Muhammad Menikahi Istri Anak Angkatnya

pernikahan

Salah satu tradisi Arab yang bagus dan pantas diikuti adalah kebiasaan mengangkat anak. Jika semua bangsa memiliki dan mengikuti tradisi ini, maka jumlah anak yatim piatu pasti sangat menurun. Tradisi Arab menekankan bahwa anak angkat berarti statusnya sama dengan anak kandung dalam semua ketentuan dan hukumnya.

Muhammad dan isterinya Khadijah mengikuti tradisi ini. Itu sebabnya, ia mengangkat anak yang bernama Zaid (Zaid bin Muhammad). Tradisi Timur Tengah ini sudah diterapkan selama ribuan tahun sebelum zaman Muhammad.

Isteri pertama Zaid bin Muhammad adalah Ummu Kutsum. Atas permintaan Muhammad, dia menikah lagi dengan Zainab, anak dari bibi Muhammad sendiri.

Muhammad Menghalalkan yang Haram

Setelah berjumpa dengan Zainab, hati Muhammad gelisah. Keinginan Muhammad untuk menikahi Zainab muncul. Namun keinginannya terhambat oleh tradisi Arab, dimana menikahi istri anak angkat sama dengan menikahi istri anak sendiri, dan itu sangat tabu.

Keinginan Muhammad itu akhirnya terkabul. Zaid mengambil keputusan menceraikan Zainab. Muhammad pun mengambil Zainab sebagai istrinya. Lalu, turunlah wahyu berikutnya kepada Muhammad.  "Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinlah kamu dengan dia (Zainab) supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi" (Qs 33:37).

Dalam hal ini, Muhammad telah mengubah tradisi Arab yang baik. Dan menjadi petunjuk baru bagi umat Muslim, bahwa anak angkat bukanlah anak sendiri dan termasuk isteri-isteri anak angkat halal dinikahi (Qs 33:5).

Bagaimana Penilaian Isa Al-Masih pada Pernikahan Ini?

Menarik untuk mengingat bahwa Adam hanya mempunyai satu istri yaitu Hawa. Adapun umur Adam "mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati" (Kitab Taurat, Kitab Kejadian 5:5). Bagaimana mungkin Adam bisa hidup hanya dengan satu istri saja selama 930 tahun? Padahal Hawa-lah yang menjerumuskan Adam untuk makan buah Kuldi sehingga mereka terbuang dari Firdaus. Tetapi Adam tetap setia pada Hawa. Adam mengingat syariat Allah bahwa ia sudah bersatu dengan Hawa seumur hidupnya.

Hal ini jugalah yang ditegaskan Isa Al-Masih kepada pengikut-Nya, "Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:5-6).

Pertanyaannya adalah: Mengapa Nabi Muhammad dan pria Muslim gemar bercerai? Jawabannya, karena masalah dosa hati!

Isa Al-masih mengatakan, "Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (Menurut Injil, Surat Rasul Besar Matius 5:27-28)

Karena Isa Al-Masih adalah Roh Allah dan Kalimat Allah, maka Ia tahu benar hati  manusia yang penuh dengan keinginan dosa. Ia juga tahu benar bagaimana mendapatkan jalan keluar dari masalah dosa keinginan ini. Sebab untuk itulah Dia datang ke dunia. Untuk mengubah hati manusia yang kotor dengan dosa dan menjadikannya baru.

[Staf Isa dan Islam – Rindukah hati saudara diubah menjadi baru oleh Isa Al-Masih? Artikel tentang Hidup yang Baru dapat membantu saudara mewujudkannya.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Apabila Anda memiliki keinginan untuk didoakan, silakan mengisi permohonan doa dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments   

# cak gimin 2012-12-13 15:46
*
Apakah di Kristen juga ada hukum mengenai siapa saja yang boleh dinikahi dan tidak boleh dinikahi? Apakah orang Kristen juga sudah meneladani Yesus untuk tidak menikah?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-12-14 16:20
~
Saudara Cak Gimin,

Allah melalui firman-Nya menyatakan bahwa: “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (Injil, Surat 2 Korintus 6:14).

Artinya tidak boleh menikah dengan orang yang tidak percaya. Tetapi dengan orang percaya maksudnya yang benar-benar sudah menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamatnya.

Memang ada pria atau wanita yang tidak menikah. Mengenai orang yang tidak menikah Isa Al-Masih mengatakan demikian: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti" (Injil, Rasul Besar Matius 19:11-12).

Walaupun Isa Al-Masih tidak menikah, tetapi Dia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai dari sebuah pernikahan. Dia mengatakan pernikahan adalah sesuatu yang sakral, sehingga tidak dapat dipermainkan.

