Apakah Alkitab Mengajarkan Poligami?

alkitab-poligami

"Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia" (Taurat, Kitab Keluaran 21:10).

Ayat di atas sering dikutip oleh umat Muslim untuk memperkuat pernyataan mereka bahwa sebenarnya Alkitab mendukung poligami. Memang ayat tersebut terkesan, bahwa Allah memperbolehkan poligami. Benarkah demikian?

Manusia Melanggar Ketetapan Allah

Pelanggaran Adam dan Hawa atas larangan Allah untuk tidak memakan buah yang dilarang-Nya, adalah awal kejatuhan manusia dalam dosa. Sejak saat itu, dalam diri manusia terdapat satu ikatan dosa yang membelenggu mereka. Egois, serakah, kejahatan, gelap mata dll. Keserakahan inilah yang akhirnya membuat manusia tidak mematuhi aturan yang telah Allah tetapkan.

Salah satu ketetapan Allah yang telah dilanggar manusia adalah hal perkawinan. Dimana ketika Allah menciptakan manusia, Dia telah menetapkan, satu suami hanya berhak atas satu isteri, demikian sebaliknya. "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging" (Taurat, Kitab Kejadian 2:24).

Allah Mengontrol Poligami

Sungguh Allah Maha Tahu. Dia mengetahui hati manusia berubah menjadi jahat, kotor, serakah dll. Para suami menjadi serakah dan tidak puas dengan satu isteri. Akibatnya, tidak sedikit pria pada zaman itu mempunyai beberapa isteri.

Akibat dari ketamakan ini, Allah mengontrol poligami dengan memberi aturan yang disampaikan lewat nabi-Nya. "Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia" (Taurat, Kitab Keluaran 21:10).

Ayat di atas bukanlah bentuk persetujuan Allah akan poligami. Tetapi dengan adanya aturan tersebut, setidaknya akan melindungi para wanita yang diperalat kaum pria. Demikian juga  anak-anak mereka.

Isa Al-Masih Memperbaiki Akhlak Manusia

Semakin hari manusia semakin jauh jatuh dalam dosa, dan menjauh dari kemuliaan Allah. Allah tidak ingin ciptaan-Nya binasa. Dia mengambil inisiatif untuk menyatakan kasih-Nya secara langsung kepada manusia melalui Kalimat-Nya, yaitu Isa Al-Masih.

Melalui kedatangan-Nya ke dunia, Isa Al-Masih berusaha memperbaiki kehidupan sosial yang telah dirusak. Khususnya oleh kaum pria yang serakah. Salah satu ajaran-Nya bahwa menceraikan isteri merupakan dosa besar.

Suatu hari dalam perjalanan-Nya, Isa Al-Masih ditanyai oleh orang Farisi mengenai ajaran Musa yang memperbolehkan perceraian.  "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?" (Injil, Rasul Besar Matius 19:7).

Inilah jawaban Isa Al-Masih, "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah" (Injil, Rasul Besar Matius 19:8-9).

Perhatikan tekanan Isa Al-Masih, "Sejak semula tidaklah demikian." Dengan kata lain sejak semula di Taman Firdaus tidak ada perceraian maupun poligami. Isa Al-Masih menekankan, satu isteri saja seumur hidup! Inilah hal ideal yang Allah inginkan bagi manusia.

Mengapa Muhammad Mengubah Ajaran Isa Al-Masih?

Isa Al-Masih dalam Injil dengan tegas mengatakan bahwa poligami dan perceraian adalah ajaran yang salah. Allah menginginkan seorang suami mempunyai satu isteri!

Tetapi, mengapa ajaran yang telah disempurnakan oleh Isa Al-Masih. Serta akhlak manusia yang telah diperbaiki-Nya ke sedia kala, harus dirubah Muhammad?

