besar Matius 10:7).
~
Yuli
Reply
# shendya rahmahayati 2015-06-22 07:02
~
Islam itu rahmatan lil 'alamiin (rahmat bagi seluruh alam). Islam mengajarkan untuk berbuat baik terhadap siapapun walaupun berbeda agama. Islam menyuruh umat-Nya berbuat adil kepada siapapun termasuk kepada orang yang berbeda agamanya sekalipun.

Dalam kehidupan nabi Muhammad pun banyak contoh yang bisa dijadikan pedoman. Dia tidak membenci orang-orang yang membencinya walaupun perlakuan mereka di luar batas.

Muhammad mengajarkan agama dari Tuhan yang satu. Bukan itu saja, Islam tidak memaksa orang untuk masuk ke agamanya. Berbeda dengan yang lain, Islam agama yang damai. Islam agama keselamatan.

Agama kami tidak membujuk orang untuk masuk secara paksa atau dengan iming-iming yang lain. Damai itu hanya ada pada Islam.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-06-23 09:23
~
Sdri. Shendya Rahmahayati,

Kami menghargai pandangan Anda tentang Islam sejauh yang Anda hayati. Bersyukurlah Anda yang hidup di Indonesia. Jauh sebelum pengaruh Islam masuk, masyarakat kita mewarisi pola hidup harmoni dengan alam dan sesama. Karena itu, ayat-ayat jihad kekerasan yang mendasari pergolakan di negara tempat Islam berasal, luput dari perhatian masyarakat kita yang lebih cinta damai.

Nah, bagaimana Anda menjelaskan konsep Islam itu damai tanpa paksaan melalui dua dari sekian banyak ayat Al-Quran serupa?

"...Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka" (Qs 8:12)

"Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka... Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka" (Qs 47:4).

Lalu, bandingkan dengan sabda Isa Al-Masih dalam Injil: "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu" (Injil, Rasul Besar Matius 5:44).
~
Yuli
Reply
# hendy gunawan 2015-06-23 00:23
~
Kalau standar masuk sorga atau keselamatan kekal syaratnya perbuatan baik, bukan agama Islam saja yang akan masuk sorga. Orang-orang yang beragama lain pun masih banyak yang melakukan perbuatan baik.

Semua manusia sudah kotor dan berdosa, tidak ada seorang manusiapun yang suci. Karena itu Yesus yang bersih dan Maha Suci sajalah yang sanggup menghapuskan kekotoran dan dosa.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-06-23 09:42
~
Tepat sekali, Sdr. Hendy Gunawan. Keselamatan kekal di sorga tidak dapat dicapai dengan perbuatan baik manusia yang tidak lepas dari cacat dan dosa. Bukankah benang putih bersihpun menjadi kain bernoda bila dipintal oleh tangan yang berlumuran lumpur? Maka kebaikan yang dikerjakan manusia berdosa tetaplah cacat: "Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor;..." (Kitab Nabi Yesaya 64:6).

Hanya Yesus (Isa Al-Masih) sajalah yang bisa menyucikan hati dan hidup kita. Itulah satu-satunya syarat menuju sorga: "Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
Yuli
Reply
# Pricilia 2015-06-23 21:09
~
Membaca kisah wanita di atas juga dialog ini, semakin menguatkan iman percaya saya kepada Yesus. Dialah Tuhan yang menjadi manusia, yang mengajarkan tentang kasih sejati, mengampuni sesama, sekalipun orang yang membenci kita. Dia tidak mengajarkan untuk membunuh, tetapi mengasihi dan mendoakan orang yang memusuhi kita.

Tuhan Yesus memberkati.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-06-24 09:27
~
Amin, Anda benar Sdri. Pricilia! Dengan mengalami dan memahami keagungan kasih Isa Al-Masih (Yesus) yang bukan hanya menyelamatkan kehidupan kekal kita tetapi juga mengajarkan kasih sejati yang tidak membenci apalagi membalas dendam, semakin memperkuat iman, kasih, sekaligus ketaatan kita kepada Isa Al-Masih.
~
Yuli
Reply
# veny 2015-06-24 04:10
~
Menjadi hak perempuan tersebut untuk pindah keyakinan karena dia tidak tahu apa makna sebenarnya agama Islam dan makna dari lafaz "dua kalimat syahadat". Jika dia tahu, pasti dia tidak akan murtad.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-06-24 09:41
~
Sdri. Veny,

Terimakasih untuk komentar Anda.
Bagaimana Anda memaknai dua kalimat syahadat yang Anda ikrarkan sebagai Muslim? Apakah dengan ingkar terhadapnya, seseorang pasti tidak bisa masuk sorga?

Sebaliknya, adakah ayat Al-Quran yang menjamin keselamatan seseorang di sorga jika ia mengikrarkan dan setia terhadap dua kalimat syahadat tersebut?
~
Yuli
Reply
# Hamba Allah 2015-06-24 23:42
~
Sdr. Staff,

Menanggapi ayat yang Anda sampaikan, bagaimana mungkin Anda meyakini Tuhan yang Anda maksud di ayat sebelumnya adalah Putra yang dilahirkan? Kalau begitu, pernahkah terbersit siapakah yang menciptakan bumi ini beserta isinya sebelum Isa dilahirkan?

Kami Muslim telah diberi petunjuk dalam surah Al Ikhlash 1-4, Allah swt berfirman: "Katakanlah, Dialah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Allah tidak beranak dan tidak diperanakan. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".