“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6).

Jadi beda dengan Muhammad yang mengajarkan bercerai dan menikahi istri anaknya.
~
DA
# dedi 2012-12-14 23:27
*
Islam datang menyempurnakan ajaran terdahulu dan memurnikan keesaan Allah SWT.

Islam datang kira-kira 600 tahun setelan nabi Isa AS (Yesus). Injil dalam Al-Quran adalah Injil murni tanpa ada perubahan seperti saat ini. Isa (Yesus) adalah nabi dan rasul, bukan Tuhan.

Kesesatan umat Kristen dan Katholik adalah karena syirik akbar. Menyekutukan Allah dengan mahluk-Nya. Nabi Isa (Yesus) dipandang sebagai Tuhan, padahal Yesus adalah mahluk.

Situs ini membandingkan ajaran-ajaran dan menyampaikan seolah-olah ajaran Islam salah. Padahal agama yang benar adalah Islam.

Kenapa situs ini muncul? Karena kekhawatiran dan fakta bahwa semakin banyak umat Kristen dan Katholik yang tidak akan percaya lagi dengan Injil baru yang sudah diubah. Dan mereka berbondong-bond ong masuk Islam karena hidayah akan kebenaran Islam.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-12-17 16:11
~
Saudara Dedi,

Ketika Allah memberi istri bagi Adam, Allah berfirman, “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging” (Taurat, Kitab Kejadian 2:24). Artinya, suami-istri telah dipersatukan Allah menjadi satu daging, sehingga tidak dapat diceraikan manusia, termasuk pasangan itu sendiri.

Ditegaskan lagi oleh Isa Al-Masih “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6).
Dari kedua ayat di atas dapat disimpulkan bahwa perceraian sama sekali tidak dibenarkan oleh Allah!

Namun, setelah 600 tahun datanglah Muhammad yang dipercaya sebagai nabi penyempurna oleh umat Muslim, justru mengajarkan bercerai, poligami. Bukankah ini justru merusak ketetapan yang Allah berikan?

Saudara Dedi, tujuan situs ini adalah untuk memfasilitasi kaum wanita, baik wanita Kristen maupun Islam untuk saling bertukar-pikira n tentang hal-hal yang berhubungan dengan wanita dan kepercayaannya.

Buat kami, soal pindah agama tidak penting. Yang penting apakah seorang diselamatkan dari hukuman dosa? Apakah ia bertemu dengan Sang Juruselamat? Inilah hal terpenting.
~
DA
# heri 2012-12-17 00:02
*
Anda sudah melecehkan Nabi Muhammad dengan mengatakan Muhammad menghalalkan yang haram. Mudah-mudahan kelompok anda diampuni dosanya dan mendapat hidayah Allah.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-12-18 16:16
~
Saudara Heri,

Kami tidak untuk melecehkan siapapun. Apa yang kami sampaikan tentunya berdasarkan fakta dan kebenaran firman Tuhan.

Mari perhatikan perkataan Isa Al-Masih berikut ini, "Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya , sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (Injil, Rasul Besar Matius 5:27-28).

Dalam hal ini, Muhammad telah mengingini istri anak angkatnya untuk diperistri. Jelas itu sudah berzinah. Apakah menurut saudara Heri berzinah itu halal?

Juga, Muhammad telah mengubah tradisi Arab yang baik. Dan menjadi petunjuk baru bagi umat Muslim, bahwa anak angkat bukanlah anak sendiri dan termasuk istri-istri anak angkat halal dinikahi.

Mengenai pengampunan dosa, tidak ada keraguan bagi kami. Karena Isa Al-Masih datang ke dunia untuk mengubah hati manusia yang kotor dengan dosa dan menjadikannya baru. Ketika kita percaya pada Isa Al-Masih untuk keselamatan kita, dosa-dosa kita diampuni.
~
DA
# atan 2012-12-20 00:51
*
Maaf, kisah yang anda sampaikan keliru. Silakan baca firman Allah Qs 33:5, 37. Muhammad menikahi Zainab karena sikapnya yang meninggikan diri di hadapan Zaid yang hanya orang biasa yang telah di angkat derajatnya oleh Rasulullah. Sedangkan Zainab berparas cantik dari golongan orang berada.

Ketika dalam rumah tangga hanya ada kezaliman, maka hak bagi pelaku rumah tangga itu untuk menghentikannya dengan cerai. Hal yang di benci Allah namun halal hukumnya.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-12-21 16:51
~
Saudara Atan,

Dalam setiap rumah tangga tentu ada masalah. Lalu apakah harus bercerai jalan keluarnya? Atau mungkin orang biasa tidak pantas memiliki istri dari golongan yang berada? Justru di sinilah letak kesetiaan seseorang diuji terhadap pasangannya.