Setiap nabi seharusnya dapat memperbaiki akhlak umatnya, menjadi semakin sempurna di hadapan Allah. Sayangnya, sepertinya nabi umat Muslim ini tidak menyadari hal itu. Sehingga, ajaran yang telah dikembalikan Isa Al-Masih sesuai dengan kehendak Allah, dirubah sesuai dengan hasrat manusia.

Allah Memberi Manusia Kesempatan Diselamatkan

Sungguh kesabaran Allah terhadap manusia luar biasa. Walau Allah tidak setuju dengan tindakan manusia yang melanggar aturan-Nya, namun Allah tidak membinasakan manusia karena pemberontakan mereka. Mengapa Allah begitu sabar? Karena Allah ingin memberi manusia kesempatan untuk diselamatkan.

Kematian Isa Al-Masih di kayu salib guna menebus manusia dari belenggu dosa akibat pelanggarannya, adalah wujud terbesar kasih Allah. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya [Kalimat Allah, Isa Al-Masih] yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Hidup yang ditawarkan Isa Al-Masih adalah hidup yang penuh anugerah. Melalui penyaliban-Nya, Dia ingin supaya saudara dapat kembali melihat kemuliaan Allah dalam hidup kekal.

[Staf Isa dan Islam – Rindukah saudara mempunyai anugerah Keselamatan dan Hidup Kekal yang ditawarkan Isa Al-Masih? Artikel tentang Keselamatan dan Hidup Kekal dapat membantu saudara mendapatkannya.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Apabila Anda memiliki keinginan untuk didoakan, silakan mengisi permohonan doa dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments   

# isanabiku 2012-09-26 12:50
*
Poligami boleh saja asalkan mampu!
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-27 15:54
~
Saudara Isanabiku,

Ketetapan Allah sejak semula mengenai pernikahan adalah seorang suami hanya berhak atas satu istri.

“Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging” (Taurat, Kitab Kejadian 2:24).

Demikian Isa Al-Masih sangat menentang poligami dan menekankan satu istri saja seumur hidup! "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6).

Namun anehnya, Muhammad yang dipercaya sebagai nabi penyempurna oleh umat Muslim, justru mengajarkan poligami. Bukankah ini merusak ketetapan yang Allah berikan?
~
DA
# pfaishall 2012-09-26 22:02
*
Mengapa nabi Ibrahim, Yakub juga nabi Sulaiman punya lebih dari satu istri?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-09-27 15:57
~
Saudara Pfaishall,

Mengapa mereka berpoligami? Seperti yang dijelaskan pada artikel di atas. Bahwa dalam diri manusia terdapat satu ikatan dosa yang membelenggu mereka. Egois, serakah, kejahatan, gelap mata dan lain-lain. Keserakahan inilah yang akhirnya membuat manusia tidak mematuhi aturan yang telah Allah tetapkan.

Salah satu ketetapan Allah yang telah dilanggar manusia adalah hal perkawinan. Dimana ketika Allah menciptakan manusia, Dia telah menetapkan, satu suami hanya berhak atas satu istri, demikian sebaliknya. "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging" (Taurat, Kitab Kejadian 2:24).

Nah, salah satu ajaran Isa Al-Masih adalah memperbaiki kehidupan sosial yang dirusak tersebut. Terutama oleh pria. Isa Al-Masih juga mengajarkan bahwa menceraikan istri salah dan merupakan dosa.
~
DA
# busetdah 2012-09-30 16:36
*
Saya setuju dengan artikel ini.
Kenapa ya umat Muslim mau mengikuti ajaran Muhammad yang sesat begitu. Atau apakah aku salah pengertian tentang artikel ini. Tolong jelaskan supaya saya tidak salah paham.
Maaf kalau saya mungkin menuliskan kata yang menyakiti hati anda. Saya hanya ingin tahu, terima kasih.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-03 17:21
~
Saudara Busetdah, terima kasih sudah bersedia memberi komentar pada artikel kami.

