Ketaatan Pada Suami, Satu Kunci Masuk Surga

suami mengasihi istri

Baik suami maupun istri rindu masuk ke dalam sorga. Namun Islam dan Kristen berbeda soal syarat masuk sorga. Islam mengajarkan bahwa salah satu kunci masuk sorga bagi wanita adalah menaati suaminya. Dengan memahami uraian ini, kita akan mengerti kebenarannya.

Hadis: Menaati Suami Masuk Sorga

“Jika seorang isteri . . . taat kepada suaminya, maka dipersilakanlah masuk ke surga . . .”(Hadist Riwayat Ahmad dan Thabrani). Sabda Nabi Islam: “Seorang perempuan yang . . . mematuhi suaminya akan memasuki surga . . .” (HR. Bukhari dan Muslim). “Di antara keutamaan istri yang taat pada suami adalah akan dijamin masuk surga.”

Dari ucapan-ucapan di atas sudah jelas bahwa “salah satu” kunci supaya wanita masuk surga adalah ketaatan pada suami, bukan?

Dengan menggunakan syarat keselamatan ini, bisa saja seorang suami memanipulasi isteri supaya tunduk. Apakah ada Hadits yang mengatakan suami tidak masuk surga kecuali mengasihi isteri?

100 persenSuci 100%, bukannya 51% Untuk Masuk Surga

Syarat masuk sorga ialah suci 100% atau suci tanpa satu dosa pun, bukannya amal baik yang lebih banyak dari dosanya (suci 51% ke atas).  Dengan syarat suci 100%, maka tak seorangpun layak masuk sorga.  ”Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah” (Injil, Surat Roma 3:23). Al-Quran juga menuliskan “…barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya (Qs 2:81).

Karena amal baik tidak mencapai 100%, maka manusia tidak layak masuk sorga. Jika demikian kita membutuhkan anugerah Allah, bukan?                                        

Siapakah yang dapat menjamin sorga bagi kita?

Sang Penjamin Sorga

Kabar baiknya ialah “… oleh kasih karunia [manusia] telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus [Isa Al-Masih] (Injil, Surat Roma 3:24).

Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah, yang sehakikat dengan Allah. Ia telah turun ke dunia, menjadi manusia, guna menanggung hukuman dosa manusia melalui penyaliban. Sebenarnya, kitalah yang wajib dihukum karena segala dosa-dosa kita. Namun Dia rela menanggung hukuman itu, “…Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Injil, Rasul besar Yohanes 3:16).

Cara Menerima Jaminan Keselamatan

Inilah perbedaan mendasar antara agama Islam dan Injil Allah. Injil menekankan, Jadi, oleh anugerahlah kamu telah diselamatkan melalui iman: Itu bukan berasal dari dirimu sendiri, melainkan pemberian Allah, itu bukan karena amalmu . . .” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).

Keselamatan isteri tidak bergantung pada ketaatan kepada suami. Keselamatan terjadi tatkala kita menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat kita! 

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Mengapa menaati suami bukanlah salah satu kunci masuk sorga? Jelaskan jawaban saudara!
  2. Dapatkah manusia masuk sorga dengan amalnya jika syaratnya harus suci 100%? Berikan alasannya!
  3. Mengapa Isa Al-Masih berkuasa mengampuni dosa dan mejamin sorga bagi yang percaya kepada-Nya?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Silakan mengirimkan pertanyaan Anda lewat email ke: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. atau SMS ke: 0812-8100-0718.

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Apabila Anda memiliki keinginan untuk didoakan, silakan mengisi permohonan doa dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments   

# Numpang Lewat 2015-12-10 08:27
~
Ada Nasrani yang mampu menjawab: Kalau Yesus sudah turun untuk menyucikan, menyelamatkan, dan menebus manusia dari dosa, maka kalian sudah tidak perlu hukum apa pun lagi karena kalian sudah terbebas dari dosa dan tinggal masuk ke dalam surga. Kalau itu yang terjadi, lantas untuk apa gunanya Alkitab? Kalau Yesus sudah turun sempurna dan genap sebagai firman yang hidup dan tertulis di alam semesta, untuk apa lagi diturunkannya Alkitab? Kalau Yesus adalah berita, terang dunia dan sudah sempurna turun sebagai Tuhan untuk memperkenalkan dan dikenal oleh seluruh umat manusia, mengapa ia harus diterangkan dan diperkenalkan lagi melalui Alkitab?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-12-10 09:35
~
Sdr. Numpang Lewat,

Sesuai isi artikel di atas, semua orang berdosa. Bahkan Al-Quran sendiri juga mengakui bahwa orang berdosa kekal di neraka (Qs 2:81).

