Al-Quran dan Injil Tentang Pemerkosaan

pemerkosaan

Suatu hari saya menonton film singkat yang menceritakan kisah nyata yang terjadi pada tahun 1998. Tahun dimana terjadi kerusuhan di berbagai kota di Indonesia. Saat itu, yang menjadi korban adalah mereka yang masih dianggap bukan pribumi.

Adalah seorang wanita muda berwajah oriental, menjadi sasaran amukan para pemuda yang mengaku sebagai anak bangsa. Mereka bukan hanya menjarah isi rumah dari orang tua wanita tersebut. Tetapi, salah satu dari pria itu telah melampiaskan kebejatannya dengan memperkosa wanita muda itu.

Hukum Negara dan Agama

Pemerkosaan adalah tindak kejahatan yang jarang diberitakan. Biasanya wanita sebagai korban lebih memilih diam. Alasannya, menjaga harga diri dan martabat keluarga. Selain itu, peliknya hukum yang ada, terkadang mengurungkan niat korban untuk melakukan pengaduan.

Dalam hukum Islam, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum seorang wanita melakukan pengaduan atas pemerkosaan yang dialaminya. Mengajukan saksi mata empat orang adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi, “Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji (zinah), hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya)” (Qs 4:15).

Para saksi haruslah pria beragama Islam dan melihat kejadian tersebut secara bersamaan. Bila syarat-syarat ini dipenuh, barulah proses hukum mulai dijalankan.

Korban Pemerkosaan Dihukum

Dalam hukum Islam, bagi seorang wanita bukanlah hal mudah untuk menuduh pria yang telah memperkosanya. Sebab ketika dia tidak mempunyai saksi mata, maka dia telah melakukan fitnah dan harus dihukum cambuk serta kesaksiannya tidak akan diterima seumur hidupnya. Tetapi, ketika si wanita mulai menuduh, berarti dia sudah ketahuan berzinah dan pasti dihukum. Namun, belum tentu tuduhannya menyeret pelaku untuk dihukum.

Adilkah, ketika seseorang meminta pertanggung-jawaban malah dikenakan hukuman? Bukankah seharusnya yang layak dihukum adalah pelaku kejahatan?

Alkitab dan Pemerkosaan

Dengan alasan apapun, Alkitab tidak pernah membenarkan tindak pemerkosaan. Sebut saja ketika Dina, anak dari Yakub diperkosa oleh Sikhem. Akibat dari perbuatannya, seluruh kota Sikhem dimusnahkan termasuk Sikhem dan ayahnya Hemor dibunuh (Taurat, Kitab Ulangan 34:1-31).

Juga dalam Kitab Nabi Samuel ditulis bagaimana Raja Daud menerima kesaksian dari Absalom, ketika dia memberi kesaksian bahwa Tamar telah diperkosa oleh Ammon. (Kitab Nabi Samuel 13:10-22). Di sini dapat dilihat bahwa Raja Daud tidak membutuhkan empat orang saksi dari pria untuk membenarkan kejadian tersebut. Kesaksian dari Absalom seorang telah cukup bagi Raja Daud untuk mempercayai kejadian itu dan menetapkan hukuman.

Alkitab – Pria dan Wanita Sepadan

Dalam beberapa hal, ajaran Islam dan Al-Quran lebih mengutamakan pria dibanding wanita. Bahkan tentang hal pemerkosaan, Al-Quran tidak melihat wanita sebagai korban yang harus dibela haknya. Berbeda dengan Alkitab yang memandang pria dan wanita sama. Termasuk dalam hal hukum pemerkosaan.

Seorang pria yang terlanjur memperkosa seorang wanita, harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya dengan menikahi wanita tersebut. Dengan jelas firman Allah berkata, “Apabila seseorang bertemu dengan seorang gadis, yang masih perawan dan belum bertunangan, memaksa gadis itu tidur dengan dia, dan keduanya kedapatan, maka haruslah laki-laki yang sudah tidur dengan gadis itu memberikan lima puluh syikal perak kepada ayah gadis itu, dan gadis itu haruslah menjadi isterinya, sebab laki-laki itu telah memperkosa dia; selama hidupnya tidak boleh laki-laki itu menyuruh dia pergi” (Taurat, Kitab Ulangan 22:28-29)

Kasih Isa Al-Masih bagi Pria dan Wanita

Alkitab mengatakan, Allah menciptakan manusia sepadan. Keduanya sama-sama berharga di mata Allah. Allah tidak pernah membedakan antara pria dan wanita.