Mengenai kekuasaan Allah SWT, dalam Qs 2:117 tertulis: "Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia"

Tidak hanya nabi Isa AS yang lahir tanpa ayah, nabi Adam AS diciptakn tanpa ayah dan ibu.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-06-25 10:32
~
Sdr. Hamba Allah,

Tentu Anda pernah membaca ayat Alkitab berikut, bukan? Mari simak kembali:
'Kalam telah ada dari mulanya. Kalam itu bersama-sama dengan Allah, dan Kalam itu adalah Allah." "Segala sesuatu dijadikan oleh-Nya dan dari segala yang ada, tidak ada sesuatu pun yang dijadikan tanpa Dia." "Kalam itu telah menjadi manusia lalu tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diterima-Nya sebagai Sang Anak Tunggal yang datang dari Sang Bapa, penuh dengan anugerah dan kebenaran." (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,3,14 KSI).

Dalam kekekalan, Isa Al-Masih adalah Kalam/Firman Allah yang menciptakan seluruh semesta. Ia bukanlah ciptaan, melainkan Allah yang datang ke dunia menjadi manusia, dan kita mengenal-Nya sebagai Putra/Sang Anak Tunggal dari Allah Bapa.

Tentang arti sebenarnya dari "Putra Allah" silakan pelajari artikel berikut: tinyurl.com/cv9lkk9.

Sedangkan artikel ini: tinyurl.com/ptbs3r3 menjelaskan perbedaan dasar dari Adam dan Isa Al-Masih.
~
Yuli
Reply
# Hamba Allah 2015-06-25 11:23
~
Sdr Staff,

Saya ingin bertanya tentang Tauhid. Kalau Isa adalah Tuhan, siapa Allah Bapa yang Anda maksud?
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-06-26 12:01
~
Sdr. Hamba Allah,

Terimakasih untuk pertanyaan Anda. Mengenai topik Tauhid dan Allah Tritunggal, artikel berikut dapat menjelaskannya kepada Saudara: tinyurl.com/q6z977d. Silakan Anda kunjungi dan diskusikan pada kolom komentar yang tersedia di sana.
~
Yuli
Reply
# Annas Kristiantara 2015-06-25 15:44
~
Seorang ibu ingin mendalami lebih lanjut mengenai Isa Al-Masih. Apakah ada buku penuntunnya?
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-06-26 12:07
~
Sdr. Annas Kristiantara,

Terimakasih untuk pertanyaan Anda.

Anda dapat menghubungi kami via email ke alamat kami: untuk penjelasan lebih lanjut. Untuk sementara, Anda dapat mengunjungi artikel-artikel kami sehubungan dengan Isa Al-Masih: tinyurl.com/c4phapd.
~
Yuli
Reply
# rifai 2015-06-25 17:11
~
Yesus adalah Juruselamat saya. Ya, saya ingin berada di sorga bersama Yesus, dimana saya dapat memuji-Nya sebagai seorang sahabat.

Pertanyaannya, Yesus itu Tuhan, Putra Tuhan, atau sahabat?
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-06-26 12:21
~
Sdr. Rifai,

Terimakasih untuk komentar Anda.

Ketika Anda menyatakan Yesus sebagai Juruselamat Anda, bagaimana Anda bisa mempercayai-Nya sebagai Juruselamat jika Yesus bukan Tuhan, Sang Tuan Rumah sorga itu sendiri? Bukankah hanya sang tuan rumah yang berhak mempersilakan seseorang masuk ke rumahnya?

Mari perhatikan sabda Yesus berikut: "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:2-3).

Artikel berikut membantu Anda menjelaskan makna dari predikat Yesus sebagai "Putera Allah": tinyurl.com/cv9lkk9.
~
Yuli
Reply
# Hamba Allah 2015-06-26 18:28
~
Sdr. Staff,

Saya mau bertanya tentang kitab Saudara yang bahasanya berbeda-beda di setiap negara. Bukankah seharusnya jika kitab itu dari Yesus harus menggunakan bahasa Aramaic seperti bahasa yang digunakan Yesus?

Islam menggunakan bahasa Arab karena sumbernya dari Muhammad SAW yang diturunkan di Mekkah dan Madinah.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-07 09:05
~
Sdr. Hamba Allah,

Kami persilakan Anda mempelajari sejarah dunia, khususnya pemerintahan Alexander Agung. Tanah Israel tempat Yesus lahir termasuk dalam wilayah jajahannya sejak abad 3 SM. Karenanya, bahasa Yunani digunakan sebagai bahasa nasional di seluruh negeri jajahan Alexander Agung. Bahasa Aramaic hanya digunakan untuk percakapan sehari-hari di daerah Yesus hidup. Maka, agar semua orang dapat memahami berita Injil, naskah asli Injil ditulis dengan bahasa Yunani, bahasa nasional.

Tak ubahnya dengan negara RI, Saudaraku. Meski kita memiliki ribuan bahasa daerah, namun berita di koran maupun TV selalu menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bukan? Tujuannya satu, agar semua orang dapat mengerti dan memahaminya.
~
Yuli
Reply
# hendy gunawan 2015-06-26 20:56
~
Saya mau bertanya maksud "Esa" atau "Tauhid" menurut Muslim bagaimana? Apa seperti satu batang lidi, bulat, segi empat, atau kubus?

Saya hanya bisa menganalogikan konsep Tritunggal walaupun tidak sempurna:

- Anda pernah membeli shampoo three in one? Di dalamnya ada tiga elemen yang mempunyai fungsi masing-masing tapi tetap satu shampoo.

- Pernahkah Anda melihat bohlam yang menyala? Di sana ada bohlam, wolfram, dan cahaya.