Yesus [Isa Al-Masih] yang adalah Allah datang ke dunia sebagai Manusia Suci yang menggantikan hukuman neraka yang seharusnya manusia berdosa tanggung. Pengorbanan-Nya bukan hanya berdampak pada pengampunan dosa dan jaminan keselamatan kekal, tapi juga pembaruan hati dan hidup setiap umat tebusan-Nya. Dari hamba dosa menjadi hamba kebenaran yang tunduk pada Hukum Kasih Isa Al-Masih. Firman Allah berikut berlaku bagi setiap umat tebusan Isa Al-Masih: "Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran" (Injil, Surat Roma 6:18).

Nah, mungkinkah orang yang sudah dimerdekakan dari dosa memperhambakan lagi dirinya di bawah kuasa dosa? Lalu, apa gunanya Yesus mati bagi dia jika bukan untuk menjadikan orang ini hidup dalam kebenaran?
~
Yuli
# usil 2015-12-10 08:33
~
Nasrani tidak mampu menjawab. Logikanya gampang bung! Ketuhanan Yesus dengan segala kerumitannya hanya menjadi dogma did alam Alkitab. Roh Kudus pun mereka kenal karena ditulis di dalam Alkitab. Alkitab ditulis oleh murid-murid Yesus termasuk Paulus. Mereka (Nasrani) percaya (beriman) kepada tulisan Paulus. Mereka pengikut dogma Paulus.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-12-10 09:47
~
Sdr. Usil,

Roh Kudus nyata dirasakan dan berkarya dalam diri para pengikut Isa Al-Masih sangat terbukti manakala mereka mampu mencerna dengan baik dan mempraktikkan ajaran kasih Isa Al-Masih. Salah satunya hidup saling tunduk dan mengasihi antar suami - istri seperti isi artikel di atas.

Hakikat Isa Al-Masih dan Roh Kudus adalah sama yaitu Allah yang esa. Maka ketika Anda menolak iman kepada Isa Al-Masih, kuasa kehadiran Roh Kudus tidak pernah Anda rasakan. Akibatnya, mata hati Anda tumpul terhadap kebenaran Allah. Hanya Roh Kudus Allah sajalah yang mampu menerangi hati manusia untuk melihat kebenaran.
~
Yuli
# Ida 2015-12-10 12:15
~
Tuhan Yesus bersabda, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Tuhan Yesus berkata, "Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidakny a, percayalah karena pekerjaan-peker jaan itu sendiri" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:11).

Tidak ada bagi saya keraguan untuk meninggalkan ajaran Islam sejak dulu dan memeluk agama Kristen untuk memilih jalan kasih, kebenaran, dan keselamatan Tuhan Yesus.
# Jack 2015-12-10 12:22
~
Saya sangat setuju dengan Anda, saudari Ida. Karena bagi Tuhan Yesus tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak. Anda sudah benar untuk pergi jauh dari kepalsuan,keses atan dan kekejaman. Kini Anda telah menerima kasih, kebenaran, dan keselematan. Percayalah kepada semua ajaran Tuhan Yesus, maka puji Tuhan, keselamatan dunia dan akhirat akan anda peroleh.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-12-11 10:31
~
Sdri. Ida dan Sdr. Jack,

Anda berdua benar. Pangkal keselamatan kekal kita terletak pada karya Isa Al-Masih (Tuhan Yesus Kristus) yang rela menggantikan hukuman kekal kita atas dosa. Itulah sebabnya Isa yang adalah bagian dari Allah Tritunggal bersabda bahwa hanya melalui dan di dalam Dia sajalah keselamatan kekal manusia berada.