Juga penebusan yang dilakukan Isa Al-Masih di kayu salib, berlaku bagi semua orang. Bukan hanya pada gender tertentu, atau lebih mengutamakan satu gender tertentu. Kitab Suci Allah menuliskan, “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat” (Injil, Surat 1 Petrus 1:18-19)

[Staf Isa dan Kaum Wanita – Bagi Pembaca wanita, rindukah saudara mempunyai penghargaan yang sama dari Allah? Artikel pada tautan ini dapat membantu saudara untuk menemukannya.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Apabila Anda memiliki keinginan untuk didoakan, silakan mengisi permohonan doa dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments   

# pink pink 2013-05-15 08:50
*
Saya setuju wanita dan pria sejajar di hadapan Allah.

Setiap 1 pria Islam yang masuk sorga disediakan 72 perawan. Jadi, mana yang lebih banyak wanita atau pria? Saya jadi pusing sendiri, yang betul yang mana? Apakah ini betul sorga Allah atau sorga khayalan manusia? Apakah 1 wanita Islam masuk sorga juga disediakan 72 perjaka?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-05-17 16:08
~
Saudara Pink Pink,

Terimakasih atas komentarnya.

Keduanya sama-sama berharga di mata Allah. Allah tidak pernah membedakan antara pria dan wanita. Termasuk dalam hal hukum pemerkosaan.

Juga penebusan yang dilakukan Isa Al-Masih di kayu salib, berlaku bagi semua orang. Bukan hanya pada gender tertentu, atau lebih mengutamakan satu gender tertentu.

Kitab Suci Allah menuliskan, “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat” (Injil, Surat 1 Petrus 1:18-19).

Mengenai Mukmin pria dan wanita di sorga silakan beralih ke link ini: tinyurl.com/7anyq6l
~
DA
# angelus 2013-05-26 08:44
*
Yang bisa menyelamatkan bukan soal agama apa yang dianut, agama apa yang paling baik dan benar. Kalau soal moral, pemerkosaan adalah hal bejat yang ditentang oleh semua manusia yang punya akal budi dan perasaan cinta.

Tolong jangan hanya berdebat soal ajaran dan teori saja, tetapi hargai tubuhmu dan tubuh sesamamu dengan menjaga kesucian dan kemurnian hati dan hidupmu. Doakan juga agar korban perkosaan bisa sabar dan mengampuni orang yang memperkosa. Doakan juga orang yang suka memperkosa dan mengumbar nafsu sex sembarangan agar bisa bertobat dan hidup benar.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-05-30 17:03
~
Saudara Angelus,

Maaf kami menjadikan satu kolom komentar Saudara Angelus.

Saudara Angelus benar, keselamatan kekal tidak dapat diperoleh melalui agama.

Keselamatan adalah anugerah Allah kepada manusia melalui Isa Al-Masih. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian [anugrah] Allah,” (Injil, Surat Efesus 2:8).

Demikian Kitab Suci Allah tidak pernah membenarkan tindak pemerkosaan. Bila hukum kasih yang diajarkan Isa Al-Masih diterapkan, yaitu mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri pasti kejahatan tidak terjadi. Untuk itulah setiap orang perlu datang kepada Isa Al-Masih, untuk memiliki hati yang baru.

Iya, mari kita berdoa untuk saudara-saudara kita korban pemerkosaan. Juga berdoa untuk pelaku kejahatan, mohon agar Tuhan membukakan hatinya dan berhenti dari tindak kejahatannya.

Namun adilkah, ketika korban pemerkosaan meminta pertanggung-jaw aban malah dikenakan hukuman? Bukankah seharusnya yang layak dihukum adalah pelaku kejahatan?
~
DA
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-06-03 17:19
~
Saudara Nanangrusmana,

Maaf kami menghapus komentar saudara. Karena beberapa komentar saudara kami lihat sama isinya di beberapa artikel kami. Sehingga kami hanya menanggapi di satu kolom artikel saja.

Kami senang bila ada tanggapan yang berupa kritikan, masukan, ataupun pertanyaan tentunya yang sesuai dengan topik yang dibahas.

Terimakasih dan harap maklum.
~
DA
# zaskia 2013-06-04 14:28
*
Ini web katanya punya Islam, tapi ulasannya menjelekkan Islam. Kalian tahu tidak kalau kitab kalian itu juga banyak kebohongan?