- Lihatlah matahari. Di sana ada bola, api, dan cahaya matahari.

Allah Tritunggal adalah Allah Bapa, Allah Anak (Firman = Isa Al-Masih), dan Allah Roh Kudus. Ketiga-Nya adalah Allah yang esa.

Pernahkah Allah menciptakan sesuatu tanpa ber-Firman? Ataukah seperti film "Jinny" yang tinggal angguk langsung jadi? Siapa yang lebih dahulu ada, Allah atau Firman? Atau lebih jelasnya, Allah yang menciptakan Firman atau Firman yang menciptakan Allah?
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-07 09:26
~
Sdr. Hendy Gunawan,

Terimakasih untuk ilustrasi pemahaman konsep Allah Tritunggal yang Anda bagikan. Kiranya hal ini dapat membantu kita semua, khususnya umat Muslim dalam memahami konteks kesejatian Allah Tritunggal yang Esa sebagaimana yang Allah telah nyatakan dalam Alkitab, bukan berdasarkan keterbatasan konsep kita sendiri.

Diskusi lebih jauh mengenai Allah Tritunggal dapat kita simak bersama lewat artikel berikut: tinyurl.com/q6z977d.
~
Yuli
Reply
# Ngakak 2015-06-27 15:14
~
"Surga dan neraka bukanlah sebuah tempat, melainkan suasana" (Syekh Siti Jenar).

Keledai mempunyai telinga yang lebih besar daripada mulutnya. Sedangkan manusia memiliki mulut yang lebih bear daripada telinganya. Sungguh pahit manusia. Memang pandai bicara tapi tak mampu mengimplementas ikannya.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-07 09:57
~
Sdr. Ngakak,

Terimakasih untuk partisipasi komentar Anda.

Apakah Anda meyakini pemahaman Syekh Siti Jenar tentang sorga dan neraka? Jika ya, adakah kehidupan di akhirat setelah kematian, menurut Saudara? Lalu, di manakah sorga dan neraka itu sendiri? Dalam kehidupan saat ini, ataukah di kehidupan akhirat kelak?

Menurut Anda, apa yang perlu lebih diimplementasik an dalam kehidupan ini sehubungan dengan pemahaman sorga-neraka versi Syeh Siti Jenar? Yakinkah Anda "formula hidup" yang demikian terbukti menyejahterakan lahir batin manusia?

Pertanyaan terakhir, siapakah Syekh Siti Jenar menurut Anda? Adakah ia memiliki pengetahuan sempurna tentang sorga dan neraka sama seperti Isa Al-Masih? Isa Al-Masih bukan hanya terkemuka di dunia dan akhirat (Qs 3:45), tetapi penguasa dunia dan akhirat itu sendiri (Injil, Surat Filipi 2:9-11).
~
Yuli
Reply
# puput 2015-06-27 18:54
~
Saya dulu Nasrani tapi sekarang Muslim. Banyak hal dalam Kristen yang mengganggu saya. Mengapa kita harus menyembah Yesus Tuhan? Sedangkan dia sama seperti kita manusia. Coba lihat wajah Yesus di tiap negara. Pasti beda disesuaikan dengan wajah tiap negara.

Satu hal lagi, disebutkan Yesus adalah penebus dosa. Berarti boleh dong, kita berbuat dosa sesuka hati. Kan ada yg menebusnya nanti? Sekarang di Islam saya yakin karena Allah tidak bisa ditiru wajah-Nya dan fisiknya tidak sama dengan makhluk ciptaan-Nya. Bukankah sudah ada dalam Alkitab bahwa akan datang nabi akhir jaman? Jangan mengingkari.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-07 10:35
~
Sdri. Puput,

Kami paham mengapa Anda berpindah agama. Siapapun bisa melakukannya tanpa pemahaman yang benar. Ini terbukti dari kalimat terakhir Anda: "...ada dalam Alkitab bahwa akan datang nabi akhir jaman...". Dapatkah Anda tunjukkan alamat ayatnya?

Saudariku, tentu Anda yakin Allah Maha Kuasa, bukan? Tidak sanggupkah Allah menjelma menjadi manusia?

Tuhan menjelma menjadi manusia Yesus bukan untuk "menebus dosa" seperti anggapan Anda. Ia menebus/menggan ti manusia berdosa dari hukuman kekal yang seharusnya mereka tanggung. Demi keadilan Allah, dosa harus dihukum (Injil, Surat Roma 6:23). Supaya manusia selamat, harus ada Manusia Suci yang menggantikannya . Siapa yang tidak bersedia hukumannya digantikan Yesus, tidak ada pengampunan dosa baginya. Ia binasa di neraka kelak. Nah, bukankah Allah membuktikan sifat Maha Kasih-Nya?

Sebaliknya, bukti kasih nyata apakah yang Allah Anda kerjakan bagi keselamatan akhirat Anda? Adakah firman-Nya di Al-Quran yang pasti menjamin Anda selamat? Bukankah amal ibadah harus Anda kerjakan sebanyak-banyak nya? Masalahnya, sampai kapankah kebaikan Anda bisa melampaui besarnya dosa? Sedangkan semua orang berdosa pasti kekal di neraka (Qs 43:74). Artikel ini baik Anda renungkan: tinyurl.com/m8wc5jc.
~
Yuli
Reply
# Hamba Allah 2015-06-28 20:16
~
Sdr. Hendy,

Konsep ketuhanan Muslim adalah "mengesakan satu yang benar". Satu dan tidak ada yang serupa dengan-Nya seperti firman Allah dalam surat Al Ikhlash: "Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa" (Qs 112:1).