Melalui karya pembebasan Isa Al-Masih atas dosa kita, kitapun dimampukan untuk hidup saling mengasihi dan taat antar suami - istri sehingga kesejahteraan keluarga dapat terus terbina. Karya Isa membawa kesejahteraan dunia dan akhirat.
~
Yuli
# usil 2015-12-11 07:06
~
Sdr. Yuli,

Anda menjawab pertanyaan Sdr. Numpang Lewat dengan kembali mengutip ayat Alkitab. Padahal justru Alkitab itulah yang menjadi hal yang dipertanyakan dalam konteks hubungannya dengan Ketuhanan Yesus dan semua dogmanya.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-12-11 10:43
~
Sdr. Usil,

Justru karena Alkitab adalah firman Allah yang tertulis dalam bentuk kitab dan bisa dibaca siapapun, kapanpun, dan dimanapun, kebenaran Alkitab sendirilah yang sanggup menjawab dengan tepat pertanyaan Sdr. Numpang Lewat/Sdr. Usil di atas.

Dengan memeriksa secara objektif setiap fakta dan catatan sejarah tentang Alkitab vs. Al-Quran, seharusnya logika sehat Anda patut mempertanyakan keabsahan Al-Quran, benarkah berisi firman Tuhan seperti halnya Alkitab?
Silakan baca artikel berikut agar lebih jelas: tinyurl.com/naxhno4.
~
Yuli
# BOAS 2015-12-14 09:48
~
"Dan ingatlah ketika secara rahasia Nabi membicarakan suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya (Hafshah). Lalu dia menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan peristiwa itu kepadanya (Nabi), lalu (Nabi) memberitahukan (kepada Hafshah) sebagian dan menyembunyikan sebagian yang lain. Maka ketika dia (Nabi) memberitahukan pembicaraan itu kepadanya (Hafshah), dia bertanya, "Siapa yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab, "Yang memberitahukan kepadaku adalah Allah Yang Maha Mengetahui, Mahateliti" (Qs 66:3)

Muhammad mencoba mengharamkan Mariah, tetapi wahyu turun untuk memberikan perintah halal. Hafsah tidak tunduk kepada Muhammad dalam menjaga rahasia sehingga para istri yang menyerupai kesebelasan itu terancam.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-12-15 09:52
~
Ya Sdr. Boas,

Dan ancaman itu ada dalam Qs 66:4-5 "... dan jika kamu berdua bantu membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya ...Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberikan ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik...".

Jika dalam Kitab Suci Allah yang ditulis 1100-an tahun sebelum Al-Quran, Allah membenci perceraian (Kitab Nabi Maleakhi 2:16), mengapa pula tiba-tiba Allah mengancam para istri Muhammad untuk diceraikan dan diganti dengan istri-istri baru? Tidakkah ini sekedar manipulasi kekuasaan suami terhadap istri-istrinya agar mereka selalu tunduk dalam segala hal meskipun bertentangan dengan nilai moral dan kebenaran?
~
Yuli
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2015-12-17 09:13
~
Untuk Sdr. Usil,

Kami sangat menghargai keinginan Anda berpartisipasi dalam forum diskusi ini. Kami pun yakin Anda sudah sangat paham dengan pedoman pemberian komentar yang berlaku dalam setiap artikel kami. Untuk itu kami mohon Anda dapat menghargainya. Setiap komentar yang tidak berhubungan dengan topik artikel tidak dapat kami terbitkan dan tanggapi. Bila Anda memiliki pertanyaan atau bahan diskusi di luar topik artikel, silakan Anda layangkan email ke: atau menuliskannya pada kolom komentar di topik artikel yang sesuai. Dengan senang hati akan kami tanggapi.

Sdr. Usil, tidakkah Anda lihat bahwa topik artikel tentang syarat masuk sorga bagi wanita di atas juga sangat menarik untuk didiskusikan? Bagaimana Anda menanggapinya sesuai dengan kaidah agama yang Anda imani?

Terimakasih, kami tunggu tanggapan Anda yang bersesuaian dengan topik artikel.
~
Yuli
# manusia biasa 2016-01-07 09:11
~
Semua nabi terdahulu datang ke dunia ini dengan risalah yang sama yaitu menyuruh untuk menyembah Tuhan yang Maha Esa termasuk nabi Isa. Dia pun mengaku hanya utusan. Lalu setelah zaman Isa, Paulus dan kawan-kawan menuhankan Yesus sehingga dalam Injil tidak satupun ada sabda nabi Isa mengatakan "Aku ini adalah Tuhanmu, maka sembahlah aku dengan cara datang ke gereja hari minggu dan bernyanyi-nyany i".
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2016-01-07 10:54
~
Sdr. Manusia Biasa,

Jika dalam Injil ada tulisan seperti yang Anda ungkapkan di atas, maka nyatalah bahwa Injil tsb palsu dan Isa bukanlah Tuhan sejati.