Memang setiap orang berhak atas pilihannya masing-masing. Nah, pilihan yang salah itulah yang telah melanggar ketetapan Allah.

Seperti artikel di atas, bahwa sejak semula Allah telah menetapkan seorang suami mempunyai satu istri! Demikian Isa Al-Masih dalam Injil dengan tegas mengatakan bahwa poligami dan perceraian adalah ajaran yang salah. Itulah yang dinyatakan dalam firman Allah mengenai pernikahan.

Jadi, dengan poligami berarti manusia telah melanggar ketetapan Allah.
~
DA
# Zulfikar 2012-10-29 18:53
*
Kita berbicara logika dulu. Ayat jangan diikutkan dulu karena takut salah, oke? Dimulai dari sekarang pertanyaannya, wanita itu adalah mahluk yang? Lemah. Pertanyaan kedua, wajib tidak untuk dilindungi? Ya wajiblah masa dibiarkan begitu saja seorang diri. Kemudian di sini kita ambil kata "bijaksana" tidak jika dilindungi, ayo jawab?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-10-30 15:41
~
Saudara Zulfikar,

Silakan memberi komentar sesuai dengan peraturan yang telah kami tetapkan. Komentar yang tidak sesuai dengan aturan tersebut, maka akan otomatis kami hapus. Namun, bila saudara ingin berdiskusi lebih lanjut dapat mengemail staf kami di: . Terima kasih dan harap maklum adanya.

Saudara Zulfikar, dihadapan Allah pria dan wanita adalah sama. “TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia" (Taurat, Kitab Kejadian 2:18). Demikianlah Allah menciptakan wanita, agar dapat menjadi penolong yang sepadan bagi kaum pria.

Jadi, wanita bukan mahkluk lemah. Tetapi “penolong”, terlebih dari itu, wanita sepadan dengan pria.
~
DA
# cak gimin 2012-11-07 21:37
*
Ini ayat tentang perceraian atau tentang monogami? "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu." (Injil, Rasul Besar Matius 19:6). Artinya: kalau orang yang sudah menikah itu pastilah jadi satu tidak sendiri-sendiri!

Lalu kalimat mana yang menunjukkan tidak boleh berpoligami? Yang ada adalah tidak boleh bercerai.

“Perkara halal yang paling dibenci oleh Allah adalah perceraian ” (alhadits).

Mengapa Muhammad Mengubah Ajaran Isa Al-Masih?
Tanggapan: sudahkah kaum anda bersunat, haramkan babi dan tidak membuat patung seperti Taurat? Apakah Isa Al-Masih telah merubah hukum Taurat?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-08 16:18
~
Saudara Cak Gimin,

"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6).

Ayat ini mengenai prinsip pernikahan yaitu monogami dan tidak boleh bercerai. Dikatakan “mereka bukan lagi dua” artinya terdiri dari seorang pria dan seorang wanita (monogami). Lanjut, “yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia”, ini jelas bahwa tidak boleh bercerai.

Maaf kami tidak dapat menanggapi pertanyaan saudara Gimin tentang sunat, babi haram, membuat patung di sini. Karena tidak berhubungan dengan topik di atas. Namun, jika saudara Gimin ingin mendiskusikan hal tersebut silakan bergabung pada situs kami yang membahas hal itu di www.isadanislam.com, terima kasih.
~
DA
# oldfartjoseph 2012-11-16 01:09
*
Dalam Al-Quran sebenarnya juga ada larangan poligami. Jika tidak dapat berbuat adil. Nah dari kawan-kawan Kristen juga sering mengkritik poligami dari satu sudut pandang saja.

"Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja..." (Qs 4: 3).

"Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katun g" (Qs 4:129).