Esa artinya satu atau tunggal seperti yang kita pahami, yang tidak perlu penjabaran bentuk segitiga atau bentuk segi empat yang menjadi satu. Wallahu a'lam.

Tentang kekuasaan Allah SWT, "Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia" (Qs 2:117). Wallahu a'lam.

Mengenai konsep Tritunggal yang Anda kemukakan, mengapa Anda menyimpulkan yang esa itu Isa padahal di situ ada Allah Bapa yang menciptakan? Menurut saya, kedudukan Bapa lebih tinggi.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-07 11:15
~
Sdr. Hamba Allah,

Bukankah Anda sendiri yang mengatakan Wallahu a'lam (Allah yang lebih tahu)? Ketika di dalam Taurat dan Injil (silakan baca: tinyurl.com/q6z977d) Allah mengungkapkan ketritunggalan- Nya yang esa, mengapa Anda justru bersikukuh dengan konsep Anda sendiri? Apakah manusia lebih paham siapa Allah daripada Allah sendiri?

Mari simak ulang Qs 2:117. Bukankah kalimat "... mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia" berarti Allah menciptakan segala sesuatu lewat Firman-Nya? Nah, ketika Injil menyatakan Isa Al-Masih adalah Sang Firman, tidakkah Ia bagian dari Allah Tritunggal? Silakan cermati ulang ilustrasi dan pertanyaan yang Sdr. Hendy sampaikan untuk mempermudah Anda memahami konsep Allah Tritunggal.
~
Yuli
Reply
# hendy gunawan 2015-06-30 01:28
~
Maaf Hamba Allah,

Itulah mengapa Qs 2:117 menulis "...men gatakan ...Jadilah...", tidak hanya mengangguk dan tiba-tiba jadi seperti dalam film "Jiny".

Mohon baca kembali kalimat-kalimat yang saya tulis pada tanggal 26-6-2015.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-07 11:33
~
Sdr. Hendy,

Benar apa yang Anda sampaikan kepada Sdr. Hamba Allah. Untuk lebih mempermudah Saudara kita ini, kami (staff) telah menambahkan penjelasan sebagaimana kami tuliskan di bagian bawah kolom komentar Sdr. Hamba Allah. Semoga bisa membantu.
~
Yuli
Reply
# hendy gunawan 2015-06-30 01:33
~
Sdr. Puput,

Apakah Anda yakin dengan perbuatan dan amal ibadah yang anda lakukan? Ketika Anda meninggal, adakah jaminan Anda pasti masuk surga?

Bagaimana manusia yangg kotor bisa membersihkan dirinya sendiri? Coba Anda bersihkan meja dengan meggunakan lap kotor. Sampai kapanpun meja itu tidak akan bersih.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-07 11:39
~
Tepat yang Anda tanyakan, Sdr. Hendy! Biarlah ini membantu rekan-rekan semua untuk merenungkan benar tidaknya konsep yang selama ini diyakini.

Kiranya melalui perenungan yang sungguh-sungguh , Allah menyingkapkan mata hati kita terhadap kebenaran-Nya yang sejati.
~
Yuli
Reply
# ramlinor 2015-07-02 03:42
~
Assalamu'alaikum wrb.

Mohon jangan ribut. Agama itu aturan. Kalau mau tepat, biarkan Allah yang menjadi diri kita, barulah semua damai. Pikirkan jalannya, jangan jadi ahli argumentasi saja, nanti setan bertepuk tangan.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-07 11:49
~
Sdr. Ramlinor,

Terimakasih atas anjuran Anda. Apa yang Anda sampaikan sangat menarik. Jika agama sekedar aturan, aturan seperti apakah yang Anda pahami? Apakah tujuannya dan siapa yang membuatnya?

Jika agama dapat menuntun Anda ke sorga, tuntunan manakah yang lebih Anda percayai: tuntunan dari nabi yang juga manusia dari bumi, atau tuntunan dari Allah pemilik sorga yang datang ke bumi? Mungkinkah yang datang dan berasal dari sorga (Isa Al-Masih) tidak tahu jalan ke sorga? Artikel berikut sangat baik untuk direnungkan: tinyurl.com/cqxnhjl.
~
Yuli
Reply
# imanuel 2015-07-02 23:31
~
Untuk Sdr. Shendya Rahmahayati,

Kalau Anda katakan perbuatan baik dapat membawa kita masuk surga, saya mau bertanya, seperti apakah standard perbuatan manusia dapat dikatakan baik?
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-07 11:59
~
Terimakasih Sdr. Imanuel atas pertanyaan Anda kepada Sdr. Shendya Rahmahayati. Kiranya hal ini dapat direnungkan secara serius bagi kita semua khususnya rekan-rekan Muslim. Sudah patut dan layakkah perbuatan baik yang kita kerjakan membawa kita ke sorga?