Namun, mari cermati sabda Isa Al-Masih (Yesus Kristus) berikut yang nyata tertulis dalam Injil:
"Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia [Yesus] berkuasa mengampuni dosa"* --lalu berkatalah Ia [Yesus] kepada orang lumpuh itu--:/"Bangunl ah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itupun bangun lalu pulang" (Injil, Rasul Besar Matius 9:6-7). Menurut Anda, dapatkah seorang utusan/nabi biasa berkuasa mengampuni dosa? Bukankah pengampunan dosa hanya otoritas Allah? Saat Yesus berkuasa mengampuni dosa, tidakkah Ia Allah? Itulah sebabnya jaminan keselamatan ada di dalam Yesus, bukan pada amal baik manusia yang tidak mungkin 100% tanpa dosa.
~
Yuli
# manusia biasa 2016-01-08 08:58
~
Semua rasul yang diutus Tuhan membawa mujizat masing-masing sebagai bukti untuk membawakan risalah-Nya, termsuk Yesus. Dalam Kristen bukan hanya Yesus yang dapat menghidupkan orang mati. tapo nabi Elia malah lebih hebat lagi. Yesus mengatakan dosamu telah diampuni bukan brarti dia Tuhan karena dia tidak mengatakan dosamu telah kuampuni. Ingat arti bahasa. Kalau memang Yesus mengampuni dosa, mengapa harus repot-repot lagi disalib, dibunuh yang katanya untuk menebus dosa manusia?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2016-01-08 11:46
~
Sdr. Manusia Biasa,

Anda harus belajar lebih cermat membaca untuk bisa memaknai suatu naskah dengan benar. Silakan baca ulang Injil Matius 9:6-7 yang kami tulis di atas. Di sana jelas tertulis "Anak Manusia [Yesus] berkuasa mengampuni dosa". Jika Anda masih salah tangkap juga dengan kalimat yang sangat lugas tsb, Anda perlu belajar bahasa Indonesia lebih giat lagi.

Silakan cari di seluruh Alkitab dan Al-Quran juga, adakah atu saja seorang nabi selain Isa Al-Masih (Yesus Kristus) yang berani berkata bahwa ia berkuasa mengampuni dosa? Bahkan nabi besar Elia dan Musa pun tidak berani mengatakannya karena merekapun manusia berdosa.

Anda benar bahwa setiap nabi dan rasul Allah bisa bermujizat. Masalahnya, justru nabi Anda sendiri tidak bisa bermujizat. Jadi, benarkah ia nabi Allah?
~
Yuli
# manusia biasa 2016-01-09 13:16
~
Untuk staff IDI,

Perkara mengampuni dosa, saya pun bisa mengampuni dosa, termasuk dosa kalian para staff IDI yang telah berusaha menyesatkan orang-orang Islam. Tapi secara pribadi saya ampuni karena sebagai orang yang sedikit paham dengan agama Islam, tidak akan gampang kalian bodohi.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2016-01-11 12:05
~
Sdr. Manusia Biasa,

Itulah sebabnya jangan kita berbangga hati dengan "sedikit" pengetahuan agama yang kita miliki. Sebab dengan sedikitnya pengetahuan, maka salah pulalah seluruh konsep yang kita pegang.

Saudaraku, sebagai manusia, tentu Anda pun berbuat dosa, bukan? Dosa berkaitan dengan pelanggaran hukum Tuhan. Maka urusan dosa adalah urusan manusia dengan Tuhan. Yang berkuasa mengampuni dosa hanya Tuhan. Sebagai manusia yang sama-sama berdosa, kemampuan kita terhadap sesama hanyalah sebatas memaafkan kesalahan.

Jadi, manusia tidak punya otoritas untuk mengampuni dosa karena kuasa dan hak mengampuni dosa hanyalah ada pada Allah, Sang Tuan pemilik hukum itu sendiri.
~
Yuli