Tetapi tidak dapat dipungkiri Al-Quran tidak menganggap perceraian sebagai pilihan yang tragis, ketika upaya lainnya gagal. Ada perbedaan yang mencolok antara ajaran Al-Quran dan Alkitab tentang hal ini.

Dengan tegas Isa Al-Masih mengatakan bahwa: "Demikianlah mereka [suami dan istri] bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6). Artinya perceraian tidak dibenarkan oleh Allah.

Saudara Atan bagaimana mungkin yang dibenci Allah dinyatakan halal. Contoh: Allah membenci dosa lalu apakah dosa hukumnya halal begitu?
~
DA
# atan 2012-12-20 00:56
*
Karena perintah Allah, Rasulullah menikahi Zainab. Bukan karena menginginkan Zainab. Tetapi untuk menghilangkan kebiasaan kaum jahiliyah sebelumnya. Padahal anak angkat berbeda dengan anak kandung. Dimana tidak adanya hubungan darah (Qs 33:37), sehingga tidak adanya hak untuk menuntut waris.

Mengenai pengasuhan anak-anak bahkan fakir miskin tetap Allah perintahkan. Dan Rasulullah jalankan untuk dirawat serta harus tetap dalam pengasuhan. Salah satunya perintah dalam Qs 107:1-7. Namun bila anak-anak, jika tiba masa baligh maka sudah kewajibannya untuk mandiri.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-12-21 16:56
~
Saudara Atan benar, tentu anak angkat tidak ada hubungan darah. Tetapi bukankah itu tetap diakui sebagai anaknya? Dalam hal ini, Muhammad telah mengubah tradisi Arab yang baik. Dan menjadi petunjuk baru bagi umat Muslim, bahwa anak angkat bukanlah anak sendiri dan termasuk istri-istri anak angkat halal dinikahi (Qs 33:5).

Sekarang mari perhatikan ayat di bawah ini:“Dan ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya: “Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah,” sedang kamu menyembunyikan didalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya, Kami kawinkan kamu dengan dia . . ." (Qs 33:37).

Di sini Allahnya Muhammad mendatanginya untuk menegur keragu-raguanny a. Seakan-akan Allah yang menginginkan Zainab untuk meninggalkan suaminya. Lalu Allah telah menurunkan wahyu perceraian dan perkawinan sekaligus. Sehingga Muhammad dapat menikah dengan Zainab.

Tidakkah Muslim melihat siapa Allah ini? Yakni Allah yang mengawinkan Zainab dengan Zaid, lalu menceraikannya, dan mengawinkannya lagi untuk Muhammad?
~
DA
# atan 2012-12-20 01:08
*
Itulah Islam, untuk menyempurnakan ajaran dari nabi-nabi sebelumnya. Sholawat serta salam ke atas junjungan nabi besar Muhammad beserta keluarga dan sahabat semoga diberikan tempat yang mulia di sisi Allah.

Lainnya, jika anda Muslim, akan memahami. Allah berfirman (Qs 6:164) bahwa tiap-tiap dosa seseorang akan memikul dosanya sendiri. Dan akan tertutup dosa itu bila berbuat kebaikkan, mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya (Qs 11:114).
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2012-12-21 16:59
~
Saudara Atan,

Tidak ada sejarahnya dimana seorang nabi “teladan kemanusiaan” dikenai hukum Allah yang berbeda dengan umat yang dituntunnya. Bahwa Sulaiman beristri 1000 itu karena keinginan dagingnya sendiri, bukan karena adanya pengkhususan hukum Allah kepada dirinya. Dia manusia biasa berpoligami bukan atas beban nama Allah.

Isa Al-Masih dalam Injil dengan tegas mengatakan bahwa poligami dan perceraian adalah ajaran yang salah. Allah menginginkan seorang suami mempunyai satu istri!

Tetapi, mengapa ajaran yang telah disempurnakan oleh Isa Al-Masih. Serta akhlak manusia yang telah diperbaiki-Nya kesedia kala, harus diubah Muhammad?

Mengenai shalawat silakan bergabung di sini: tinyurl.com/crjrjk7

Saudara Atan, apakah setelah membunuh kemudian berbuat baik tidak akan dihukum?
Kiranya artikel ini dapat menolong saudara, tinyurl.com/7l7e4bm
~
DA
# atan 2012-12-20 10:24
*
Nabi Isa dilahirkan sebagai manusia yang diberkahi mujizat oleh Allah untuk menyempurnakan ajaran sebelumnya. Nabi Isa as tidak dapat menghapus dosa apalagi menanggung beban dosa manusia lainnya. Yang dapat menghapus dosa ialah perbuatan baik dan taubat sungguh-sungguh.