Artikel berikut dapat menjadi renungan bersama: tinyurl.com/n4qyrer.
~
Yuli
Reply
# jibril 2015-07-03 01:19
~
Saudara-saudaraku,

Sudah jelas dalam Al-Quran (Qs 43:61, Qs 43:63, dan Qs 3:55) tertulis bahwa Isa adalah jalan yang lurus dan pengikut Isa-lah yang akan menuju surga. Silakan Anda baca di Al-Quran yang ada terjemahannya agar terbuka semua kebenaran yang hanya ada di dalam Isa Al-Masih putra Maryam.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-07 12:07
~
Terimakasih Sdr. Jibril! Kiranya apa yang Anda sampaikan membantu rekan-rekan semua untuk lebih bersungguh-sung guh mencari kebenaran dengan cara membaca dan menemukan sendiri kebenaran yang sudah nyata ditulis pada ayat-ayat Al-Quran yang dimaksud.
~
Yuli
Reply
# Pniel 2015-07-03 10:40
~
"Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka." (Taurat, Kitab Kejadian 1:26-27).
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-07 12:12
~
Sdr. Pniel,

Apa yang hendak Anda sampaikan dari ayat Taurat Kitab Kejadian 1:26-27 di atas? Mohon penjelasannya.
~
Yuli
Reply
# asrani marbun 2015-07-07 11:15
~
Saya membaca kisah seorang Muslim yang pindah agama menjadi Nasrani itu bukan suatu kebetulan. Dia dipilih untuk meberitakan kesaksian yang dia rasakan dari Tuhan Yesus. Di Alkitab jelas tertulis saudara-saudara ku:
"Marilah kepada-Ku [Yesus], semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Injil, Rasul Besar Matius 11:28).

Nah, bagi orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, jelas tertulis:
"Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan" (Injil, Rasul Besar Yohanes 12:44-46).
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-15 09:17
~
Terimakasih Sdri Asrani atas kisah kesaksian dan ayat-ayat firman Tuhan dalam Injil yang Anda bagikan. Kiranya rekan-rekan yang rindu mencari kebenaran sejati dari Allah, dapat dimantapkan untuk beriman kepada Isa Al-Masih (Yesus Kristus) yang adalah bagian tak terpisahkan dari Allah Esa yang Tritunggal.

Hanya di dalam Isa Al-Masih sajalah kita dapat berpindah dari kegelapan menuju terang, sebab Isa Al-Masih sendiri juga telah bersabda: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:12).
~
Yuli
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-07 11:26
~
Untuk Sdr. Aku,

Mohon maaf, komentar Anda terpaksa kami hapus karena tidak sesuai dengan topik artikel yang dibahas.

Selain itu, anjuran yang penting bagi kita semua adalah perlunya memahami makna ayat-ayat Alkitab berdasarkan konteks yang tertulis pada ayat-ayat sebelum dan sesudahnya. Ini akan menghindarkan kita menginterpretas ikan ayat Alkitab secara keliru.
Terimakasih.
~
Yuli
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-07 12:16
~
Untuk Sdr. Hamba Allah,

Mohon maaf, kami telah menghapus komentar Anda karena dalam diskusi di forum ini, kita semua tidak diperkenankan mencantuman tautan yang tidak bersumber dari situs ini.

Terimakasih atas pengertiannya.
~
Yuli
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-09 14:03
~
Untuk Sdr. Pniel,

Mohon maaf, seluruh komentator pada situs ini tidak diperkenankan memberikan tautan (link) dari situs lain. Untuk itu kami menghapus komentar Anda.

Terimakasih untuk pengertiannya.
~
Yuli
Reply
# Lidya 2015-07-09 23:35
~
La haula wala quwata Illah billah.
Tidak ada daya, kekuatan, kecuali dari Allah. Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan.
Al-Quran adalah petunjuk untuk orang beriman
dan orang yang berpikir.

Bagimu agamamu, dan bagiku adalah agamaku.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-15 09:25
~
Sdri. Lidya,

Kami mengamini pernyataan Anda bahwa segala daya dan kekuatan hanya dari Allah dan Allah tidak beranak ataupun diperanakkan. Tentu saja Saudariku, karena Allah bukan manusia yang beranak pinak. Maka, Anda pun perlu memahami dengan benar apa arti "Anak Allah" yang sesungguhnya pada diri Isa Al-Masih. Silakan pelajari lebih lanjut artikel berikut: tinyurl.com/pq7m8hd.

Kiranya kasih dan kemurahan Isa Al-Masih yang memberikan damai sejahtera sejati membuka mata hati Anda.
~
Yuli
Reply
# john 2015-07-13 10:07
~
Di Bandung dulu pernah ada dialog tentang Maria. Hampir semua kursi bisa dikatakan terisi 90%umat Islam. Mereka menyerang terus kepada pembicara dari agama Kristen. Pembicara tsb diam saja, tapi begitu saatnya tiba, dia berbicara panjang lebar. Semua yang datang terdiam tidak ada yang berani bicara, seolah-olah mereka baru dibukakan pintu hatinya. Datang dengan kepala ke atas, pulang dengan kepala menunduk.

Jika Anda ingin berdebat tentang agama Kristen, silakan Anda cari pendeta Yusuf Roni yang agaknya tinggal di Jakarta.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-15 09:41
~
Sdr. John,

Terimakasih untuk kisah kesaksian yang Anda bagikan.

Saudaraku, adalah tugas setiap pengikut Kristus untuk mempertanggungj awabkan iman percayanya di hadapan setiap orang yang mempertanyakan iman kita. Bukankah setiap pengikut Kristus adalah duta Kristus bagi dunia? Kita dianugerahi keselamatan bukan untuk dinikmati sendiri, tapi wajib diteruskan kepada rekan-rekan lain yang belum mendengar kabar gembira dari Allah. Jadi, tugas ini tidak hanya diemban oleh Pdt. Yusuf Rony, tapi kita semua termasuk Anda dan kami. Maka, mari belajar terus supaya kita selalu siap sedia.

"Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu" (Injil, Surat Rasul 1 Petrus3:15-16).
~
Yuli
Reply
# Dani 2015-07-14 18:40
~
Sahabat-sahabat Muslim dan saudara seiman,

Banyak dari sahabat Muslim yang belum mengaku Yesus sebagai Tuhan Allah semesta alam. Sebenarnya ada bukti otentik bahwa Yesus adalah Tuhan. Mari kita simak baik-baik kalimat yang tertera di Injil Matius saat Yesus dicobai di padang gurun:

"lalu [Iblis] berkata kepada-Nya [Yesus]: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaik at-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." Yesus berkata kepadanya : "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Injil, Rasul Besar Matius 4:6-10).

Sahabat Muslim, apakah Anda sekalian masih tidak mengakui bukti Yesus adalah Tuhan Allah semesta alam?
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-15 10:15
~
Sdr. Dani,

Terimakasih untuk ayat firman Tuhan yang Anda bagikan dari Injil untuk membuktikan keotentikan ketuhanan Yesus (Isa Al-Masih).

Disana jelas tertulis bahwa Iblis pun tahu Yesus adalah "Anak Allah". Ini jauh dari arti Yesus anak biologis Allah (baca penjelasannya: tinyurl.com/pbuq3xf). Di samping itu, sabda Yesus kepada Iblis jelas menunjukkan otoritas-Nya sebagai bagian dari Allah Tritunggal yang esa, yang tidak dapat tunduk oleh otoritas manapun di luar diri-Nya sebagai Allah.
~
Yuli
Reply
# Pelengkap 2015-07-16 01:22
~
Perkenankanlah saya membagi kabar sukacita ini.
Apakah ada pernyataan di Alkitab yang menyatakan Yesus sebagai Tuhan? Tentu ada:

"Kamu menyebut Aku [Yesus / Isa Al-Masih] Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13-14).
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-21 09:57
~
Sdr. Pelengkap,

Terimakasih untuk ayat dalam Injil Yohanes 13:13-14 yang Anda bagikan. Ayat ini menjadi salah satu bukti nyata pengakuan ketuhanan Isa Al-Masih sendiri sebagai Tuhan semesta alam sekaligus Mahaguru bagi setiap orang yang ingin hidup dalam kebenaran yang sejati dari Allah.
~
Yuli
Reply
# hasna 2015-07-16 06:56
~
Bacalah Al-Quran. Para ilmuan banyak yang masuk Islam setelah mereka membacanya.

Allah tidak beristri dan tidak beranak.
Bacalah kisah nabi Isa.

Saya hanya bisa berdoa semoga Allah memberi hidayah kepada Anda. Saya menghargai kepercayaan Anda karena saya yakin semua agama memiliki tujuan yang baik.

Saya seorang Muslim yang penuh dosa, bukan seorang Muslim yang suci karena semua manusia pasti memiliki kesalahan.

"Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku" (Qs 109:6)

Maaf jika komentar saya menyakiti hati Anda. Terimakasih, wassalamu alaikum wr wb.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-21 10:27
~
Sdr. Hasna,

Seandainya pun Anda bertujuan menyinggung kami dengan komentar-koment ar Anda, kami tidak sedikitpun tersakiti. Jadi, Anda tidak perlu minta maaf karena forum ini terbuka bagi siapapun yang ingin berdialog tentang kebenaran sejati dari Allah.

Sdr. Hasna, kami setuju bahwa Allah tidak pernah beristri maupun beranak. Maka, agar prasangka Anda tidak berkelanjutan, bacalah artikel penting ini: tinyurl.com/pbuq3xf.

Tentang pendapat Anda: "...saya yakin semua agama memiliki tujuan yang baik...", artikel ini (tinyurl.com/82hxuh4) perlu Anda baca, apakah semua agama benar demikian?

Kisah Isa Al-Masih yang paling akurat hanya ditemukan dalam Injil (tinyurl.com/cklzmwt) karena penulisnya adalah para murid Isa yang menjadi saksi mata kehidupan, kematian, kebangkitan dan kenaikan Isa ke sorga. Injil ditulis pada abad 1M, sezaman saat Isa hidup. Sedangkan Al-Quran ditulis tujuh abad setelahnya, oleh orang yang sama sekali tidak mengenal Isa.
~
Yuli
Reply
# hendy gunawan 2015-07-17 01:43
~
Sdr. Hasna,

Karena Anda sudah sadar bahwa Anda seorang berdosa, kemanakah Anda akan pergi ketika meninggal?

Bukan anda saja yang berdosa, melainkan semua manusia sudah berdosa dan kotor. Mungkinkah manusia yang kotor membersihkan dirinya dengan amal perbuatan?
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-21 10:32
~
Sdr. Hendy Gunawan,

Apa yang Anda pertanyakan kepada Sdr. Hasna sangatlah tepat.

Sdr. Hasna dapat mencari jawaban pertanyaan Sdr. Hendy pada artikel berikut: tinyurl.com/7l7e4bm.
~
Yuli
Reply
# stefanus 2015-07-17 22:54
~
Terimakasih Tuhan Yesus, walaupun aku orang berdosa, tetapi demi kemurahan hati-Mu, Engkau memilih aku menjadi pengikut-Mu.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-21 10:38
~
Ya, Sdr. Stefanus, Anda benar. Bukan oleh amal baik serta ketaatan ibadah yang penuh cacat cela sebagai orang berdosa kita dapat diselamatkan, melainkan karena semata anugerah Allah di dalam karya pengorbanan Isa Al-Masih di kayu salib yang menggantikan hukuman kekal kita:
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri" (Injil, Surat Efesus 2:8-9).