Sukarno kontra poligami dan Cokroaminoto pro. Prakteknya Sukarno istrinya tujuh Cokroaminoto istrinya satu. Yusuf Qardhawi menghukumi makruh, sesuatu yang jika bisa tak usah dilakukan... mendekati haram.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-19 16:14
~
Saudara Oldfartjoseph,

"Dalam Al-Quran sebenarnya ada larangan poligami", tapi tidak dapat dipungkiri pada kenyataannya poligami adalah "hak mutlak" bagi seorang suami.

Seorang pria yang berpoligami jelas tidak dapat berbuat adil terhadap istri-istrinya, bukankah itu yang dikatakan dalam Qs 4:129? Hanya Allah yang mempunyai sifat adil. Lalu apakah Allah lupa bahwa suami tidak dapat berlaku adil?

Apapun alasannya, poligami tetaplah bukan ajaran dari Allah. Sebab sejak semula Allah telah menetapkan seorang suami hanya berhak atas satu istri, demikian sebaliknya. 

" Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging” (Taurat, Kitab Kejadian 2:23-24).
~
DA
# oldfartjoseph 2012-11-16 01:20
*
Di Islam perceraian boleh tapi dibenci Allah. Yang benci Tuhan bukan lagi nabi. Artinya jangan sampai kecuali benar-benar terpaksa. Jadi misalnya suaminya pembunuh, tiap hari menyiksa istri, atau selingkuh masa tidak boleh bercerai.

Tapi dalam pernikahan Kristen juga faktanya ada perceraian kan? Apakah itu melanggar Alkitab dan statusnya pisah ranjang selamanya? Bagaimana kalau ada pria baik yang mau menyelamatkan wanita itu, apakah statusnya poliandri?

Masalah poligami nabi, kebanyakan istri-istri nabi adalah janda korban perang yang harus diselamatkan. Hanya Aisyah yang perawan. Masalah usianya itu juga masih jadi perdebatan.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-19 16:15
~
Saudara Oldfartjoseph,

"Di Islam perceraian boleh tapi dibenci Allah".

Coba perhatikan pernyataan saudara yang kami kutip di atas, pernyataan itu terdiri dari 2 bagian yang saling bertolak-belaka ng. Sesuatu yang haram wajar dibenci, tetapi yang halal (diperbolehkan)?

Bagaimana mungkin Allah membenci sesuatu yang halal?

Allah sendiri yang mengijinkan perceraian, lalu Allah pula yang membencinya. Apakah Allah ragu-ragu dengan firman-Nya? Sungguh tidak masuk akal!

Saudaraku, apapun alasannya perceraian sama sekali tidak dibenarkan oleh Allah!
Isa Al-Masih datang ke dunia untuk memperbaiki kontradiksi seperti ini. Ia ingin membentuk hati kita menjadi baru, agar suami-istri dapat mengasihi sebagaimana semestinya. Pembaharuan ini dapat dialami setiap rumah tangga.
~
DA
# oldfartjoseph 2012-11-19 23:38
*
Saudariku admin,

Saya di forum lain pakai analogi coklat. Saya boleh makan coklat tapi benci banget. Karena coklat bikin gemuk, sampai ada sahabat saya menawari coklat saya tidak mau. Coklat boleh karena tak bikin saya mati. Apakah hal tersebut kontradiktif ?

Suatu saat saya terjebak di hutan, yang ada hanya coklat punya teman saya. Kalau tidak makan coklat saya mati. Akhirnya saya walaupun dengan perasaan benci makan coklat itu. Seperti itulah analogi perceraian.

Pertanyaannya: misalkan perceraian itu tidak boleh, statusnya apakah pisah ranjang selamanya? Jika ada pria baik, single, ganteng, kaya yang ingin membantu dengan menikahi apakah statusnya jadi poliandri alias istri dengan 2 suami. Cuma status satunya pisah ranjang, satunya seranjang.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-21 16:24
~
Saudara Oldfartjoseph,

Ini mengenai ketetapan Allah, bukan sekedar makanan atau atas dasar keinginan manusia. Pernikahan bersifat sakral di hadapan Allah. Pernikahan bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan biologis seseorang. Sudah tidak cocok, ada permasalahan finishnya bercerai. Tujuan pernikahan adalah menggenapi firman Allah, yang dimulai sejak manusia pertama diciptakan-Nya.