Pakai logika dong, Yesus itu lahir di Yerusalem termasuk negara Arab. Tapi lihat di gambar Yesus kok orang bule. Lagi, mana ada Tuhan bisa meninggal? Aneh.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-06-11 16:42
~
Saudara Zaskia,

Kami senang bila tulisan kami dikoreksi. Di bagian manakah ulasan kami yang menjelekkan Islam? Karena kami tidak bertujuan menjelekkan Islam atau siapapun. Bagaimana menurut Saudara Zaskia, adilkah ketika seseorang korban pemerkosaan meminta pertanggung-jaw aban malah dikenakan hukuman?

Saudara Zaskia, jelas kami tidak mengikuti ajaran taqiyyah atau “penipuan suci”. Injil adalah kebenaran Allah (Injil, Surat Roma 1:17). Mengenai Injil dan Isa Al-Masih silakan beralih ke situs kami yang membahas topik tersebut di www.isadanislam.com.

Bagaimana Tuhan dapat meninggal? Silakan baca penjelasan kami di url ini: tinyurl.com/75cc5qb
~
DA
# Hajar 2013-07-02 17:10
*
Lagi satu penulisan pembohongan. Zinah bukan rogol. Zinah adalah perbuatan suka sama suka. Maksudnya sex suka sama suka. Itulah maksud zinah. Mengapa agama Kristiani mengajar anda menjadi pembohong? Inikah ajaran agama anda?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-07-25 18:00
~
Saudara Hajar,

Mungkin saudara harus memahami dahulu arti zinah. Zinah adalah perbuatan persetubuhan yang tidak sah (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Jadi pemerkosaan adalah termasuk zinah, karena perbuatan ini tidak sah, terlepas dari alasan suka sama suka atau adanya tindakan pemaksaan. Hanya lembaga pernikahan satu-satunya yang sah di mata Allah.

Jadi saudaraku kami tidak pernah berbohong. Apa yang kami tuliskan berdasarkan fakta yang ada dan dapat dipertanggungjawabkan.
~
NN
# Hajar 2013-07-02 17:18
*
1. Pengancam mampu melakukan perkara yang diancamnya ke atas mangsa.
2. Mangsa tidak mampu melawan atau mengelak dengan melarikan diri atau selainnya.
3. Mangsa bertanggapan bahwa jika dia melawan, akan berlaku apa yang diancam.

Perempuan yang dipaksa melakukan perzinahan tidak dijatuhkan hukuman Hudud ke atasnya. Walau bagaimana pun penafian hukuman Hudud tidak menafikan pengharaman zinah karena zinah dan bunuh adalah jenayah yang tidak diharuskan dalam keadaan apa sekalipun (walau dipaksa atau terpaksa). Rogol adalah termasuk dalam hukum hudud bukan hukum zinah.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-07-25 21:25
~
Saudara Hajar,

Wanita yang dipaksa melakukan perzinahan (korban pemerkosaan), sekalipun tidak dijatuhi hukuman, akan tetapi perempuan tersebut tetap menanggung aib seumur hidupnya. Kehormatannya sebagai wanita telah direnggut dengan paksa. Dan hukuman yang diberikan pada pelaku tidak akan pernah sebanding dengan penderitaan yang harus ditanggung korban seumur hidupnya.

Dan hukum yang ditetapkan dalam Kitab saudara tidak memihak kepada wanita sebagai korban.

~
NN
# Hajar 2013-07-05 19:39
*
Agama Kristiani menghendaki si pemerkosa kawin dengan wanita yang di perkosa.

Jikalau pemerkosa itu adalah 2-3 orang bagaimana? Bagaimana pula dengan golongan yang suka memperkosa? Adakah dia akan kawin dengan semua wanita yang di perkosanya? Artinya kalau 10 orang yang di perkosa, istrinya 10 orang? Adakah ini adil?