Artikel berikut dapat memperjelas makna ayat di atas: tinyurl.com/bo2jxca.
~
Yuli
Reply
# johny 2015-07-26 08:41
~
Tuhan itu Maha Kudus dan Suci, tempatnya di sorga juga pasti Maha Kudus dan Suci. Layakkah kita yang berdosa masuk ke sana?

Kalau demikian, sanggupkah kita dengan kemampuan kita sediri menyucikan diri? Saudaraku, harus ada oknum dari sorga yang membawa kita masuk ke sorga, Dialah Isa Al-Masih. Memang Tuhan tidak sepenuhnya bisa dimengerti, tetapi dipercaya. Amin.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-30 09:12
~
Sdr. Johny,

Apa yang Anda sampaikan benar. Mungkinkah kita yang penuh dosa berusaha dengan kekuatan sendiri membersihkannya supaya layak masuk ke tempat Maha Kudus? Bukankah kotoran memerlukan bantuan zat lain yaitu air untuk membasuhnya? Demikian pula kita. Tanpa pertolongan Isa Al-Masih dari sorga, dosa kita tidak akan bisa terbasuh dan terampuni.

Sebab Allah di dalam Isa Al-Masih telah menetapkan suatu cara pengampunan dosa yang dikehendaki-Nya , maka manusia tidak bisa membuat aturannya sendiri supaya diampuni Allah:
"Sebab inilah darah-Ku [Isa Al-Masih], darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa" (Injil, Rasul Besar Matius 26:28).
~
Yuli
Reply
# usil 2015-07-27 19:30
~
Kalau Allah itu adalah Bapa, Yesus dan Roh Kudus, Roh Allah itu apa?
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-30 09:20
~
Sdr. Usil,

Tentu sesuai nama-Nya, Roh Allah menjelaskan secara langsung siapa diri-Nya, bukan? Bandingkan dengan ayat Injil berikut: "Allah itu Roh..." (Injil, Rasul Yohanes 4:24), maka Roh Allah adalah Allah.

Nah, karena Allah Maha Suci/Kudus, maka tentu saja Roh Allah dapat disebut Roh Kudus, bukan?
~
Yuli
Reply
# hendy gunawan 2015-07-28 01:45
~
Untuk Usil,

Sy sudah memaparkan tentang Allah Tritunggal pada tanggal 26-6-2015. ohon dibaca lagi dan simak baik-baik.

Kalau Anda bertanya, Roh Allah sama dengan Roh Kudus. Bapa, Anak (Isa Al-Masih) dan Roh Kudus, ketiga-Nya esa.

Sebaliknya, bagaimana makna tunggalnya Allah Anda? Apakah seperti satu batang lidi? Apakah menurut Anda bangun segitiga, segi delapan, atau kubus bukanlah tunggal?

Kalau, Allah Anda sebut Zat, Zat apakah? Mengambang tidak jelas? Karena bisanya hanya memberi perintah kepada manusia. Kalau hanya berbicara saja, banyak yang bisa. Lalu, apa bukti Maha Kasih-Nya kepada manusia? Apa yang telah Dia korbankan dan berikan pada Anda sebagai manusia, jika hanya berbicara saja tanpa bertindak?

Allah saya sudah menjelma jadi manusia dan mengorbankan diri-Nya untuk manusia sebagai bukti Maha Kasih-Nya. Dia bukan Allah yang NATO (no action, talk only).
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-30 09:50
~
Sdr. Hendy Gunawan,

Apa yang Anda sampaikan benar. "Kasih" selalu ditandai tindakan nyata, bukan sekedar kata-kata.

Tindakan nyata "Kasih" adalah memberi. Di dalam Isa Al-Masih, Allah yang Maha Kasih memberi diri-Nya menjadi pengganti untuk menanggung hukuman kekal yang seharusnya kita semua tanggung karena dosa-dosa kita. Maka, kita yang beriman pada Pribadi dan Pengurbanan-Nya , diampuni dan diselamatkan.

Sebaliknya, ajaran Muhammad justru mengaburkan sifat Maha Kasih-Nya Allah. Bukannya memberi, Allah justru ditampilkan sebagai sosok yang terus menuntut. Jika orang tua selalu menuntut kita bermurah hati kepada orang lain, sementara orang tua kita tidak pernah memberi teladan serupa, bagaimana kita menyikapinya? Demikian juga, mungkinkah sosok Allah sejati tidak memberi teladan kasih jika Ia Maha Kasih?
~
Yuli
Reply
# Indah 2015-07-29 12:27
~
Terimakasih untuk pelayanannya.
Tuhan memberkati seluruh staff dan keluarga karena telah menyuarakan kebenaran,

Kelak akan banyak sekali yang berterimakasih pada Anda karena oleh tulisan Anda, mereka menjadi selamat.

Semangat terus ya :),
Indah
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-07-30 10:01
~
Sdri. Indah,

Terimakasih untuk dorongan semangat dan doa yang Anda naikkan bagi kami dan keluarga. Kiranya kasih Allah pun juga semakin mendorong Anda bergiat menyuarakan kebenaran Allah yang menyelamatkan.

Saudariku, sama seperti Anda, kami pun juga tidak berhak menerima ucapan terimakasih dari rekan-rekan yang menerima anugerah keselamatan dari Allah melalui pewartaan kebenaran ini. Bukankah segala puji dan hormat hanya bagi kemuliaan Bapa, Putra (Isa Al-Masih), dan Roh Kudus? Kemurahan Allah Tritunggal sajalah yang berkenan membuka hati dan menyelamatkan rekan-rekan kita.
~
Yuli
Reply
# dimas Wicaksono 2015-08-03 07:16
~
Dalam Injil Yohanes 14:6, Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku". Ini berarti jika kita mau masuk surga harus mengikuti ajaran Yesus. Tanda, dia adalah rasul bukan Tuhan.