“Tuhan Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia" (Taurat, Kitab Kejadian 2:18).

Ketetapan Allah, seorang suami/istri berhak atas satu suami/istri. Maka, apapun alasan seseorang untuk mempunyai istri/suami lebih dari satu, hal tersebut tidak berkenan di hadapan Allah.
~
DA
# sarianto 2012-11-22 11:51
*
Allah mengetahui tentang umat-Nya, mungkin waktu jaman Isa wanita lebih sedikit ketimbang pria. Setelah kepemimpinan Muhammad wanita jauh lebih banyak dari pria, kan kelebihan ini tidak seimbang, manusia harus menikah. Bila satu pria satu wanita yang wanita lainnya tidak menikah dong. Jadinya mereka zinah. Kitakan manusia bukan hewan punya tata krama dong.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-23 15:53
~
Saudara Sarianto,

Jumlah wanita lebih banyak dibanding pria adalah alasan berpoligami. Tentu hal ini salah. Sebab, di tiap negara jumlah pria lebih banyak dibanding wanita. Yaitu 107 pria berbanding 100 wanita.

Menurut Kepala BPS Pusat Indonesia, sesuai sensus penduduk 2010, jumlah perbandingan pria: wanita adalah 1,01. Di Arab sendiri perbandingannya adalah 1,05.

Benar kita mempunyai tata krama atau ketetapan Allah yaitu satu suami hanya berhak atas satu istri, demikian sebaliknya.
~
DA
# oldfartjoseph 2012-11-22 23:08
*
Saya memang pakai alegori coklat, alias perumpamaan paling tidak perumpamaan saya sopan secara umum. Tidak perlu pakai alegori susu keperawanan dijamah atau zakarnya seperti zakar kuda, maaf pakai bahasa Arab.

Mohon penjelasan rekan admin tentang Taurat, Kitab Ulangan 24:1, “Apabila seseorang mengambil seorang perempuan dan menjadi suaminya, dan jika kemudian ia tidak menyukai lagi perempuan itu, sebab didapatinya yang tidak senonoh padanya, lalu ia menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu, sesudah itu menyuruh dia pergi dari rumahnya,”

Cerai boleh saja kan? Jika memang sudah tidak dipertahankan? Yang berhak ceraikan juga suami, bukan istri? Ini ayat dari Alkitab.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-11-23 16:01
~
Saudara Oldfartjoseph,

Ayat Firman Tuhan yang sejati menyatakan segalanya, termasuk juga menelanjangi dosa-dosa manusia. Tentulah harus menegor manusia berdosa dan menyadarkan manusia akan dosanya. Dosa pastilah harus dipaparkan dalam Kitab Suci Allah.

Saudara adalah orang yang ke sekian yang mengutip firman Tuhan, untuk membenarkan argumen. Benarkah Allah memperbolehkan perceraian?

Mari perhatikan firman Allah berikut ini, bahwa dengan tegas Allah mengatakan:
“Aku membenci perceraian, firman TUHAN,” (Kitab Maleakhi 2:16).

Ditegaskan lagi oleh Isa Al-Masih “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6).

Jadi mengapa dalam firman-Nya juga dituliskan ada yang bercerai? Inilah jawaban Isa Al-Masih, "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan istrimu, tetapi sejak se mula tidaklah d emikian.(Injil, Rasul Besar Matius 19:8).

Perhatikan tekanan Isa Al-Masih, "Sejak semula tidaklah demikian". Dengan kata lain sejak semula di Taman Firdaus tidak ada perceraian maupun poligami.

Kesimpulannya, perceraian maupun poligami adalah pelanggaran terhadap ketetapan Allah.
~
DA