Nabi-nabi yang kita yakini sama, maka tambahkanlah satu nabi sebagai penyempurna. Ialah Muhammad. Kitab suci yang menuntun kita juga sama, maka tambahkanlah satu kitab suci, sempurnakanlah tuntunan dengan Al-Quran.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-03 16:25
~
Saudara Atan,

Pertanyaannya, mengapa ajaran (pernikahan) yang telah disempurnakan oleh Isa Al-Masih. Serta akhlak manusia yang telah diperbaiki-Nya ke sedia kala, harus diubah Muhammad?

Rencana Allah dalam menyelamatkan manusia yang berdosa adalah, Allah sendiri datang ke dunia menjadi manusia yaitu Isa Al-Masih. “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."Liha tlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Injil, Rasul Yohanes 1:1;14;29).

Maka, umat Kristen tidak memerlukan nabi lain, karena Kalimat Allah (Isa Al-Masih) adalah Allah, yang sudah datang sendiri ke dunia. Untuk menyelamatkan manusia yang berdosa, dengan dihukum sebagai ganti kita.

Apakah perbuatan baik dapat menolong dari hukuman Allah? Silakan baca penjelasannya di url ini: tinyurl.com/7l7e4bm
~
DA
# Asrianto Abdullah 2012-12-21 13:58
*
Mana buktinya jika Yesus tidak pernah menikah? Sedangkan jika diteliti Yesus malah berpoligami. Coba pelajari kembali kitab Injil anda!
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-03 16:27
~
Saudara Asrianto Abdullah,

Saudara boleh menunjukkan bukti dalam Kitab Suci, bahwa Isa Al-Masih menikah. Karena kedatangan Isa Al-Masih ke dunia adalah untuk menyelamatkan manusia yang berdosa, dengan di hukum sebagai ganti kita.

"Karena Anak Manusia [Isa Al-Masih] juga datang ... untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Markus 10:45).

"Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Injil, Rasul Yohanes 1:1;14;29).

Itulah kabar baik yang seharusnya Saudara sambut, karena kita manusia berdosa tidak mungkin dapat masuk sorga. Tetapi syukur Isa Al-Masih telah menjadi tebusan kita sehingga kita yang percaya kepada-Nya tidak dihukum dan dapat masuk sorga.
~
DA
# Nur 2012-12-24 21:40
*
Kepada Staf Isa,

Saya memberi saran kepada anda agar anda bandingkan dulu antara 4 Injil yang anda yakini itu. Sedangkan 4 Injil itu saja terdapat perbedaan pada isinya! Yang menulis 4 Injil itu saja manusia. Dan isi Injil-injil itu pun sudah diubah-ubah. Sedangkan isi Injil saja bertolak belakang dengan ajaran Paulus.

Berbeda dengan Al-Quran yang diturunkan langsung kepada Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-03 16:53
~
Saudara Nur,

Kami mengucapkan terimakasih atas saran dan kunjungan saudara Nur.

Tetapi maaf kali ini kami tidak dapat menanggapi komentar saudara yang tidak sesuai dengan topik artikel.

Jika saudara Nur ingin membahas tentang Injil dan Al-Quran silakan bergabung di situs kami ini: www.isadanislam.com.

Bila ingin berdiskusi lebih lanjut kami sarankan saudara mengemail langsung pada staf kami di .

Terima kasih dan harap maklum!
~
DA
# robot 2012-12-26 22:14
*
Bukanlah Zaid sudah menceraikannya lebih dahulu, dan tidak ada masalah dengan itu. Situs ini hanya menyampaikan kebohongan. Kalian pikir kalian yang akan masuk sorga sungguh kalian hanya berangan-angan saja.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-01-03 16:55
~
Saudara Robot,

Itulah masalahnya, perceraian. Dan tidak berhenti di situ tetapi perceraian tersebut diikuti oleh pernikahan lagi. Bahkan juga telah mengubah tradisi Arab yang baik. Dan menjadi petunjuk baru bagi umat Muslim, bahwa anak angkat bukanlah anak sendiri dan termasuk istri-istri anak angkat halal dinikahi

Mengenai masuk sorga tidak ada keraguan dalam kami. Inilah janji dan keputusan Allah,bahwa kami akan mendapat tempat yang tinggi di sorga pada hari kiamat nanti (Qs 3:55).

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya [Isa Al-Masih] yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya [Isa Al-Masih] tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Nah, bagaiman dengan saudara Robot percayakah saudara dengan janji dan ketetapan Allah?
~
DA