"...Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang ..." (Injil Yohanes 16:7), "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran..." (Injil Yohanes 16:13). Ayat ini mengabarkan kedatangan nabi Muhammad Saw.
Tidak ada satu ayat di dalam Injil yang mengatakan "Aku adalah Yesus dan aqku adalah Tuhan". Yesus adalah Muslim bukan Nasrani. Saya Muslim dan saya cinta dan mengamalkan ajaran Yesus.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-08-05 10:14
~
Sdr. Dimas Wicaksono,

Anda bagaikan bermain puzzle, tapi menyusun potongannya sembarangan. Akibatnya, hasilnya porak poranda.

Mari perhatikan ulang ayat Injil Yohanes 14:6. "Akulah jalan, kebenaran, dan hidup...". Silakan Anda cari di kitab manapun, adakah seorang rasul berani berkata demikian? Tentu ia menghujat Allah karena hanya Allah-lah Jalan sekaligus Sumber Kebenaran dan Kehidupan. Maka, sabda Yesus justru menyatakan keilahian-Nya.

Tentang Injil Yohanes 16:7 dan 16:13, silakan baca lengkap. Di sana jelas ditulis "Penghibur", yaitu "Roh Kebenaran". Apakah nabi Anda berwujud Roh? Apakah ia hidup dalam kebenaran? Sedangkan semua sabda Yesus ia langgar (baca: tinyurl.com/nagrboz dan tinyurl.com/p9kojp2). Roh Kebenaran bukan manusia, tapi Roh Kudus, Roh Allah sendiri, Sumber penghiburan dan kebenaran.

Mari, jujur berucap. Ajaran siapa yang Anda ikuti, Yesus atau Muhammad? Jika Anda mengikuti Muhammad sedangkan ia sendiri menolak Yesus sebagai Allah Sang Jalan dan Sumber kehidupan dan kebenaran, maka Anda tidak sedang mencintai, apalagi mengamalkan ajaran Yesus.
~
Yuli
Reply
# hendy gunawan 2015-08-04 17:37
~
Untuk Dimas,

Saya sarankan Anda membaca Alkitab seluruhnya, minimal baca per perikop. Jadi tidak mencomot-comot ayat, apalagi berdasarkan kata orang.

Yesuslah jalan dan kebenaran, bukan ajaranya saja yang menjadi jalan kebenaran.

Baca Injil Yohanes 14:15-31. Anda akan tahu siapa Roh Penghibur atau Roh Kebenaran. Jelas bukan mengarah kepada seorang manusia, apalagi kepada Muhammad. Roh itu yang akan membawa kepada kebenaran (Yesuslah kebenaran itu) dan Roh itu adalah Roh Kudus.

Bacalah Injil Yoh 20:24-29, terutama ayat 28. Thomas menyebut Yesus Tuhan dan Allah, dan Yesus tidak berkata, "Salah kamu, Thomas. Saya bukan Tuhan, apalagi Allah". Renungkanlah jawaban Yesus di ayat 29. Di ayat itu Yesus berkata, "Karena engkau telah melihat Aku (bangkit dari kematian), maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya". Maksudnya percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah.
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-08-05 10:31
~
Terimakasih Sdr. Hendy Gunawan,

Kiranya penjelasan Anda atas ayat-ayat Injil Yohanes yang Anda bagikan dapat semakin membuka mata hati kita semua bahwa Yesus telah menyatakan dan membuktikan keilahian-Nya sebagai Allah.
~
Yuli
Reply
# moh khasyir 2015-08-05 09:40
*****
Alhamdulillah ala ni'matil iman wal Islam,
Untuk saudaraku,

"Apakah Tuhan pernah berbicara kepada Saudara dengan cara yang tidak biasa?"

Allah tidak berbicara kepada seorang hambanya
secara langsung. Akan tetapi dengan cara mengilhami/memb eri petunjuk.

Allah yang memberi hidayah kepada seseorang yang dia kehendaki, dan Allah juga Allah yang menyesatkan seseorang yang Dia kehendaki.

Ya mukollibal qulub sabbits kolbi ala dinik.
(Wahai yang membolak -balikan hati (Allah) tetapkanlah hatiku atas agamamu (Islam).
Reply
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-08-05 10:55
~
Sdr. Moh. Khasyir,

Kata "Tuhan berbicara" perlu dimaknai secara luas. Ini bisa diartikan Tuhan berbicara dengan suara yang Anda dengar lewat telinga, atau secara rohaniah lewat hati Anda. Tentu, sebagai orang yang mengimani Allah Maha Kuasa, Anda tidak akan memustahilkan kekuasaan Allah yang mampu memperdengarkan suara-Nya lewat telinga manusia, bukan?

Menarik apa yang Anda sampaikan: "Allah yang menyesatkan seseorang yang Dia kehendaki". Jika Anda mengimani-Nya sebagai Allah Maha Benar, mungkinkah yang Maha Benar bertindak jahat kepada manusia ciptaan-Nya? Jika benar, Allah Anda tidak layak bergelar Yang Maha Benar. Sebagaimana kebenaran tidak bisa bercampur kejahatan, maka "Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan" (Injil, Surat Rasul 1 Yohanes 1:5).

Jadi, sungguhkah Anda beribadah kepada Allah Yang Maha Benar?
~
Yuli
Reply