Perkosa dalam Islam adalah hukum hudud. Jikalau kekerasan dengan tangan, hukumnya potong tangan. Jikalau dengan senjata tajam, hukumnya bunuh. Hudud tidak memerlukan 4 orang saksi, pembuktian yang jelas adalah di perlukan. Inilah keadilan dalam Islam. Adakah wanita akan bahagia kawin dengan pemerkosa? Setiap hari yang dilaluinya di rumah akan diperkosa. Inikah ajaran agama Kristiani?
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-07-25 21:31
~
Saudara Hajar,

Tertulis dalam Kitab Taurat, “Apabila seseorang bertemu dengan seorang gadis, yang masih perawan dan belum bertunangan, memaksa gadis itu tidur dengan dia, dan keduanya kedapatan, maka haruslah laki-laki yang sudah tidur dengan gadis itu memberikan lima puluh syikal perak kepada ayah gadis itu, dan gadis itu haruslah menjadi isterinya, sebab laki-laki itu telah memperkosa dia; selama hidupnya tidak boleh laki-laki itu menyuruh dia pergi” (Taurat, Kitab Ulangan 22:28-29).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa seorang yang melakukan tindak pemerkosaan (pemaksaan) terhadap seorang gadis harus bertanggungjawa b. Artinya mengajarkan seorang pria untuk bertanggungjawa b atas perbuatannya. Yang ingin ditekankan adalah bagaimana pria memiliki tanggungjawab dan niat baik untuk mengembalikan kehormatan seorang gadis.

Ayat di atas menuliskan “seorang” laki-laki dan “seorang” gadis. Artinya hanya satu orang laki-laki dan satu orang gadis, bukan dua, tiga atau sepuluh orang.
~
NN
# dian 2013-07-07 00:05
*
Memakai Islam untuk nama website? Menarik. Memakai istilah-istilah Islami? Luar biasa. Memakai salam khas Islami? Sempurna. Sebenarnya tidak perlu mengomentari perihal di atas. Tapi mungkin hal ini penting bagi saudara Kristiani ketahui. Acuan yang dipakai di atas merupakan acuan untuk perzinahan (suka sama suka), bukan pemerkosaan. Tolong jika mau memakai Al-Quran atau hadist jangan dipotong-potong ayatnya.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-07-26 18:56
~
Saudara Dian,

Menurut saudara apakah perbedaan antara perzinahan dengan pemerkosaan? Bukankah ke dua-duanya merupakan tindakan yang dibenci Allah?

Perzinahan adalah perbuatan persetubuhan yang tidak sah. Dengan alasan suka sama suka atau dengan paksaan, perzinahan dapat terjadi. Dan perzinahan dengan paksaan disebut pemerkosaan.

Saudaraku, kami tidak memotong-motong ayat. Ayat yang kami kutip dalam kitab saudara berhubungan dengan tindakan pemaksaan terhadap wanita untuk berbuat zinah. Inilah yang disebut pemerkosaan.
~
NN
# Nurani 2013-07-09 00:34
*
Alkitab menjelaskan dalam Taurat, Kitab Kejadian 34:1-31. Kalau seandainya ada yang memfitnah dan harus ada saksi apa tidak di Kristen. Jadi asal tunjuk langsung di bunuh. Kok cuma Islam saja yang disebutkan alasannya. Dan tidak disebutkan hukumnya di Islam kalau memperkosa. Anda putar balik bagaimanapun kaum Islam takkan goyah kecuali dengan harta dunia.
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-07-26 18:58
~
Saudara Nurani,

Dalam Kitab Taurat yang menuliskan tentang kisah Dina dan Sikhem, tertulis bahwa Sikhem dan ayahnya datang langsung kepada Yakub ayah Dina untuk menceritakan bahwa ia telah memperkosa Dina.

“Lalu Hemor ayah Sikhem, pergi mendapatkan Yakub untuk berbicara dengan dia. Sementara itu anak-anak Yakub pulang dari padang, dan sesudah mendengar peristiwa itu orang-orang ini sakit hati dan sangat marah karena Sikhem telah berbuat noda di antara orang Israel dengan memperkosa anak perempuan Yakub, sebab yang demikian itu tidak patut dilakukan" (Taurat, Kitab Kejadian 34:6-7).

Jadi tidak ada hal memfitnah dan tidak membutuhkan saksi lagi karena sang pelaku telah mengakuinya secara langsung.
~
NN
# Staff Isa Islam dan Kaum Wanita 2013-07-29 08:47
~
Saudara Hajar,

Terimakasih atas kesetiaan saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Maaf karena beberapa komentar saudara kami hapus.

Saran kami, dalam memberi komentar kiranya saudara dapat mengikuti aturan yang sudah kami cantumkan pada setiap artikel yang ada di situs ini.

Berikut kami copy kembali aturan tersebut:
(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian.
(3) Sebaiknya satu atau paling dua pertanyaan / konsep dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Masukan tidak boleh memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh,dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.
(9) Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Kami mempersilakan Saudara mengemail  untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.
~
SO